Category Archives: seks kumpulan

Saya dan tetangga saya Mirna

Awek Pantat Panas CantikKejadian ini terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Waktu itu saya beserta dua orang teman kantor sedang makan siang di sebuah restoran di bilangan Kemang. Ketika saya hendak membayar makanan, saya mengantri di belakang seorang wanita cantik yang sedang menggendong anak kecil.

Karena agak lama, saya menegurnya. Ketika ia menengok ke arah saya, saya sangat kaget, ternyata ia adalah Mirna. Nah, Mirna ini adalah istri tetangga saya di komplek rumah saya.
"Eh, Mas Vito. Lagi ngapain Mas..?" tanyanya.


"Anu, saya sedang makan siang. Kamu sama siapa Mir..? Andre ndak ikut..?"
"Enggak Mas, dia lagi tugas luar kota. Saya lagi beli makanan, sekalian buat nanti malam. Soalnya si Ijah lagi pulang kampung juga. Ya sudah, saya keluar aja bareng Vina (anaknya-pen)."
"Kamu bawa mobil..?" tanya saya.
"Enggak tuh Mas, mobilnya dibawa Mas Andre ke Lampung."
"Oo, mau pulang bareng..? Kebetulan saya juga mau langsung pulang, tadi habis tugas lapangan."
"Ya sudah nggak apa-apa."

Singkat cerita, saya dan kedua teman saya langsung pulang ke rumah masing-masing. Sementara saya, Mirna dan Vina pulang bersama di mobil saya. Sesampainya di rumah Mirna yang hanya berjarak 4 rumah dari saya, Mirna mengajak mampir, tapi saya bilang mau pulang dulu, ganti baju dan menaruh mobil. Karena Jenny, istri saya, sedang pergi ke rumah orangtuanya, saya langsung saja pergi ke rumah Mirna dengan memakai celana pendek dan kaos.

Ternyata, rumah Mirna tertata cukup apik. Ketika saya masuk, si Mirna hanya memakai piyama mandi.
"Saya ganti baju dulu ya Mas, gerah nih," katanya sambil tersenyum.
"Oo.., iya, si Vina mana..?" tanya saya sambil terpesona melihat kecantikan dan kemulusan body si Mirna.
"Anu Mas, dia langsung tidur pas sampai di rumah tadi, kasihan dia capek, saya ke kamar dulu ya Mas..!"
"Eh, iya, jangan lama-lama ya," kata saya.

Ketika Mirna masuk ke dalam kamar, dia (entah sengaja atau tidak) tidak rapat menutup pintu kamarnya. Merasa ada kesempatan, saya mencoba mengintip. Memang lagi mujur, ternyata di lurusan celah pintu itu, ada kaca lemari riasnya. Wow, untuk ukuran wanita yang telah mempunyai anak berumur 3 tahun, si Mirna ini masih punya bentuk tubuh yang bagus dan indah. Dengan ukuran 34B dan selangkangan yang dicukur, dia langsung membuat "adik kecil" saya berontak dan bangun. Dan yang menambah kaget saya, sebelum memakai daster yang hanya selutut, ia hanya memakai celana dalam jenis G-string dan tidak mengenakan BH. Sebelum ia berjalan ke luar kamar, saya langsung lari ke sofa dan pura-pura membaca koran.

"Eh, maaf ya Mas kelamaan." kata Mirna sambil duduk setelah sepertinya berusaha untuk membetulkan letak tali celana dalamnya yang menyempil.
"Ndak apa-apa kok, saya juga lagi baca koran. Memangnya Andre berapa hari tugas luar kota..?" tanya saya yang juga 'sibuk' membetulkan letak si 'kecil' yang salah orbit.
Sambil tersenyum penuh arti, Mirna menjawab, "3 hari Mas, baru berangkat tadi pagi. Ngomong-ngomong saya juga sudah 2 hari ini nggak liat Mbak Jenny, kemana ya Mas..?"
"Dia ke rumah orangtuanya. Seminggu. Bapaknya sakit." jawab saya.

"Wah, kesepian dong..?" tanya Mirna menggoda saya.
Merasa hal ini harus saya manfaatkan, saya jawab saja sekenanya, "Iya nih, mana seminggu lagi, ndak ada yang nemenin. Kamu mau nemenin saya emangnya..?"
"Wah tawaran yang menarik tuh..," jawab Mirna sambil tersenyum lagi, "Emangnya Mas mau saya temenin..? Saya kan ada si Vina, nanti ganggu Mas lagi. Mas Vito kan belum punya anak, jadinya santai."
"Ndak apa-apa, eh iya, saya mau tanya, kamu ini umur berapa sih? Kok keliatannya masih muda ya..?" sambil menggeser posisi duduk saya supaya lebih dekat ke Mirna.
"Saya baru 27 kok Mas, saya married waktu 23, pas baru lulus kuliah. Saya diajak married Mas Andre itu pas dia sudah bekerja 3 tahun. Gitu Mas, memang kenapa sih..?"
"Ndak, saya kok penasaran ya. Kamu sudah punya anak umur 3 tahun, tapi kok badan kamu masih bagus banget, kayak anak umur 20-an gitu." kata saya.
"Yah, saya berusaha jaga badan aja Mas. Biar laki-laki yang ngeliat saya pada ngiler," katanya sambil tersenyum.

"Wah, kamu ini bisa saja, tapi memang iya sih ya, saya kok juga jadi mau ngiler nih."
"Nah kan, mulai macem-macem ya, nanti saya jewer lho..!"
"Kalo saya macem-macem beneran, emangnya kamu mau jewer apa saya..?" tanya saya sambil terus melakukan penetrasi dari sayap kanan Mirna.
Merasa saya melakukan pendekatan, Mirna kok ya mengerti.
Sambil menghadap ke wajah saya, dia bilang, "Wah, kalo beneran, saya mau jewer 'burungnya'-nya Mas Vito, biar putus sekalian."
"Memangnya kamu berani..?" tanya saya, "Dan lagi saya juga bisa mbales,"
"Saya berani lho Mas..!" sambil beneran memegang 'burung' saya yang memang sudah minta dipegang, "Terus Mas Vito mbalesnya gimana..?"
"Nanti saya remes-remes lho toketmu..!" jawab saya sambil beneran juga melakukan serangan pada bagian dada.

Karena merasa masing-masing sudah memegang 'barang', kami tidak bicara banyak lagi. Saya langsung mengulum bibir Mirna yang memang lembut sekali dan basah serta penuh gairah. Dan tampaknya, Mirna yang sudah setengah jalan, langsung memasukkan tangannya ke dalam celana saya, tepat memegang 'burung' saya yang maha besar itu (kata istri saya sih).
"Mas Vito, kontolnya gede banget." kata Mirna sambil terengah-engah.
"Sudah, nikmati aja. Kalo mau diisep juga boleh..!" kata saya.

Dan tanpa banyak bicara, Mirna langsung membuka 2 pertahanan bawah saya. Dengan seenaknya ia melempar celana pendek dan celana dalam saya, dan langsung menghisap batang kemaluan saya. Ternyata, hisapannya top banget. Tanpa tanggung-tanggung, setengah penis saya yang 18 cm itu dimasukkan semuanya.
Dalam hati saya berpikir, "Maruk juga nih perempuan..!"

Setelah hampir 5 menit, Mirna saya suruh berdiri di depan saya sambil saya lucuti pakaiannya. Tanpa di komando, Mirna melepas celana dalamnya yang mini itu, dan menjejalkan kemaluannya yang tanpa bulu ke mulut saya. Ya sudah, namanya juga dikasih, langsung saja saya ciumi dan saya jilat-jilat.
"Mas, geli Mas," kata Mirna sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya.
"Tadi ngasih, sekarang komentar..!" kata saya sambil memasukkan dua jari tangan saya ke dalam vaginanya yang (ya ampun) peret banget, kayak kemaluan perawan.

Masih dalam posisi duduk, saya membimbing pantat dan vagina Mirna ke arah batang kemaluan saya yang makin lama makin keras. Perlahan-lahan, Mirna memasukkan kejantanan saya ke dalam vaginanya yang mulai agak-agak basah.
"Pelan-pelan ya Mir..! Nanti memekmu sobek," kata saya sambil tersenyum.
Mirna malah menjawab saya dengan serangan yang benar-benar membuat saya kaget. Dengan tiba-tiba dia langsung menekan batang kejantanan saya dan mulai bergoyang-goyang. Gerakannya yang halus dan lembut saya imbangi dengan tusukan-tusukan tajam menyakitkan yang hanya dapat dijawab Mirna dengan erangan dan desahan. Setelah posisi duduk, Mirna mengajak untuk berposisi Dog Style.

Mirna langsung nungging di lantai di atas karpet.
Sambil membuka jalan masuk untuk kemaluan saya di vaginanya, Mirna berkata, "Mas jangan di lubang pantat ya, di memek aja..!"
Seperti anak kecil yang penurut, saya langsung menghujamkan batang kejantanan saya ke dalam liang senggama Mirna yang sudah mulai agak terbiasa dengan ukuran kemaluan saya. Gerakan pantat Mirna yang maju mundur, benar-benar hebat.

Pertandingan antar jenis kelamin itu, mulai menghebat tatkala Mirna 'jebol' untuk yang pertama kali.
"Mas, aku basah..," katanya dengan hampir tidak memperlambat goyangannya.
Mendengar hal itu, saya malah langsung masuk ke gigi 4, cepat banget, sampai-sampai dengkul saya terasa mau copot. Kemaluan Mirna yang basah dan lengket itu, membuat si 'Vladimir' tambah kencang larinya.

"Mir, aku mau keluar, di dalam apa di luar nih buangnya..?" tanya saya.
Eh Mirna malah menjawab, "Di dalam aja Mas, kayaknya aku juga mau keluar lagi, barengin ya..?"
Sekitar 3 menit kemudian, saya sudah benar-benar mau keluar, dan sepertinya Mirna juga.
Sambil memberi aba-aba, saya bilang, "Mir, sudah waktunya nih, keluarin bareng ya, 1 2 3..!"
Saya memuntahkan air mani saya ke dalam liang vagina Mirna yang pada saat bersamaan juga mengeluarkan cairan kenikmatannya. Setelah itu saya mengeluarkan batang kejantanan saya dan menyuruh Mirna menghisap dan menjilatinya sekali lagi. Si Mirna menurut saja, sambil ngos-ngosan, Mirna menjilati penis saya.

Ketika Mirna sedang sibuk dengan batang kejantanan saya, Vina bangun tidur dan langsung menghampiri kami sambil bertanya, "Mami lagi ngapain..? Kok Om Vito digigit..?"
Mirna yang tampaknya tidak kaget, malah menyuruh Vina mendekat dan berkata, "Vina, Mami nggak gigit Om Vito. Mami lagi makan 'permen kojek'-nya Om Vito, rasanya enak banget deh, asin-asin.."
"Mami, emangnya permennya enak..? Vina boleh nggak ikut makan..?" tanya Vina.
Sambil mengocok-ngocok penis saya, Mirna berkata, "Vina nggak boleh, nanti diomelin sama Om Vito, mendingan Vina duduk di bangku ya, ngeliat Mami sama Om Vito main dokter-dokteran."

Saya yang dari tadi diam saja, mulai angkat bicara, "Iya, Vina nonton aja ya, tapi jangan bilang-bilang ke Papi Vina, soalnya kasian Mami nanti. Ini Mami kan lagi sakit, jadinya Om kasih permen terus disuntik."
Sambil terus memegang penis saya yang mulai kembali mengeras, Mirna berkata pada Vina, "Nanti kalo' Vina nggak bilang ke papi, Vina Mami beliin baju baru lagi deh, ya? Tuh liat, suntikannya Om Vito mulai keras. Vina diam aja ya, Mami mau disuntik dulu nih..!"

Merasa ada tantangan lagi, saya langsung mencium Mirna dengan lembut di bibirnya yang masih beraroma sperma, sambil meremas buah dadanya yang kembali mengeras. Mirna langsung melakukan gerakan berputar dan langsung telentang sambil tertawa dan berteriak tertahan, "Babak kedua dimulai, teng..!"
Sementara Vina hanya diam melihat maminya dan saya 'acak-acak', walaupun terkadang dia membantu mengelap keringat maminya dan saya.

Itulah pengalaman saya dan Mirna yang masih berlanjut untuk hari-hari berikutnya. Kadang-kadang di rumah saya, dan tidak jarang pula di rumahnya. Kami melakukan berbagai macam gaya, dan di segala ruangan dan kondisi. Pernah kami melakukan di kamar mandi, masih dengan Vina yang ikut nimbrung 'nonton' pertandingan saya vs maminya. Dan Vina juga diam dan tidak bicara apa-apa ketika papinya pulang dari Lampung.

Hal itu malah makin mempermudah saya dan Mirna yang masih sering bersenggama di rumah saya ketika saya pulang kantor, dan ketika istri saya belum pulang dari rumah orangtuanya. Dan saya akan masih terus akan menceritakan pengalaman saya dengan Mirna. Dan nanti akan saya ceritakan pengalaman saya dengan adik Mirna, Rere.

TAMAT


Bennyku sayang

Awek Pantat Panas CantikAku kenal Benny dari kedua kakakku (Biasanya aku memanggilnya Bey). Mereka berteman ketika mereka berada di luar negri. Wajah Asianya yang kecoklatan dan tubuhnya yang atletis, membuatku terpana waktu pertama kali aku di perkenalkan. Aku sering pergi bersama mereka, dia dan kedua kakakku. Dari hanya sekedar duduk di cafe ataupun berlibur ke luar daerah. Biasanya, kedua kakakku selalu membawa pacarnya masing-masing, sementara Bey selalu menemaniku kemanapun kami pergi.

Lama kelamaan, kami menjadi sangat akrab. Kami berbincang bebas, dari hal yang biasa, hingga hal yang bisa membuat darah berdesir karena nafsu. Suatu ketika kami berbincang di Yahoo Chating. Pembicaraan mulai mengarah ke hal-hal yang membuat nafsu kami mulai naik.



"Zi.. Sepertinya lo kaya gue ya.. MLT (Manusia Libido TInggi)" katanya tiba-tiba.
"Bisa aja.. Emangnya lo gitu?" Tanyaku.
"Yah.. Gue kalau sudah Horny, bisa coli 2 kali sehari! Kaya minum obat ya?" Jawabnya.
"Haah? Gila! 2 Kali sehari? wah.. Gila! Tapi.. Gue juga kalau lagi mau mens juga gitu! Kadang.. Bisa tiap hari masturbate dikamar" Ujarku.
"Gila juga.. terus kalau masturbate, pake apaan? Kenapa nggak ngajak Ale aja?" Tanyanya.
"Kalau lagi ada dia sih enak.. Tapi kalau Ale lagi keluar negri, bisa lama dia baru pulang. Dan dia kemaren sudah berangkat lagi ke LA, padahal baru pulang minggu lalu! Sekarang kalau gue horny, yah.. Paling masturbate!" Jawabku panjang.

Setelah jeda sekian menit.

"Zi.. Gue mau tanya, sebelumnya mohon maaf sebesar-besarnya.. Dan tolong jangan benci gue dan tolong lupakan hal ini kalau elo enggak mau.. Please janji.. Gue mau tanya.. kalau ada kesempatan.. Elo bisa percaya gue sebagai teman elo.. Elo mau enggak lakukan ini dengan gue? Sekali lagi mohon maaf banget sebesar-besarnya telah menanyakan ini ke elo.. Soalnya gue bener-benar bingung.. Gue enggak tahu harus gimana dan harus bicara ke siapa.. Mudah-mudahan elo bisa pahami.. Dan sekali lagi maafkan gue.." Tanyanya.

'Apa?' Pikirku. Agak lama aku memikirkannya. Sudah beberapa kali ia memanggilku di window itu. Tapi tetap aku tidak menjawabnya. Memang aku sudah cukup dekat mengenalnya. Akupun sering membayangkannya ketika aku masturbasi. Tapi.. Untuk ML sama dia?

"Zi.. Kamu dimana? Sory deh kalau kamu tersinggung.. Sory Zi.. Zi.. Jangan marah ya.. Gue cuma ingin melampiaskan apa yang ada dalam pikiran gue. kalau lu nggak berkenan.. Lupain aja deh Zi kalau gue pernah nanya!" Ketiknya.

Setelah agak lama aku membiarkannya, akhirnya aku memutuskan untuk menjawabnya.

"Bey.. Gue nggak marah kok! Cuma kaget aja!"
"Eh.. Bey.. Gue harus offline dulu neh! Ada kerjaan yang harus gue kerjain! Nanti gue telepon deh! bye.."

Hubungan langsung kututup. Seketika kumatikan koneksi internetku. Tak lama, tiba-tiba HP ku berbunyi. Ada SMS masuk! 'Nanti malem aku telpon ya say!' sebuah pesan singkat dari Bey. Sekitar jam 10 malam, aku mengirimkan SMS ke Bey, yang mengatakan bahwa aku sudah bisa diajak bicara. Tak berapa lama ia menelponku.

"Zi.." Ucapnya pelan.
"Biasa aja lagi Bey.. Gue nggak papa kok! Gue cuma kaget doang. Emangnya lo sudah ngebet banget ya?" Tanyaku.
"Iya nih Zi.. Dari pada gue main sama orang yang nggak jelas.. Gue ingin banget main sama lo!" Ujarnya polos.
"Iya sih.. Gue juga lagi ingin banget.. sudah gitu Ale pas nggak ada!"
"Boleh.. Kapan?" tanyaku.
"Asyik!! Besok kan libur tuh.. Lo gue jemput deh.. Kita ngingep di hotel. Yah?" Katanya kegirangan.
"Lo paling suka diapain?" Tanyanya kemudian.
"Gue.. Wah.. Banyak deh! Di oral juga suka banget! Biasanya kalau foreplay paling enak tuh di oral dulu" Jawabku.
"Gue janji bakalan bikin lo puas deh!! Gue kan juga nggak kalah sama Ale!" Ujarnya.
"Bukti dulu! baru ngomong!" Sahutku.

Setelah agak lama berbincang, kami pun berpisah dari udara. Aku segera mempersiapan diri. Mencukur bulu memekku sampai mulus.

*****

Besoknya, aku dijemput Bey jam 5 sore di rumahku dengan motor Tiger merahnya, kemudian kami meluncur ke sebuah Hotel mungil yang aku sendiri tidak begitu mengenal daerahnya. Bey mendaftarkan untuk memperoleh sebuah kamar. Aku mengikutinya dari belakang menuju kamar kami. Sesampainya di kamar, aku segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badanku. Tak berapa lama setelah aku menanggalkan pakaian dalamku dan hanya mengenakan kaosku yang longgar, Bey mengetuk pintu kamar mandi. Waktu kubuka, ternyata disana ada Bey yang hanya mengenakan celana dalam berwarna biru mudanya. Sepertinya celana itu menyimpan benda yang terlalu besar untuk dimasukkan didalamnya.

Bey langsung mencium bibirku dan memainkan lidahnya ganas dalam mulutku. Aku tidak mau kalah, akupun memainkan lidahku ke dalam mulutnya. Nafas kami berdua semakin memburu. Tangannya yang satu meremas-remas tetekku dan memainkan putingnya dan lainnya mengorek-ngorek memekku dengan jarinya. Tanganku pun tak tinggal diam. Aku meletakkan telapak tangan kananku diatas gundukan dicelananya, meremas-remasnya sedikit dan mengocoknya dari luar. Terasa seperti ada darah yang panas naik di punggungku, mendidih semua darahku oleh nafsuku. Yang ada dalam benakku saat itu hanyalah mewujudkan impianku selama ini untuk merasakan apa yang ada dibalik celana dalamnya, yang selama ini menghantuiku.

Aku menyandarkannya pada tembok kamar mandi dan mulai menjilati lehernya, kemudian semakin ke bawah, ke arah putingnya. Dadanya yang bidang dan ujung putingnya yang mungil, membuatku gemas ingin menggigitnya. Kuputar putar lidahku disekeliling putingnya kemudian menghisapnya kuat. Kudengar desahan halus dari mulut Bey menandakan ia juga menikmatinya, membuatku semakin bersemangat. Perlahan, lidahku menuju celana dalamnya yang berisi benda yang tadinya agak lembek, sekarang sudah sangat keras sekali. Pertama kucium bagian itu dengan mesra dari luar celananya, perlahan kubuka celana dalamnya itu, dan kontolnya mencuat seperti terbebas dari sangkar celana dalamnya. Batangnya yang panjang sekitar 16 cm dan sungguh tebal sekitar 5,5 cm itu membuatku terpana sebentar. Panjangnya memang tidak sepanjang milik Ale, tapi.. Sangat tebal!

Aku mulai menghisap bola bolanya dibagian bawah, kemudian menjilat dari bawah ke ujung kontolnya. Kepala kontolnya yang mengkilat karena sudah basah oleh larutan pelumasnya, kumasukkan dengan segera ke dalam mulutku. Terasa penuh, tapi aku ingin mereguk semua kontolnya hingga sampai ke dalam tenggorokanku. Desahan Bey semakin kuat menandakan ia juga menikmatinya. Kukocok kontolnya itu dalam mulutku dengan irama kadang cepat, kadang lambat. Sambil kuputar-putar tanganku yang menggenggam batang yang tersisa diluar mulutku sambil meremasnya perlahan. Semakin cepat aku menghisapnya, semakin Bey mendorong kepalaku supaya kontolnya masuk sepenuhnya dalam mulutku. Tiba tiba, ia menarik badanku dan mebalikkan badanku hingga menghadap tembok. Ia menarik pantatku hingga aku sedikit menungging. Terasa ada benda tumpul yang mulai menyodok-nyodok memekku yang sudah basah. Dalam satu kali tusukan yang keras, Bey menghujamkan kontolnya ke dalam memekku.

"Ssshh.. Aaahh.. Beeyy.." Jeritku saat itu.

Sebentar ia membiarkan kontolnya diam dalam memeku. Tangan kanannya mengusap-usap klitorisku dari depan, sementara yang satunya meremas tetekku. Ia mencium pundak dan leherku bagian belakang, membuatku semakin merinding. Perlahan ia mulai mengocok kontolnya dalam memekku. Terasa penuh dan sulit untuk digerakkan. Dinding memekku seakan ditarik-tarik keluar. Aku merapatkan pahaku, hingga benar-benar terasa kontolnya yang besar itu mengacak-acak memekku. Ia mengocoknya semakin kuat, dengan tusukan-tusukan yang dalam.

"Beeyy.. Eeennaakk.. Ssayy.. Aahh.. Teruuss.. Llaggii Beey.. Ah.. Aahh.. Ssshh.." aku mulai ngelantur.

Tiba-tiba terasa perutku bagian bawah mulai mengejang, otot-otot memekku mulai bergetar, pahaku mulai tidak kuat merasakan ledakan nafsu dalam tubuhku. Aku menjerit semakin kuat memanggil namanya.

"Beeyy.. Aaahh.."

Terasa otot-otot memekku berkedut keras, meremas kontol Bey yang masih tertanam didalamnya. Bey memegang pinggangku, menjagaku agar tidak terjatuh. Ia mengeluarkan kontolnya, dan mendudukkanku diatas toilet. Kontolnya masih berdiri tegak, berdiri persis di depan mataku. Kontol yang ada di depan mataku itu, langsung saja kuhisap. Kumainkan dalam mulutku. Terasa sangat penuh, tapi nikmat sekali. Kembali aku memainkan lidahku di kepala kontolnya, membuat Bey mendesah desah perlahan, tanda ia sangat menikmatinya. Sesekali ia mendorong kepalaku hingga kontolnya masuk lebih dalam ke dalam mulutku. Semakin cepat aku mengocoknya.

"Aaahh.." Tiba tiba ia mendesah, bersamaan dengan itu, spermanya berhamburan dalam mulutku, terasa beberapa kali semprotan yang kuat ke dalamnya. Kutelan semua spermanya hingga tidak tersisa sedikitpun, kemudian kujilat seluruh kontolnya dan kukulum dalam mulutku.

Setelah aku beristirahat sebentar, kembali aku menghisap kontolnya hingga kembali bangun dan berdiri tegak. Bey menyalakan air hangat dari shower dan menyemprotkan ke memekku. Ia mengelus-elusnya perlahan. Aku membuka pahaku supaya ia bisa lebih leluasa. Ia mengambil sabun khusus untuk memekku, dan mengusap usapnya hingga berbusa, memainkan jarinya disana kemudian setelah bersih, ia kembali membilasnya dengan air hangat.

Setelah aku mendapatkan kembali kekuatanku, kami keluar dari kamar mandi dan berbaring di tempat tidur. Kami kembali berciuman mesra. Dari hanya berciuman biasa, aku mulai memainkan lidahku dalam mulutnya. Bey mulai naik diatasku dan mulai menciumi sekujur tubuhku. Dari telingaku, leherku, putingku tidak ada yang terlewatkan. Lidahnya yang hangat, menjelajahi daerah-daerah sensitifku dengan sempurna. Benar-benar membuatku sangat bernafsu. Tak berapa lama, lidahnya mendarat di memekku.

"Ahh.. Ssshh.." Desahku keenakan.

Lidahnya mulai memainkan lubang memekku, kadang menghisap bibir memekku, kemudian tiba-tiba menusukkan lidahnya yang hangat itu dalam memekku, membuatku serasa melayang. Ia menghisap-hisap lubangku, seperti difakum rasanya. Sungguh nikmat tiada tara. Berbeda dengan ketika ia menusukkan kontolnya, kali ini, terasa kecil tapi sangat lembut dan menggelitik. Memekku dibuatnya gatal, terasa ada cairan yang mengalir keluar dari lubang memekku, tapi dengan segera ia menjilatnya hingga bersih. Semakin lama semakin nikmat rasanya. Aku mendesah sangat kuat karena keenakan. Terasa ada desakan dari dalam memekku, membuatku semakin menggelinjang. Aku mulai merapatkan pahaku, taktahan aku menahan gejolak dalam dadaku.

"Ahh.. Beeyy.. Eennakk.. Aaahh.. Bey.. Keluar.. Beyy.. Beeyy.."

Aku meracau tak jelas, ketika memekku mulai berkedut, dan mengeluarkan cairan kenikmatan dari dalam.

"Gila Bey.. Lidah lo! Kontol lo! Enak banget! Ahli banget sih lo! Belajar dimana?" Ujarku sambil mengelus kepalanya yang masih di memekku. Kuliahat bibirnya belepotan cairan cintaku. Ia kemudian menjilatnya hingga bersih, kemudian ia menciumku mesra.

Ia terlentang disebelahku, masih dengan kontolnya yang berdiri tegak. Ternyata sampai tadi, ia belum juga mengendurkan otot-otot kontolnya. Aku duduk diatasnya, dan membimbing kontolnya masuk dalam memekku. Aku menurunkan pantatku.

"Ughh.." desahku, merasakan kontolnya yang panjang itu masuk ke dalam memekku. Menekan peranakanku. Perlahan aku memutar mutar pantatku, sementara ia sekali sekali menusukkan kontolnya ke dalam memekku dengan menyentakkan pantatnya, membuatku semakin melayang. Segala arah kucoba, semakin aku tergila gila dengan kontolnya. Dari berputar putar, maju mundur, bahkan naik turun seperti mengendarai kuda. Ya, aku seperti mengendarai kuda jantan yang kuat. Memekku terasa diobok obok, diaduk aduk. Aku berpegangan dengan kepala tempat tidur supaya aku bisa lebih kuat menggoyang pantatku.

Plok.. Plok.. Plok.. bunyi setiap kali pahaku beradu dengan pahanya. Sesungguhnya aku sudah semakin tidak kuat menahan kenikmatan itu, otot dalam memekku terasa sangat tegang, mengikat kuat kontol yang tertanam didalamnya.

"Aaahh.. Beeyy.. Akkuu mauu keluaarr.. Beeyy.." Aku meracau merasakan kenikmatan yang tiada tara.
"Bareng sayy.. Aaahh.." Terasa kedutan keras di batangnya, menandakan ia telah mengeluarkan spermanya dalam memekku.

Aku tetap duduk diatasnya sebentar. Taklama kukeluarkan kontolnya yang sudah sedikit lemas. Aku mulai mengulum kontolnya yang sudah sedikit menciut. Ternyata sekalipun begitu, tidak muat sepenuhnya dalam memekku. Hmm.. Akhirnya impianku tercapai mendapatkan kontolnya yang besar itu.

Tamat


Bennyku sayang

Awek Pantat Panas CantikAku kenal Benny dari kedua kakakku (Biasanya aku memanggilnya Bey). Mereka berteman ketika mereka berada di luar negri. Wajah Asianya yang kecoklatan dan tubuhnya yang atletis, membuatku terpana waktu pertama kali aku di perkenalkan. Aku sering pergi bersama mereka, dia dan kedua kakakku. Dari hanya sekedar duduk di cafe ataupun berlibur ke luar daerah. Biasanya, kedua kakakku selalu membawa pacarnya masing-masing, sementara Bey selalu menemaniku kemanapun kami pergi.

Lama kelamaan, kami menjadi sangat akrab. Kami berbincang bebas, dari hal yang biasa, hingga hal yang bisa membuat darah berdesir karena nafsu. Suatu ketika kami berbincang di Yahoo Chating. Pembicaraan mulai mengarah ke hal-hal yang membuat nafsu kami mulai naik.



"Zi.. Sepertinya lo kaya gue ya.. MLT (Manusia Libido TInggi)" katanya tiba-tiba.
"Bisa aja.. Emangnya lo gitu?" Tanyaku.
"Yah.. Gue kalau sudah Horny, bisa coli 2 kali sehari! Kaya minum obat ya?" Jawabnya.
"Haah? Gila! 2 Kali sehari? wah.. Gila! Tapi.. Gue juga kalau lagi mau mens juga gitu! Kadang.. Bisa tiap hari masturbate dikamar" Ujarku.
"Gila juga.. terus kalau masturbate, pake apaan? Kenapa nggak ngajak Ale aja?" Tanyanya.
"Kalau lagi ada dia sih enak.. Tapi kalau Ale lagi keluar negri, bisa lama dia baru pulang. Dan dia kemaren sudah berangkat lagi ke LA, padahal baru pulang minggu lalu! Sekarang kalau gue horny, yah.. Paling masturbate!" Jawabku panjang.

Setelah jeda sekian menit.

"Zi.. Gue mau tanya, sebelumnya mohon maaf sebesar-besarnya.. Dan tolong jangan benci gue dan tolong lupakan hal ini kalau elo enggak mau.. Please janji.. Gue mau tanya.. kalau ada kesempatan.. Elo bisa percaya gue sebagai teman elo.. Elo mau enggak lakukan ini dengan gue? Sekali lagi mohon maaf banget sebesar-besarnya telah menanyakan ini ke elo.. Soalnya gue bener-benar bingung.. Gue enggak tahu harus gimana dan harus bicara ke siapa.. Mudah-mudahan elo bisa pahami.. Dan sekali lagi maafkan gue.." Tanyanya.

'Apa?' Pikirku. Agak lama aku memikirkannya. Sudah beberapa kali ia memanggilku di window itu. Tapi tetap aku tidak menjawabnya. Memang aku sudah cukup dekat mengenalnya. Akupun sering membayangkannya ketika aku masturbasi. Tapi.. Untuk ML sama dia?

"Zi.. Kamu dimana? Sory deh kalau kamu tersinggung.. Sory Zi.. Zi.. Jangan marah ya.. Gue cuma ingin melampiaskan apa yang ada dalam pikiran gue. kalau lu nggak berkenan.. Lupain aja deh Zi kalau gue pernah nanya!" Ketiknya.

Setelah agak lama aku membiarkannya, akhirnya aku memutuskan untuk menjawabnya.

"Bey.. Gue nggak marah kok! Cuma kaget aja!"
"Eh.. Bey.. Gue harus offline dulu neh! Ada kerjaan yang harus gue kerjain! Nanti gue telepon deh! bye.."

Hubungan langsung kututup. Seketika kumatikan koneksi internetku. Tak lama, tiba-tiba HP ku berbunyi. Ada SMS masuk! 'Nanti malem aku telpon ya say!' sebuah pesan singkat dari Bey. Sekitar jam 10 malam, aku mengirimkan SMS ke Bey, yang mengatakan bahwa aku sudah bisa diajak bicara. Tak berapa lama ia menelponku.

"Zi.." Ucapnya pelan.
"Biasa aja lagi Bey.. Gue nggak papa kok! Gue cuma kaget doang. Emangnya lo sudah ngebet banget ya?" Tanyaku.
"Iya nih Zi.. Dari pada gue main sama orang yang nggak jelas.. Gue ingin banget main sama lo!" Ujarnya polos.
"Iya sih.. Gue juga lagi ingin banget.. sudah gitu Ale pas nggak ada!"
"Boleh.. Kapan?" tanyaku.
"Asyik!! Besok kan libur tuh.. Lo gue jemput deh.. Kita ngingep di hotel. Yah?" Katanya kegirangan.
"Lo paling suka diapain?" Tanyanya kemudian.
"Gue.. Wah.. Banyak deh! Di oral juga suka banget! Biasanya kalau foreplay paling enak tuh di oral dulu" Jawabku.
"Gue janji bakalan bikin lo puas deh!! Gue kan juga nggak kalah sama Ale!" Ujarnya.
"Bukti dulu! baru ngomong!" Sahutku.

Setelah agak lama berbincang, kami pun berpisah dari udara. Aku segera mempersiapan diri. Mencukur bulu memekku sampai mulus.

*****

Besoknya, aku dijemput Bey jam 5 sore di rumahku dengan motor Tiger merahnya, kemudian kami meluncur ke sebuah Hotel mungil yang aku sendiri tidak begitu mengenal daerahnya. Bey mendaftarkan untuk memperoleh sebuah kamar. Aku mengikutinya dari belakang menuju kamar kami. Sesampainya di kamar, aku segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badanku. Tak berapa lama setelah aku menanggalkan pakaian dalamku dan hanya mengenakan kaosku yang longgar, Bey mengetuk pintu kamar mandi. Waktu kubuka, ternyata disana ada Bey yang hanya mengenakan celana dalam berwarna biru mudanya. Sepertinya celana itu menyimpan benda yang terlalu besar untuk dimasukkan didalamnya.

Bey langsung mencium bibirku dan memainkan lidahnya ganas dalam mulutku. Aku tidak mau kalah, akupun memainkan lidahku ke dalam mulutnya. Nafas kami berdua semakin memburu. Tangannya yang satu meremas-remas tetekku dan memainkan putingnya dan lainnya mengorek-ngorek memekku dengan jarinya. Tanganku pun tak tinggal diam. Aku meletakkan telapak tangan kananku diatas gundukan dicelananya, meremas-remasnya sedikit dan mengocoknya dari luar. Terasa seperti ada darah yang panas naik di punggungku, mendidih semua darahku oleh nafsuku. Yang ada dalam benakku saat itu hanyalah mewujudkan impianku selama ini untuk merasakan apa yang ada dibalik celana dalamnya, yang selama ini menghantuiku.

Aku menyandarkannya pada tembok kamar mandi dan mulai menjilati lehernya, kemudian semakin ke bawah, ke arah putingnya. Dadanya yang bidang dan ujung putingnya yang mungil, membuatku gemas ingin menggigitnya. Kuputar putar lidahku disekeliling putingnya kemudian menghisapnya kuat. Kudengar desahan halus dari mulut Bey menandakan ia juga menikmatinya, membuatku semakin bersemangat. Perlahan, lidahku menuju celana dalamnya yang berisi benda yang tadinya agak lembek, sekarang sudah sangat keras sekali. Pertama kucium bagian itu dengan mesra dari luar celananya, perlahan kubuka celana dalamnya itu, dan kontolnya mencuat seperti terbebas dari sangkar celana dalamnya. Batangnya yang panjang sekitar 16 cm dan sungguh tebal sekitar 5,5 cm itu membuatku terpana sebentar. Panjangnya memang tidak sepanjang milik Ale, tapi.. Sangat tebal!

Aku mulai menghisap bola bolanya dibagian bawah, kemudian menjilat dari bawah ke ujung kontolnya. Kepala kontolnya yang mengkilat karena sudah basah oleh larutan pelumasnya, kumasukkan dengan segera ke dalam mulutku. Terasa penuh, tapi aku ingin mereguk semua kontolnya hingga sampai ke dalam tenggorokanku. Desahan Bey semakin kuat menandakan ia juga menikmatinya. Kukocok kontolnya itu dalam mulutku dengan irama kadang cepat, kadang lambat. Sambil kuputar-putar tanganku yang menggenggam batang yang tersisa diluar mulutku sambil meremasnya perlahan. Semakin cepat aku menghisapnya, semakin Bey mendorong kepalaku supaya kontolnya masuk sepenuhnya dalam mulutku. Tiba tiba, ia menarik badanku dan mebalikkan badanku hingga menghadap tembok. Ia menarik pantatku hingga aku sedikit menungging. Terasa ada benda tumpul yang mulai menyodok-nyodok memekku yang sudah basah. Dalam satu kali tusukan yang keras, Bey menghujamkan kontolnya ke dalam memekku.

"Ssshh.. Aaahh.. Beeyy.." Jeritku saat itu.

Sebentar ia membiarkan kontolnya diam dalam memeku. Tangan kanannya mengusap-usap klitorisku dari depan, sementara yang satunya meremas tetekku. Ia mencium pundak dan leherku bagian belakang, membuatku semakin merinding. Perlahan ia mulai mengocok kontolnya dalam memekku. Terasa penuh dan sulit untuk digerakkan. Dinding memekku seakan ditarik-tarik keluar. Aku merapatkan pahaku, hingga benar-benar terasa kontolnya yang besar itu mengacak-acak memekku. Ia mengocoknya semakin kuat, dengan tusukan-tusukan yang dalam.

"Beeyy.. Eeennaakk.. Ssayy.. Aahh.. Teruuss.. Llaggii Beey.. Ah.. Aahh.. Ssshh.." aku mulai ngelantur.

Tiba-tiba terasa perutku bagian bawah mulai mengejang, otot-otot memekku mulai bergetar, pahaku mulai tidak kuat merasakan ledakan nafsu dalam tubuhku. Aku menjerit semakin kuat memanggil namanya.

"Beeyy.. Aaahh.."

Terasa otot-otot memekku berkedut keras, meremas kontol Bey yang masih tertanam didalamnya. Bey memegang pinggangku, menjagaku agar tidak terjatuh. Ia mengeluarkan kontolnya, dan mendudukkanku diatas toilet. Kontolnya masih berdiri tegak, berdiri persis di depan mataku. Kontol yang ada di depan mataku itu, langsung saja kuhisap. Kumainkan dalam mulutku. Terasa sangat penuh, tapi nikmat sekali. Kembali aku memainkan lidahku di kepala kontolnya, membuat Bey mendesah desah perlahan, tanda ia sangat menikmatinya. Sesekali ia mendorong kepalaku hingga kontolnya masuk lebih dalam ke dalam mulutku. Semakin cepat aku mengocoknya.

"Aaahh.." Tiba tiba ia mendesah, bersamaan dengan itu, spermanya berhamburan dalam mulutku, terasa beberapa kali semprotan yang kuat ke dalamnya. Kutelan semua spermanya hingga tidak tersisa sedikitpun, kemudian kujilat seluruh kontolnya dan kukulum dalam mulutku.

Setelah aku beristirahat sebentar, kembali aku menghisap kontolnya hingga kembali bangun dan berdiri tegak. Bey menyalakan air hangat dari shower dan menyemprotkan ke memekku. Ia mengelus-elusnya perlahan. Aku membuka pahaku supaya ia bisa lebih leluasa. Ia mengambil sabun khusus untuk memekku, dan mengusap usapnya hingga berbusa, memainkan jarinya disana kemudian setelah bersih, ia kembali membilasnya dengan air hangat.

Setelah aku mendapatkan kembali kekuatanku, kami keluar dari kamar mandi dan berbaring di tempat tidur. Kami kembali berciuman mesra. Dari hanya berciuman biasa, aku mulai memainkan lidahku dalam mulutnya. Bey mulai naik diatasku dan mulai menciumi sekujur tubuhku. Dari telingaku, leherku, putingku tidak ada yang terlewatkan. Lidahnya yang hangat, menjelajahi daerah-daerah sensitifku dengan sempurna. Benar-benar membuatku sangat bernafsu. Tak berapa lama, lidahnya mendarat di memekku.

"Ahh.. Ssshh.." Desahku keenakan.

Lidahnya mulai memainkan lubang memekku, kadang menghisap bibir memekku, kemudian tiba-tiba menusukkan lidahnya yang hangat itu dalam memekku, membuatku serasa melayang. Ia menghisap-hisap lubangku, seperti difakum rasanya. Sungguh nikmat tiada tara. Berbeda dengan ketika ia menusukkan kontolnya, kali ini, terasa kecil tapi sangat lembut dan menggelitik. Memekku dibuatnya gatal, terasa ada cairan yang mengalir keluar dari lubang memekku, tapi dengan segera ia menjilatnya hingga bersih. Semakin lama semakin nikmat rasanya. Aku mendesah sangat kuat karena keenakan. Terasa ada desakan dari dalam memekku, membuatku semakin menggelinjang. Aku mulai merapatkan pahaku, taktahan aku menahan gejolak dalam dadaku.

"Ahh.. Beeyy.. Eennakk.. Aaahh.. Bey.. Keluar.. Beyy.. Beeyy.."

Aku meracau tak jelas, ketika memekku mulai berkedut, dan mengeluarkan cairan kenikmatan dari dalam.

"Gila Bey.. Lidah lo! Kontol lo! Enak banget! Ahli banget sih lo! Belajar dimana?" Ujarku sambil mengelus kepalanya yang masih di memekku. Kuliahat bibirnya belepotan cairan cintaku. Ia kemudian menjilatnya hingga bersih, kemudian ia menciumku mesra.

Ia terlentang disebelahku, masih dengan kontolnya yang berdiri tegak. Ternyata sampai tadi, ia belum juga mengendurkan otot-otot kontolnya. Aku duduk diatasnya, dan membimbing kontolnya masuk dalam memekku. Aku menurunkan pantatku.

"Ughh.." desahku, merasakan kontolnya yang panjang itu masuk ke dalam memekku. Menekan peranakanku. Perlahan aku memutar mutar pantatku, sementara ia sekali sekali menusukkan kontolnya ke dalam memekku dengan menyentakkan pantatnya, membuatku semakin melayang. Segala arah kucoba, semakin aku tergila gila dengan kontolnya. Dari berputar putar, maju mundur, bahkan naik turun seperti mengendarai kuda. Ya, aku seperti mengendarai kuda jantan yang kuat. Memekku terasa diobok obok, diaduk aduk. Aku berpegangan dengan kepala tempat tidur supaya aku bisa lebih kuat menggoyang pantatku.

Plok.. Plok.. Plok.. bunyi setiap kali pahaku beradu dengan pahanya. Sesungguhnya aku sudah semakin tidak kuat menahan kenikmatan itu, otot dalam memekku terasa sangat tegang, mengikat kuat kontol yang tertanam didalamnya.

"Aaahh.. Beeyy.. Akkuu mauu keluaarr.. Beeyy.." Aku meracau merasakan kenikmatan yang tiada tara.
"Bareng sayy.. Aaahh.." Terasa kedutan keras di batangnya, menandakan ia telah mengeluarkan spermanya dalam memekku.

Aku tetap duduk diatasnya sebentar. Taklama kukeluarkan kontolnya yang sudah sedikit lemas. Aku mulai mengulum kontolnya yang sudah sedikit menciut. Ternyata sekalipun begitu, tidak muat sepenuhnya dalam memekku. Hmm.. Akhirnya impianku tercapai mendapatkan kontolnya yang besar itu.

Tamat


Nightmare on otista street

Awek Pantat Panas CantikNatalina adalah seorang gadis cantik yang sangat terkenal di kota Bandung, ia tercatat sebagai mahasiswi angkatan 95 di jurusan eonomi universitas parahyangan Bandung. Ia benar-benar cantik dan sexy, kulitnya yang putih mulus dan dandanannya yang selalu trendy dan gaul membuat semua lelaki terpana melihatnya. Belum lagi bajunya yang seringkali ketat menampakkan jelas bentuk tubuhnya yang semampai. Banyak sekali sebenarnya lelaki yang naksir kepadanya, hanya saja jarang yang berani maju mendekatinya. Maklum saja selain ia cantik, pintar ia tergolong mahasiswi jetset. Natalina juga anak pemilik sebuah toko departemen store yang cukup terkenal di bilangan otista Bandung, sehingga tak aneh ia juga kaya raya. Bayangkan, kurang apa lagi Natalina, cantik, pintar, kaya raya lagi.ck..ck..ck..ck..

Tapi Natalina dengan kehidupan makmurnya itu, tidak pernah menyangka akan mengalami sesuatu kejadian yang akan menimpa dirinya. Begini ceritanya:



Suatu hari, orang tua Natalina pergi ke luar negeri, memang sesuatu yang tidak aneh untuk keluarganya bepergian keluar negeri. Sehingga saat itu, ia hanya sendirian di rumahnya yang besar. Ia hanya ditemani oleh 2 orang pembantunya. Ketiga saudaranya kebetulan juga sedang pergi. Hari telah malam, Natalina pun bergegas mempersiapkan dirinya untuk pergi tidur, ia pun mencuci mukanya, dan mengenakan baju tidur terusan (daster) yang terbuat dari sutra berwarna merah muda. Natalina sungguh terlihat sexy dengan pakain tidurnya itu. Tubuhnya terlihat indah dibalik kain sutra tipis itu, kedua payudaranya nampak menonjol jelas, karena ia sudah tidak menggunakan BH. Rambutnya yang panjang sebahu itu diikat dengan jepitan rambut seperti orang akan mandi sehingga leher belakang Natalina yang putih terlihat jelas dan menggairahkan.

Ketika Natalina sudah masuk kamar dan bersiap akan tidur, ia mendengar bel berbunyi, tetapi ia tidak mempedulikannya
"Hmm, siapa ya malam-malam? Ah mungkin si Dede pulang, biar saja pembantu yang membukakan.." pikir Natalina dalam hati.
Tidak lama kemudian Natalina terkejut mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah seperti ada orang yang sedang berkelahi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah kagetnya Natalina saat ia membuka pintu kamarnya, ia melihat segerombolan lelaki tak dikenal sedang mengobrak-abrik ruangan tengah rumahnya sembari berteriak-teriak, mereka semua terlihat membawa samurai panjang yang terhunus.

Melihat itu Natalina mencoba masuk kembali kedalam kamarnya, tetapi terlambat seorang rampok segera menangkap Natalina dan membekapnya dari belakang
"Mau kemana Kamu!!Jangan macam-macam ya!!Nanti saya bunuh kamuu..!!"
Bentak rampok itu. Natalina mencoba meronta dan berteriak minta tolong
"Toloong..tooloong..garoong..garoo.."
PLAAKK!! Tiba-tiba belum selesai ia berteriak, sebuah tamparan keras mendarat dipipinya yang mulus.
"DIAM KAMU!! Atau saya gorok leher kamuu!!"
Mendengar itu Natalina terdiam ketakutan. Rampok itu segera mengikat tangan Natalina dengan seutas tali dan didudukannya Natalina dilantai dekat kamarnya. Para rampok itu segera sibuk menjarah segala yang berharga di rumah tersebut, mereka masuk kedalam kamar orang tuanya dan menjarah Handphone, jam tangan, perhiasan, dan sejumlah uang. Setelah beberapa saat, seorang rampok berteriak,
"Mana harta yang laen? koq Cuma segini, masak rumah sebesar ini duitnya Cuma secuil?? Hei Non, mana uang yang laen?"

Nampaknya mereka tidak puas dengan hasil jarahannya.
"..Tidak tahu pak..tidak ada uang lagi..Cuma segitu.." jawabnya.
"Yang benar saja kamu!!bohong ya!!jawab yang benar, mana uang kamu!!"
Bentak seorang rampok tidak puas akan jawaban natalina.
"Benar paak..tidak ada..orang tua saya lagi pergi..cuman ada segitu.."
Rampok itu menghampiri Natalina dan berjongkok didekatnya.
" Jadi ga ada uang lagi?cuman ada segini?" Tanya rampok itu.
Natalina hanya mengangguk pelan.
"Teman-teman, denger!katanya cuman ada segini uangnya..dikit banget..percuma nih kita cape-cape cuman dapat secuil.."
Temannya menyahutinya dengan jawaban-jawaban kasar, penuh makian.
"Tapi ngga' papa, supaya ga rugi, gimana kalo kita ganti dengan anak gadisnya ini? Kayaknya boleh juga nih.."kata rampok tersebut sembari memandangi Natalina yang ketakutan.

Semua teman-temannya yang berjumlah 7 orang berteriak setuju. Mendengar itu, rampok tadi tersenyum dan berkata kepada natalina,
" Ya udah kalo gitu non, terpaksa non ganti rugi ke kita pake tubuh Non.."
ujarnya sambil tersenyum dan membelai wajah Natalina yang cantik. Dipandanginya sebentar Natalina yang gemetaran ketakutan.
" Tapi kamu emang cantik..gua terangsang juga nih. Ngeliat body lu.."
Rampok itu mulai menggerayangi dada Natalina yang hanya dilapisi kain sutra halus tipis itu.

Natalina mencoba melawan dan meronta
"Jangan pak..jangan..ampunn..jangan..aduuh..jangaan paak..ampuunn..jangan perkosa saya..ampuun..!!" tangis Natalina.

Mereka hanya tertawa mendengar tangisan Natalina dan membuat mereka semakin bernafsu. Rampok yang tadi terus menggerayangi payudara Natalina yang montok dan empuk itu dengan kedua tangannya.Dengan penuh nafsu, ia meremas-remas susu Natalina selama 3 menit, lalu ia mencoba menyingkapkan bawahan daster Natalina yang memang mini itu, sehingga terlihat paha mulus Natalina

Rampok itu mengelus perlahan paha indah tersebut. kemudian ia membopong Natalina dan membawanya ke kamar Natalina , lalu direbahkannya gadis malang itu di ranjang Rampok yang lain pun turut serta masuk ke kamar, nampaknya mereka akan berpesta pora dengan tubuh seorang gadis cantik. Seorang rampok yang berdiri di pinggir ranjang mulai membuka bajunya, terlihat tubuhnya yang berkulit hitam legam penuh dengan tato. Nampaknya ia adalah ketua gerombolan perampok ini. Kemudian ia perlahan naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya diatas tubuh Natalina yang tergolek tidak berdaya.

Rampok itu mulai memeluk dan menciumi wajah Natalina Tercium olehnya wangi tubuh Natalina yang segar dan sungguh membuat nafsu bergejolak. Rampok tersebut semakin cepat mencumbu Natalina sembari tangannya terus menggerayangi dada dan selangkangan Natalina. Tidak lama kemudian, rampok itu tidak sabar lagi, dirobeknya daster sutra itu. BREEKK.. ia sungguh-sungguh terpesona dengan pemandangan di depan matanya, Natalina yang sudah tidak mengenakan BH, terlihat sepasang payudara indah milik seorang gadis keturunan yang cantik menjulang tinggi lengkap dengan pentilnya yang berwarna coklat muda.

Natalina hanya mengenakan CD G-string putih, sehingga sepertinya celana dalam itu hanya menutupi vaginanya dan pantatnya dibiarkan bebas terbuka, sungguh membuat semua rampok itu menelan air liur ingin mencoba tubuh Natalina.Kembali rampok itu beraksi, kali ini kedua payudara itu yang dikerjain habis-habisan. Diremas-remas, dipijat-pijat, bahkan ia sampai mencubit kedua puting mungil itu. Natalina hanya bisa pasrah menahan deritanya. Rampok itu melanjutkan aksinya dengan menciumi dan menjilat payudara Natalina mulai dari lembah sampai ke puncaknya.Sampai di puncak, ia menghisap dan mengulum pentil itu dengan penuh semangat sampai terkadang saking gemasnya ia gigit pentil Natalina. Natalina hanya bisa melenguh dan mendesah menahan sakit dan nikmat tersebut .

Puas dengan gunung kembar itu, rampok tersebut mulai berpindah sasaran kali ini ia segera melucuti celana dalam Natalina. Ia pun kembali terpana melihat vagina Natalina yang masih suci dan indah hanya ditutupi bulu-bulu halus, karena Natalina tergolong apik ia sering mencukur bulunya agar terlihat rapi. Tidak tahan lagi rampok tersebut segera 'menyerang' vagina itu dengan lidahnya Dibentangkannya kaki Natalina lebar-lebar, ia pun segera menukik menyerang selangkangan Natalina yang sudah 'wide open' itu. Lidah tersebut bergerak lincah ke segala arah menjelajahi vagina Natalina. Permainan itu berlangsung kira-kira 5 menit, lalu rampok itu maju ke babak berikutnya.

Kali ini giliran Natalina yang beraksi. Sang rampok menbuka celana dalamnya sendiri. Terlihat batang penisnya yang hitam sudah benar-benar berdiri menunggu giliran, dikocok-kocoknya sebentar batang itu. Lalu diarahkannya ke wajah Natalina. Digesek-gesekkannya batang penis itu di wajah cantik Natalina. Natalina tidak bisa menolak, ia hanya pasrah membiarkan batang itu bergesekan dengan wajahnya. Setelah itu sang rampok memaksa Natalina untuk membuka mulutnya.
" HEH! Buka mulutlu!ayo isap!!AYOO!!"
Natalina dengan perlahan membuka mulutnya, segera saja rudal rampok itu masuk kedalam mulutnya dan bergerak maju mundur di dalam mulut Natalina.
"Hei ayo goyangin lidah lu, jilat dan isap penis gua!"
Mendengar itu Natalina mematuhinya, ia mulai menjilat batang penis itu dengan perlahan. Rampok itu semakin cepat menggoyangkan pinggulnya di hadapan wajah Natalina, setelah puas, ia langsung mencoba menyerang bibir Natalina yang satu lagi yang berada di selangkangan.

Diarahkannya rudal itu ke lobang kenikmatan. Agak sedikit susah karena lubang tersebut masih virgin, Tetapi akhirnya berhasil diterobos juga, penis hitam dan besar itu akhirnya berhasil keluar masuk di vagina Natalina. Pertama-tama gerakannya perlahan tetapi lama kelamaan semakin cepat dan brutal, ia tidak mempunyai rasa kasihan kepada Natalina yang berteriak kesakitan karena dimasuki oleh penis yang begitu besar.
" Ah..Ah..ah..euh..eanaak..ayo neng..teruss..enaak..Wuuh..!" gumam sang rampok sembari memompa vagina Natalina.
Sementara kedua tangan rampok bersandar di payudara Natalina. Sembari sesekali dipilin-pilinnya pentil Natalina seperti sedang mencari gelombang radio saja. Sungguh pemandangan yang mengundang hawa nafsu, seorang gadis cantik berkulit putih bersih dan telanjang bulat berada di posisi bawah ditindih seorang preman yang bertato. Mendapat perlakuan itu Natalina hanya bisa menggeliat menahan geli dan rangsangan yang begitu hebat.Tetapi ia mencoba bertahan untuk tidak orgasme, walau dipompa sedemikian rupa oleh penis sang rampok.

20 menit kemudian, sang rampok tidak tahan lagi, akhirnya ia memuntahkan air maninya didalam vagina Natalina.
"Euuh..euuhh..sstt..aah..gua ngecrot .aah..enaak.."
Gumam sang rampok sembari penisnya memuntahkan lahar putihnya itu. Tubuh sang rampok terlihat berkelejotan saat berejakulasi.. Nampak benar-benar nikmat sekali orgasme sang rampok Rampok itu masih terdiam di atas tubuh Natalina dan membiarkan penisnya tetap berada di dalam vagina Natalina untuk beberapa saat, Ia membiarkan sisa-sisa spermanya untuk keluar sampai tetes sperma terakhir, lalu ia mulai menarik keluar penisnya dari vagina Natalina, tampak penisnya yang sudah mengecil itu masih basah karena semprotan air maninya sendiri dan cairan vagina Natalina.

Lalu ia memberikan kesempatan kepada teman-temannya yang lain. Rekan rampok yang lain bergerak maju, kali ini ia menyerang Natalina dari belakang. Diserangnya anus Natalina dengan gencar. Posisi Natalina sekarang seperti anjing yang sedang kawin..Rampok itu dengan kasar memasukkan penisnya ke lubang anus Natalina. Natalina hanya bisa mengerang kesakitan. Tubuhnya bergerak-gerak akibat hentakan sang rampok sampai-sampai payudaranya pun terbanting-banting akibat goyangan sang rampok.. Rampok tersebut memegangi kedua belah pantat Natalina agar tetap terarah sesekali ia tampar pantat Natalina seperti layaknya memecut pantat kuda. Goyangan sang rampok semakin cepat, lalu tangan kirinya menjambak rambut Natalina ke arah belakang.

Lalu ditariknya tubuh Natalina sampai punggung Natalina telah menempel di dada sang rampok. Sang rampok segera menggerayangi payudara Natalina dari belakang sambil ia menciumi leher Natalina yang sexy. Kumis sang rampok yang tebal mencucuki leher Natalina, sehingga ia merasa geli. Natalina hanya bisa memejamkan mata menahan derita itu sambil sesekali merintih, dan mendesah sehingga desahannya semakin merangsang semua rampok yang ada dikamar tersebut.
"Euuh..aahh..periih..aduuhh..ampuunn..paak.."rintih Natalina.
"AaaAhh..dikit lagi neengg..ayoo..sstt.aahh..Oohh.."
Teriak sang rampok sembari goyangannya dipercepat, rupanya ia akan segera klimaks, tak lama kemudian ia akhirnya menyemburkan air maninya didalam lubang anus Natalina. Air maninya sangat banyak sampai menetes keluar menyelusuri anus dan paha Natalina. Rampok itu tersenyum puas akhirnya ia bisa merasakan tubuh seorang gadis cantik yang sangat sexy bahkan anusnya lah yang pertama kali menembusnya.

Setelah itu kembali giliran rampok yang lain, kali ini ia memaksa Natalina untuk berlutut dan melayani penisnya dengan mulutnya. Penis rampok yang berikut ini sungguh besar dan sudah berdiri tegang. Natalina tak ada pilihan lain untuk melayani kemauan rampok itu. Dengan ganas rampok itu menggoyang-goyangkan penisnya dimulut Natalina.
"Ayoo.sedoott.. yang kencaang.. ayoo!!"
Bentaknya sembari memegangi kepala Natalina dan mengarahkannya maju mundur. Hentakannya sangat cepat sampai-sampai buah zakarnya memukul-mukul dagu Natalina. Tak sampai 10 menit ia pun tidak tahan lagi, sentuhan lidah dan bibir Natalina membuat penisnya mabuk berat. Ia pun segera memuntahkan air maninya yang banyak di dalam mulut Natalina,
"Aaahh..enaak..aahh..aahh..Ouhh..Oouhh..sstt.."
Erangnya sambil menahan kepala natalina agar tidak lepas saat ia berejakulasi dan seluruh air maninya tumpah ruah di dalam mulut Natalina.

Natalina terpaksa menelain air mani itu sampai habis. Setelah itu para rampok yang lain tidak sabar lagi, mereka maju bersamaan rupanya Natalina akan diperkosa rame-rame.Seorang mengambil posisi untuk menyerang dari belakang, tubuh natalina ditaruh diatasnya dengan posisi memunggungi rampok tersebut. Lalu yang lain menyerang vagina Natalina, sementara seorang mengambil posisi di dada Natalina, ia meletakkan penisnya dan bergerak maju mundur diantara payudara Natalina yang didempetkan sehingga menjepit penisnya, seorang lagi mengangkangi kepala Natalina dan memasukkan rudalnya ke mulut Natalina, sementara seorang rampok yang lain mengambil tangan kanan Natalina dan membuatnya mengocok penis nya.

Rasanya sungguh nikmat dikocok oleh tangan mungil Natalina. Mereka terus mengerjai Natalina dengan mantap di posisinya masing-masing mereka terus bergiliran berotasi mencicipi anus, vagina, payudara, mulut dan tangan Natalina. Beberapa saat kemudian Natalina tidak tahan lagi, ia pun akhirnya hancur juga pertahanannya, akhirnya Natalina ejakulasi dengan deras, cairan natalina keluar sangat banyak karena ia sedari tadi menahan rangsangan yang ia terima.

Peristiwa itu disambut para perampok dengan teriakan-teriakan tertawa membahana, bahkan tanpa rasa jijik seorang dari mereka menjilat cairan vagina Natalina.
"Sluurrpp..sluurrpp..hmm..nikmaat..rasanya air mani pertama gadis perawan..hahaha.."
Natalina dikeroyok selama 1/2 jam tidak lama kemudian satu persatu nyaris bersamaan para perampok itu orgasme di tempat proyeknya masing-masing. Tubuh Natalina yang sexy itu sudah penuh oleh sperma.

Para perampok tertawa puas, Natalina berpikir mimpi buruknya telah berakhir, ternyata ia salah, 3 orang rampok yang pertama rupanya belum puas, mereka merangsek maju lagi dan memperkosa Natalina untu kedua kalinya. Bahkan salah seorang dari mereka mengambil obeng yang mereka pakai untuk membuka pintu dan memasukkan gagang obeng besar itu ke vagina Natalina. Dikocok-kocoknya vagina Natalina dengan gagang obeng itu, Natalina menggeliat kesakitan dan kenikmatan. Ia memang merasakan perih di lubangnya tapi juga merasakan kenikmatan tiada tara.

Natalina menggeliat dan membanting tubuhnya ke kiri dan kekanan membuat rampok itu semakin cepat mengocok vagina Natalina dengan obeng. Akhirnya Natalina kembali ejakulasi untuk kedua kalinya. Sang rampok begitu senang melihat cairan mengalir deras dari vagina Natalina, lalu kembali ia menggarap tubuh Natalina sampai puas. Kedua rekan yang lain dengan sabar menanti giliran.

Akhirnya Natalina digilir oleh masing-masing rampok itu 2x. Setelah puas menggarap Natalina, para rampok itu segera beranjak pergi sambil membawa barang jarahannya meninggalkan Natalina yang masih bugil terkulai lemas di ranjangnya yang penuh dengan bercak sperma dan darahnya. Dia hanya bisa menangis sesegukan meratapi nasibnya.. Oh..mimpi buruk apa aku..isaknya..Kasihan sekali Natalina..What a nightmare on otista street..

Tamat