Category Archives: seks blogspot

Mendapat kenalan baru

Awek Pantat Panas CantikSaya ingin menceritakan pengalaman saya dengan seorang teman saya yang belum lama ini terjadi. Namanya Lisa ***** (edited) yang juga adalah seorang warga keturunan. Saya mengenalnya ketika saya membaca suratnya di salah satu majalah bulan Desember yang mengatakan bahwa dia hendak berteman. Jadi akhirnya iseng-iseng saya mengirim surat kepadanya. Seminggu kemudian dia membalas surat saya. Setelah beberapa bulan berteman saya dikirimi foto oleh dia. Wah, rupanya orangnya cantik sekali.

Belakangan saya mengetahui kalau tinggi dan berat badannya 167 cm dan berat 52 kg. Orangnya mempunyai postur badan yang benar-benar ideal. Akhirnya tepatnya Juni 2001 saat liburan kuliah dia memutuskan untuk datang ke Surabaya. Saya menjemputnya di bandar udara Juanda, tanggalnya saya masih ingat yaitu tanggal 22 Juni 2001. Setelah pesawatnya tiba saya mencari-cari dia. Tidak terlalu sulit menemukan dia karena saya sudah mempunyai fotonya. Dan rupanya orangnya benar-benar cantik, kulitnya putih pokoknya tidak rugi aku kenal sama dia deh.



Halo apakah kamu yang bernama Lisa?
Wah kamu rupanya, kamu pasti Robert kan?
Iya benar.
Wah rupanya kamu keren yach, hahaha..
Thanks atas pujiannya. Mau ngobrol di sini terus emangnya sampai malam.
Yah jelas nggak donk, so jadi aku nginap di Hotel **** (edited). Kamu udah booking-kan khan?
Tentu dong, apa mau diantar sekarang?
Boleh aku capek banget nich, ayo berangkat sekarang!
Ayo..

Setelah 1 jam tiba di Hotel **** (edited) tersebut saya meninggalkan Lisa tentunya atas kehendaknya karena dia ingin beristirahat. Sore-sore sekitar pukul 18:00 dia menelepon di HP saya dan menyuruh saya untuk mejemputnya makan malam. Sekitar pukul 19:00 saya sampai di hotel, Lisa memakai baju tank top dan rok mini yang tentunya membuat semua mata cowok tertuju pada dia. Karena Lisa sudah menunggu di bawah maka tanpa basa basi saya dan dia langsung cabut.

Mau makan di mana nich?
Terserah dech, pokoknya aku udah lapar banget dech.
Bagaimana kalau di restaurant **** (edited).
Beres dech, pokoknya makan.

Setelah makan kemudian kami berkeliling kota tanpa tujuan. Akhirnya dia memutuskan untuk main di tempat kontrakan saya. Karena saya tinggal sendirian di tempat kontrakan saya tentunya tidak ada yang bakalan marah kalau Lisa saya bawa ke kontrakan. Di kontrakan saya, kami berdua ngobrol-ngobrol sampai tidak terasa sudah jam 23:00 WIB.

Hah udah jam segini, gimana dong?
Wah iya yach.. kamu mau pulang sekarang? Aku antar yuk!
Hm, nggak enak nich, masak malam-malam aku nyuruh kamu ngantar aku, biar aku pulang sendiri aja dech naik taksi.
Jangan, masak kamu pulang sendiri? Gini ajalah mending kamu nginap di sini aja. Kebetulan di sini ada kamar kosong kok. Itu kalau kamu nggak keberatan.
Ok dech, tapi jangan macam-macam yach!

Kami mengobrol sampai pukul 02:00 pagi. Makin lama saya melihat si Lisa semakin seksi. Tubuhnya yang seksi membuat saya sangat bernafsu tapi saya tidak berani macam-macam terhadap dia. Dan kemudian akhirnya Lisa memutuskan untuk tidur. Saya mempersilakan dia tidur di kamar saya karena di sana lebih lengkap ada kamar mandi dan ber-AC, sedangkan saya sendiri tidur di kamar yang lainnya. Sewaku Lisa masuk ke kamar mandi untuk sikat gigi saya segera menyusup masuk ke kamar saya untuk mengambil beberapa barang rahasia saya, seperti boneka dan kondom yang ada di lemari saya. Malam-malam di kamar tamu karena sangat terangsang dengan keindahan tubuh Lisa saya melalukan onani dengan boneka yang saya punyai itu. Saya ingin mencari ayam di luar untuk melampiaskan nafsu saya tapi sungkan sama Lisa karena meninggalkan dia. Jadi akhirnya saya memutuskan melakukan onani yang ditemani boneka cantik itu. Boneka itu memang khusus untuk pria melakukan onani.

Saya melepas semua pakaian yang saya kenakan lalu memasang kondom di penis saya kemudian saya mulai menindih dan melakukan onani terhadap boneka itu karena saya sangat terangsang mengingat keindahan tubuh Lisa. Saya melakukan onani dengan boneka itu sambil membayangkan saya sedang melakukan hubungan seks dengan Lisa. Malam itu saya melakukan onani sebanyak 3 kali sampai persediaan kondom saya habis. Kalau tidak pakai kondom takutnya nanti spermanya tercecer di dalam boneka sehingga saya harus mencucinya. Lalu akhirnya saya tertidur lelap tanpa memakai apapun.

Pagi-pagi ketika Lisa hendak membangunkan saya, dia langsung masuk ke kamar yang lupa saya kunci. Wajahnya bersemu merah melihat saya yang tidur dalam keadaan telanjang. Saya sendiri kaget melihat dia dengan cepat menutup daerah bagian penis saya. Kemudian dia keluar dengan tergesa-gesa dengan wajah merah. Lalu saya mengenakan pakaian dan mandi dengan segera. Setelah itu kami berdua sarapan yang disiapkan oleh pembantu tidak tetap. Karena saya ingin berduaan dengan Lisa, saya menyuruh pembantu saya pulang dengan alasan saya mau keluar. Akhirnya pembantu itu pulang dan tinggal saya dan Lisa berdua.

Kemudian Lisa bertanya, Kok kamu tidur telanjang sih, terus pake boneka segala? Itu pasti boneka untuk cowok yach?
Wah kok tau? Abis mau gimana lagi, lihat tubuh kamu yang seksi siapa yang tahan? Mau gimana lagi, satu-satunya jalan yah onani dech.
Itu salahmu, siapa suruh kamu nggak mau minta aku waktu tadi malam?
Hah? Jadi boleh nich saya main sama kamu?
Kalau nggak boleh ngapain aku tadi ngomong gitu.
Wah kalo gitu aku minta sekarang yach, aku dari kemarin bener-bener nggak tahan nich.
Terserah kamu aja, soalnya aku juga nafsu sama kamu nich, tapi kamu masih ada kondom khan? Aku nggak mau ah kalau nggak pakai kondom, soalnya aku ini kayaknya dalam masa subur nich.
Wah kayaknya udah habis tuh, aku pake tadi malam untuk onani. Kalau gitu aku beli dulu dech.

Setelah sarapan saya segera ke apotek membeli kondom isi 12 warna hitam lalu pulang.
Nich kondomnya udah ada nich, so bisa khan mulai sekarang.
Wah udah nggak sabaran yach?
Ya iyalah, gimana mau sabaran kalau udah dikasih lampu hijau kayak gitu. Aku bawa kamu ke kamar yach!
Boleh.

Lalu saya menggendong Lisa ke kamar sambil berciuman. Setelah di kamar saya membaringkan Lisa di tempat tidur, lalu saya menutup pintu. Setelah menutup pintu saya menuju ke ranjang dan melihat Lisa yang sudah terlentang pasrah. Tanpa membuang kesempatan lagi saya dan Lisa segera saling berpelukan, saling meraba dan saling berciuman. Rupanya ciuman Lisa tersebut sudah sangat hebatnya. Dia sepertinya sudah berpengalaman dalam kiss. Setelah berciuman beberapa waktu saya mulai melepaskan baju dan rok Lisa dengan perlahan-lahan sambil tetap berciuman. Setelah bajunya terlepas terlihat dadanya yang sangat luar biasa. Saya sambil menelan ludah beberapa kali melihat dadanya yang besar yang masih tertutup tersebut. Dadanya itu sepertinya berukuran 36B. Dengan tidak sabar lagi saya segera membuka penutup dadanya dan terlihatlah dadanya yang sangat indah tersebut. Tanpa basa basi lagi dan tanpa meminta ijin saya langsung meraba, meremas dan mengisap dadanya. Hal itu membuat Lisa merintih-rinih kenikmatan. Oh.. uhh.. ohh pelan-pelannhh oohh..

Kemudian saya mulai meraba-raba celana dalamnya yang nampaknya sudah basah. Melihat saya meraba-raba bagian vaginanya yang masih tertutup celana dalam kemudian dia melepaskan sendiri celana dalamnya. Wow, tampaklah vaginanya yang indah dan seperti perawan (belakangan baru saya mengetahui bahwa dia mempunyai obat yang dapat merapatkan vagina). Bulu-bulunya yang tidak tebal tetapi juga tidak tipis. Bulu-bulu kelaminnya sangat rapi menambah keindahannya. Segera saya mencium dan menjilat vaginanya yang membuat dia semakin merintih kenikmatan.

Tangannya menjambak rambur saya sambil sesekali juga meremas bantal, seprei dan sebagainya. Sedangkan tangan saya tetap meraba-raba dadanya yang montok itu. Sambil tetap menjilat-jilat vaginanya yang sudah semakin basah itu, saya mulai melepas pakaian saya satu persatu. Baju dan celana begitu terlepas langsung dilempar begitu saja oleh Lisa. Jeritan kenikmatannya makin menjadi-jadi ketika saya mencoba memasukkan jari saya ke dalam vaginanya. Hal itu membuat dia tampaknya semakin tidak tahan.

Saya melakukan secara begantian. Memasukkan jari lalu menjilat dan seterusnya, hingga akhirnya, Auhh.. aahh.. oohh.. aauu keluar.. terasa ada cairan hangat yang keluar dari vaginanya. Saat Lisa mencapai orgasme dia sampai mendekap kepala saya dengan kedua pahanya sehingga kepala saya terjepit di vaginanya, sehingga saya sempat merasakan cairan Lisa yang benar-benar tiada duanya.

Setelah itu Lisa terkulai lemas, sedangkan saya belum apa-apa. Namun saya membiarkan dia dulu untuk meresapi keindahan yang baru dicapainya sambil menunggu dia kembali lagi. Dan benar, 5 menit kemudian tampaknya dia mulai bergairah kembali. Lisa langsung melepas celana dalam yang saya kenakan, lalu dia menyuruh saya berbaring. Sambil berbaring dia menjilat-jilat seluruh tubuhku membuat saya merasa keenakkan dan membuat saya melenguh berulang-ulang kali. Lalu semakin lama ciuman dan jilatan Lisa makin ke bawah, dan akhirnya sampai ke daerah penis. Penis saya waktu itu sudah tegak sekali karena ciuman Lisa yang dari tadi.

Lalu Lisa mulai memasukkan penisnya ke dalam mulutnya dan, Ohh.. iihh.. hisapannya benar-benar luar biasa, tidak pernah saya rasakan sebelumnya dengan wanita manapun. Dia sangat pandai dalam mempermainkan penis saya. Kadang-kadang dikulum bagian kepalanya lalu bagian bawah kepala lalu buah zakarku dan kadang-kadang pula disertai remasan yang tidak terlalu pelan tetapi tidak terlalu keras. Hal itu benar-benar membuat saya merasa kenikmatan bercinta.

Hisapan Lisa yang luar biasa itu membuat saya ingin segera memulai permainan yang sesungguhnya. Akhirnya saya bangkit berdiri dan membaringkan Lisa. Saya menyempatkan mencium bibir Lisa, meremas dadanya dan mencium vaginanya. Dan rupanya vaginanya sudah kembali basah. Setelah itu saya mengambil posisi yang tepat untuk memasukkan penis saya ke vagina Lisa. Tetapi Lisa memperingatkan saya untuk memakai kondom. Lalu saya mengambil kondom yang tadi sudah saya beli dan segera memasangkan pada penis saya. Setelah siap, Lisa yang sedang berbaring mengambil bantal untuk ditaruh di bawah pantatnya dan saya segera duduk dan siap untuk menembakkan penis saya ke arah vaginanya. Pertama kali saya menyodokkan penis saya, tidak masuk. Lalu untuk kedua kalinya saya menyodoknya masuk dan rupanya tepat sasaran masuk ke dalam vagina Lisa. Saya memasukkannya perlahan-lahan mulai kepalanya, lalu masuk setengahnya dan akhirnya masuk seluruhnya, dan ketika saya mulai memasukkannya hal tersebut membuat Lisa menjerit kenikmatan.

Saya dan Lisa sama-sama bergoyang penuh kenikmatan. Kadang-kadang saya meraba-raba dadanya atau bulu vaginanya sambil tetap mengeluar-masukkan penis saya ke dalam vagina Lisa dan memastikannya penis saya tidak keluar dari sarungnya. Setelah 10 menit kemudian Lisa meminta saya untuk mengganti posisi. Dia menyuruh saya berbaring lalu dia duduk di atas sambil bergoyang. Katanya posisi itu membuat dia cepat mencapai puncak klimaksnya. Dalam posisi itu kadang-kadang kami saling berpagutan, lalu aku meraba-raba dadanya yang sangat saya sukai bentuknya dan ukurannya.

Tidak lama kemudian terasa di penis saya yang berada di dalam vagina Lisa ada cairan kenikmatan. Rupanya Lisa telah mencapai klimaksnya untuk yang kedua kalinya. Semenit kemudian saya merasa juga akan mencapai klimaksnya maka saya mulai menggerakkan badan saya dengan cepat dan Croott.. sperma saya keluar dengan banyak dan segera saya cabut penis saya yang bersarung itu dari vagina Lisa. Lalu Lisa melepas kondom yang saya gunakan itu dan kemudian dia menjilat penis saya. Sejenak kami hening merasakan kenikmatan yang baru kami rasakan dan akhirnya kami tertidur.

Saya dan Lisa melakukan kegiatan seks itu sebanyak delapan kali. Pertama dan kedua di kamar tidur saya. Ketiga di kamar mandi. Keempat, kelima sapai ke delapan di hotel tempat dia menginap. Kami benar-benar merasakan kepuasan yang tiada tara. Lisa di Surabaya cuma 4 hari. Kemudian dia pulang. Dan hari ini tanggal 15 January dia menikah karena dijodohkan.

Saya akan menceritakan pengalaman pertama saya sewaktu SMU kelas 3 di Surabaya dengan WTS dan pengalaman saya dengan pacar saya yang masih virgin waktu bulan Desember . Saya mengharapkan teman-teman dapat memberitahukan ingin membaca pengalamanku yang mana? Waktu SMU atau waktu sama pacar saya yang masih perawan?

Bagi teman-teman yang mempunya koleksi BF dan ingin dijual dapat menghubungi saya dan bagi yang ingin kenalan silakan e-mail saya. Pasti dibalas. Dan bagi rekan-rekan cewek yang bersedia mengajar teman saya Tommy yang masih perjaka dapat pula menghubungi saya.

Tamat


Mendapat kenalan baru

Awek Pantat Panas CantikSaya ingin menceritakan pengalaman saya dengan seorang teman saya yang belum lama ini terjadi. Namanya Lisa ***** (edited) yang juga adalah seorang warga keturunan. Saya mengenalnya ketika saya membaca suratnya di salah satu majalah bulan Desember yang mengatakan bahwa dia hendak berteman. Jadi akhirnya iseng-iseng saya mengirim surat kepadanya. Seminggu kemudian dia membalas surat saya. Setelah beberapa bulan berteman saya dikirimi foto oleh dia. Wah, rupanya orangnya cantik sekali.

Belakangan saya mengetahui kalau tinggi dan berat badannya 167 cm dan berat 52 kg. Orangnya mempunyai postur badan yang benar-benar ideal. Akhirnya tepatnya Juni 2001 saat liburan kuliah dia memutuskan untuk datang ke Surabaya. Saya menjemputnya di bandar udara Juanda, tanggalnya saya masih ingat yaitu tanggal 22 Juni 2001. Setelah pesawatnya tiba saya mencari-cari dia. Tidak terlalu sulit menemukan dia karena saya sudah mempunyai fotonya. Dan rupanya orangnya benar-benar cantik, kulitnya putih pokoknya tidak rugi aku kenal sama dia deh.



Halo apakah kamu yang bernama Lisa?
Wah kamu rupanya, kamu pasti Robert kan?
Iya benar.
Wah rupanya kamu keren yach, hahaha..
Thanks atas pujiannya. Mau ngobrol di sini terus emangnya sampai malam.
Yah jelas nggak donk, so jadi aku nginap di Hotel **** (edited). Kamu udah booking-kan khan?
Tentu dong, apa mau diantar sekarang?
Boleh aku capek banget nich, ayo berangkat sekarang!
Ayo..

Setelah 1 jam tiba di Hotel **** (edited) tersebut saya meninggalkan Lisa tentunya atas kehendaknya karena dia ingin beristirahat. Sore-sore sekitar pukul 18:00 dia menelepon di HP saya dan menyuruh saya untuk mejemputnya makan malam. Sekitar pukul 19:00 saya sampai di hotel, Lisa memakai baju tank top dan rok mini yang tentunya membuat semua mata cowok tertuju pada dia. Karena Lisa sudah menunggu di bawah maka tanpa basa basi saya dan dia langsung cabut.

Mau makan di mana nich?
Terserah dech, pokoknya aku udah lapar banget dech.
Bagaimana kalau di restaurant **** (edited).
Beres dech, pokoknya makan.

Setelah makan kemudian kami berkeliling kota tanpa tujuan. Akhirnya dia memutuskan untuk main di tempat kontrakan saya. Karena saya tinggal sendirian di tempat kontrakan saya tentunya tidak ada yang bakalan marah kalau Lisa saya bawa ke kontrakan. Di kontrakan saya, kami berdua ngobrol-ngobrol sampai tidak terasa sudah jam 23:00 WIB.

Hah udah jam segini, gimana dong?
Wah iya yach.. kamu mau pulang sekarang? Aku antar yuk!
Hm, nggak enak nich, masak malam-malam aku nyuruh kamu ngantar aku, biar aku pulang sendiri aja dech naik taksi.
Jangan, masak kamu pulang sendiri? Gini ajalah mending kamu nginap di sini aja. Kebetulan di sini ada kamar kosong kok. Itu kalau kamu nggak keberatan.
Ok dech, tapi jangan macam-macam yach!

Kami mengobrol sampai pukul 02:00 pagi. Makin lama saya melihat si Lisa semakin seksi. Tubuhnya yang seksi membuat saya sangat bernafsu tapi saya tidak berani macam-macam terhadap dia. Dan kemudian akhirnya Lisa memutuskan untuk tidur. Saya mempersilakan dia tidur di kamar saya karena di sana lebih lengkap ada kamar mandi dan ber-AC, sedangkan saya sendiri tidur di kamar yang lainnya. Sewaku Lisa masuk ke kamar mandi untuk sikat gigi saya segera menyusup masuk ke kamar saya untuk mengambil beberapa barang rahasia saya, seperti boneka dan kondom yang ada di lemari saya. Malam-malam di kamar tamu karena sangat terangsang dengan keindahan tubuh Lisa saya melalukan onani dengan boneka yang saya punyai itu. Saya ingin mencari ayam di luar untuk melampiaskan nafsu saya tapi sungkan sama Lisa karena meninggalkan dia. Jadi akhirnya saya memutuskan melakukan onani yang ditemani boneka cantik itu. Boneka itu memang khusus untuk pria melakukan onani.

Saya melepas semua pakaian yang saya kenakan lalu memasang kondom di penis saya kemudian saya mulai menindih dan melakukan onani terhadap boneka itu karena saya sangat terangsang mengingat keindahan tubuh Lisa. Saya melakukan onani dengan boneka itu sambil membayangkan saya sedang melakukan hubungan seks dengan Lisa. Malam itu saya melakukan onani sebanyak 3 kali sampai persediaan kondom saya habis. Kalau tidak pakai kondom takutnya nanti spermanya tercecer di dalam boneka sehingga saya harus mencucinya. Lalu akhirnya saya tertidur lelap tanpa memakai apapun.

Pagi-pagi ketika Lisa hendak membangunkan saya, dia langsung masuk ke kamar yang lupa saya kunci. Wajahnya bersemu merah melihat saya yang tidur dalam keadaan telanjang. Saya sendiri kaget melihat dia dengan cepat menutup daerah bagian penis saya. Kemudian dia keluar dengan tergesa-gesa dengan wajah merah. Lalu saya mengenakan pakaian dan mandi dengan segera. Setelah itu kami berdua sarapan yang disiapkan oleh pembantu tidak tetap. Karena saya ingin berduaan dengan Lisa, saya menyuruh pembantu saya pulang dengan alasan saya mau keluar. Akhirnya pembantu itu pulang dan tinggal saya dan Lisa berdua.

Kemudian Lisa bertanya, Kok kamu tidur telanjang sih, terus pake boneka segala? Itu pasti boneka untuk cowok yach?
Wah kok tau? Abis mau gimana lagi, lihat tubuh kamu yang seksi siapa yang tahan? Mau gimana lagi, satu-satunya jalan yah onani dech.
Itu salahmu, siapa suruh kamu nggak mau minta aku waktu tadi malam?
Hah? Jadi boleh nich saya main sama kamu?
Kalau nggak boleh ngapain aku tadi ngomong gitu.
Wah kalo gitu aku minta sekarang yach, aku dari kemarin bener-bener nggak tahan nich.
Terserah kamu aja, soalnya aku juga nafsu sama kamu nich, tapi kamu masih ada kondom khan? Aku nggak mau ah kalau nggak pakai kondom, soalnya aku ini kayaknya dalam masa subur nich.
Wah kayaknya udah habis tuh, aku pake tadi malam untuk onani. Kalau gitu aku beli dulu dech.

Setelah sarapan saya segera ke apotek membeli kondom isi 12 warna hitam lalu pulang.
Nich kondomnya udah ada nich, so bisa khan mulai sekarang.
Wah udah nggak sabaran yach?
Ya iyalah, gimana mau sabaran kalau udah dikasih lampu hijau kayak gitu. Aku bawa kamu ke kamar yach!
Boleh.

Lalu saya menggendong Lisa ke kamar sambil berciuman. Setelah di kamar saya membaringkan Lisa di tempat tidur, lalu saya menutup pintu. Setelah menutup pintu saya menuju ke ranjang dan melihat Lisa yang sudah terlentang pasrah. Tanpa membuang kesempatan lagi saya dan Lisa segera saling berpelukan, saling meraba dan saling berciuman. Rupanya ciuman Lisa tersebut sudah sangat hebatnya. Dia sepertinya sudah berpengalaman dalam kiss. Setelah berciuman beberapa waktu saya mulai melepaskan baju dan rok Lisa dengan perlahan-lahan sambil tetap berciuman. Setelah bajunya terlepas terlihat dadanya yang sangat luar biasa. Saya sambil menelan ludah beberapa kali melihat dadanya yang besar yang masih tertutup tersebut. Dadanya itu sepertinya berukuran 36B. Dengan tidak sabar lagi saya segera membuka penutup dadanya dan terlihatlah dadanya yang sangat indah tersebut. Tanpa basa basi lagi dan tanpa meminta ijin saya langsung meraba, meremas dan mengisap dadanya. Hal itu membuat Lisa merintih-rinih kenikmatan. Oh.. uhh.. ohh pelan-pelannhh oohh..

Kemudian saya mulai meraba-raba celana dalamnya yang nampaknya sudah basah. Melihat saya meraba-raba bagian vaginanya yang masih tertutup celana dalam kemudian dia melepaskan sendiri celana dalamnya. Wow, tampaklah vaginanya yang indah dan seperti perawan (belakangan baru saya mengetahui bahwa dia mempunyai obat yang dapat merapatkan vagina). Bulu-bulunya yang tidak tebal tetapi juga tidak tipis. Bulu-bulu kelaminnya sangat rapi menambah keindahannya. Segera saya mencium dan menjilat vaginanya yang membuat dia semakin merintih kenikmatan.

Tangannya menjambak rambur saya sambil sesekali juga meremas bantal, seprei dan sebagainya. Sedangkan tangan saya tetap meraba-raba dadanya yang montok itu. Sambil tetap menjilat-jilat vaginanya yang sudah semakin basah itu, saya mulai melepas pakaian saya satu persatu. Baju dan celana begitu terlepas langsung dilempar begitu saja oleh Lisa. Jeritan kenikmatannya makin menjadi-jadi ketika saya mencoba memasukkan jari saya ke dalam vaginanya. Hal itu membuat dia tampaknya semakin tidak tahan.

Saya melakukan secara begantian. Memasukkan jari lalu menjilat dan seterusnya, hingga akhirnya, Auhh.. aahh.. oohh.. aauu keluar.. terasa ada cairan hangat yang keluar dari vaginanya. Saat Lisa mencapai orgasme dia sampai mendekap kepala saya dengan kedua pahanya sehingga kepala saya terjepit di vaginanya, sehingga saya sempat merasakan cairan Lisa yang benar-benar tiada duanya.

Setelah itu Lisa terkulai lemas, sedangkan saya belum apa-apa. Namun saya membiarkan dia dulu untuk meresapi keindahan yang baru dicapainya sambil menunggu dia kembali lagi. Dan benar, 5 menit kemudian tampaknya dia mulai bergairah kembali. Lisa langsung melepas celana dalam yang saya kenakan, lalu dia menyuruh saya berbaring. Sambil berbaring dia menjilat-jilat seluruh tubuhku membuat saya merasa keenakkan dan membuat saya melenguh berulang-ulang kali. Lalu semakin lama ciuman dan jilatan Lisa makin ke bawah, dan akhirnya sampai ke daerah penis. Penis saya waktu itu sudah tegak sekali karena ciuman Lisa yang dari tadi.

Lalu Lisa mulai memasukkan penisnya ke dalam mulutnya dan, Ohh.. iihh.. hisapannya benar-benar luar biasa, tidak pernah saya rasakan sebelumnya dengan wanita manapun. Dia sangat pandai dalam mempermainkan penis saya. Kadang-kadang dikulum bagian kepalanya lalu bagian bawah kepala lalu buah zakarku dan kadang-kadang pula disertai remasan yang tidak terlalu pelan tetapi tidak terlalu keras. Hal itu benar-benar membuat saya merasa kenikmatan bercinta.

Hisapan Lisa yang luar biasa itu membuat saya ingin segera memulai permainan yang sesungguhnya. Akhirnya saya bangkit berdiri dan membaringkan Lisa. Saya menyempatkan mencium bibir Lisa, meremas dadanya dan mencium vaginanya. Dan rupanya vaginanya sudah kembali basah. Setelah itu saya mengambil posisi yang tepat untuk memasukkan penis saya ke vagina Lisa. Tetapi Lisa memperingatkan saya untuk memakai kondom. Lalu saya mengambil kondom yang tadi sudah saya beli dan segera memasangkan pada penis saya. Setelah siap, Lisa yang sedang berbaring mengambil bantal untuk ditaruh di bawah pantatnya dan saya segera duduk dan siap untuk menembakkan penis saya ke arah vaginanya. Pertama kali saya menyodokkan penis saya, tidak masuk. Lalu untuk kedua kalinya saya menyodoknya masuk dan rupanya tepat sasaran masuk ke dalam vagina Lisa. Saya memasukkannya perlahan-lahan mulai kepalanya, lalu masuk setengahnya dan akhirnya masuk seluruhnya, dan ketika saya mulai memasukkannya hal tersebut membuat Lisa menjerit kenikmatan.

Saya dan Lisa sama-sama bergoyang penuh kenikmatan. Kadang-kadang saya meraba-raba dadanya atau bulu vaginanya sambil tetap mengeluar-masukkan penis saya ke dalam vagina Lisa dan memastikannya penis saya tidak keluar dari sarungnya. Setelah 10 menit kemudian Lisa meminta saya untuk mengganti posisi. Dia menyuruh saya berbaring lalu dia duduk di atas sambil bergoyang. Katanya posisi itu membuat dia cepat mencapai puncak klimaksnya. Dalam posisi itu kadang-kadang kami saling berpagutan, lalu aku meraba-raba dadanya yang sangat saya sukai bentuknya dan ukurannya.

Tidak lama kemudian terasa di penis saya yang berada di dalam vagina Lisa ada cairan kenikmatan. Rupanya Lisa telah mencapai klimaksnya untuk yang kedua kalinya. Semenit kemudian saya merasa juga akan mencapai klimaksnya maka saya mulai menggerakkan badan saya dengan cepat dan Croott.. sperma saya keluar dengan banyak dan segera saya cabut penis saya yang bersarung itu dari vagina Lisa. Lalu Lisa melepas kondom yang saya gunakan itu dan kemudian dia menjilat penis saya. Sejenak kami hening merasakan kenikmatan yang baru kami rasakan dan akhirnya kami tertidur.

Saya dan Lisa melakukan kegiatan seks itu sebanyak delapan kali. Pertama dan kedua di kamar tidur saya. Ketiga di kamar mandi. Keempat, kelima sapai ke delapan di hotel tempat dia menginap. Kami benar-benar merasakan kepuasan yang tiada tara. Lisa di Surabaya cuma 4 hari. Kemudian dia pulang. Dan hari ini tanggal 15 January dia menikah karena dijodohkan.

Saya akan menceritakan pengalaman pertama saya sewaktu SMU kelas 3 di Surabaya dengan WTS dan pengalaman saya dengan pacar saya yang masih virgin waktu bulan Desember . Saya mengharapkan teman-teman dapat memberitahukan ingin membaca pengalamanku yang mana? Waktu SMU atau waktu sama pacar saya yang masih perawan?

Bagi teman-teman yang mempunya koleksi BF dan ingin dijual dapat menghubungi saya dan bagi yang ingin kenalan silakan e-mail saya. Pasti dibalas. Dan bagi rekan-rekan cewek yang bersedia mengajar teman saya Tommy yang masih perjaka dapat pula menghubungi saya.

Tamat


Makcik Anum

Awek Pantat Panas CantikMenemukan pembaca situs Rumah Seks. Salam sejahtera. Aku dari Malaysia. Sangat ingin berkongsi cerita dengan pembaca budiman. Aku N, budak nakal usia dua belas tahun sekitar tahun 60an dan masih sekolah dalam darjah Enam waktu itu. Muga kisah-kisah yang aku alami dahulu boleh dijadikan perbandingan dengan cerita-cerita yang berlaku di Milenium ini.

Aku anak polis. Hidup di berek polis. Populasi polis di sekitar berek kami terdiri dari empat buah flat dua tingkat sekitar 100 keluarga. Banyak kisah-kisah menarik yang berlaku di dalam masyarakat kami. Aku memfokuskan kisah-kisah yang aku alami sahaja.



Aku masih berpeluang dan bahagia dapat mengintai/mengintip Pakcik Hassan dan makcik Anum memadu kasihsayang dan bersetubuh dalam pondok di kebun Pakcik Hassan. Mereka tidak sedar dan tahu yang aku mengetahui rahasia mereka berdua.

Secara peribadi aku memang geram terhadap Makcik Anum. Puting teteknya berwarna merah dan besar ibu jari. Tundunnya tembam dihiasi rumput yang dipotong bagus. Perutnya kempis dan dia cerah orangnya. Akju juga tahu yang dia tidak puas bersetubuh dengan suaminya maka dia membenarkan tubuhnya diratah oleh Pakcik Hassan.

Aku sengih dan senyum sendirian. Sebabnya, bila Pakcik Hassan mengodam cipap Makcik Anum, kedua-dua mereka adalah jiran aku-aku pula dipelawa dan di ajak oleh Makcik Timah, isteri Pakcik Hassan mengodam dan mempompa pepetnya. Aneh sungguh.

Tidak lupa Kak Etun, isteri Pakcik Agus, yang tidak melepaskan peluang bila suaminya tiada, dia akan terus meminta aku menemaninya dan suka sangat mengulum batang zakarku. Dia suka memainkan lidahnya ke batang zakarku membuatkan aku sendiri kegelian dan tak ketentuan. Namun aku adalah kekasih yang setia buat Makcik Timah dan Kak Etun, dua orang isteri yang curang terhadap suami masing-masing.

*****

Petang itu redup sebab awan kelabu menghiasi langit. Angin berhembus sedikit kuat. Daun-daun lalang liang lintuk dipukul angin. Bunyi ayam berkokok dan berketuk. Kawasan kebun menjadi sunyi. Hujan jatuh satu-satu. Angin tetap bertiup..

Aku baru selesai memberi ayam-ayam ku makan. Hanya nasi semalam untuk ayam-ayam dan dedak untuk itik-itik. Bila hujan turun satu-satu, aku mula bergegas menutup pintu reban ayam. Guruh dan kilat tiada. Hanya hujan mula turun renyai-renyai.

"N.. Sini," jerit sebuah suara antara dengar dan tidak. Hujan turun renyai sambil aku berlari anak menutup mukaku dengan suratkabar lama keluar dari reban.

"O Nnn.." pekik suara itu lagi dan ketika itu aku melalui tepi kebun Pakcik Rahman.

Aku terhenti dan menoleh ke arah suara yang memanggil aku tu. Hati ku berdebar dan dub dab juga. Suara hanu ke? Aku amati suara itu sambil menghalakan pandangan ke arah datangnya suara.

"Makcik Anum lah.. Ke sini N.." panggilnya melambai dari pondok Pakcik Rahman.

Aku melihat dan mengenal-pasti yang memanggil itu makcik Anum yang sudah menunggu di pondok Pakcik Rahman sedang hujan sudah mula turun sedikit deras.

"Ya makcik.." sahut aku sambil berlari anak menuju ke pondok di mana Makcik Anum sedang berteduh duduk dalam pondok. Dia tersengih ketika aku mengah-mengah sampai ke pondok itu. Hatiku
berdebar dan kulihat dia seorang diri sedangkan pakcik Rahman tiada. Aku tidak berani bertanyakan di mana pakcik Rahman, takut nanti makcik Anum tahu yang aku mengetahui rahsia mereka berdua.

"Buat apa sini Makcik?" tanya ku dalam mengah sambil naik ke pondok dan menutup daun pintu dari plastik itu.
"Hujan mak cik teduh sekejap kat pondok pakcik Rahman ni," katanya sambil memeluk tubuh memandang kepada aku yang bersila di depannya.

Aku memakai kemeja T sekolah dan bercelana pendek. Makcik Anum mengenakan Kemeja T biru tua dan berkain batik. Nyata dia tak memakai coli dan mungkin juga dia tidak berseluar dalam. Fikirku. Nasib baik pondok Pakcik Rahman ada. Nasib baik Pakcik Rahman membuat bidai untuk menangkis angin dan hujan pada pondoknya. Angin bertiup sederhana dan hujan renyai menjadi garang sedikit. Aku dan Makcik Anum berdua sahaja di dalam pondok itu.

"Pakcik Abas mana kak?"aku bertanya sengih memandang tepat ke payudara kembar Makcik Anum.
"Dia keje jauh dua minggu. Jadi Makcik bosan. Jalan-jalan tengok kebun kat sini," katanya tersenyum melirik.

Dia tidak bermake-up namun dia tetap lawa di mataku cukup mengairahkan melihat puting teteknya menonjol kemeja T yang dipakainya.

"Makcik Anum aku tahu yang kebun-kebun kat sini bagus."
"Ya kak, Pakcik Rahman rajin berkebun dan membuat pondok ni. Saya bagi makan ayam dan itik. Kami berkebun juga sebelah sana tu," jawab aku Sengih.
"Kau ni N.. Besar badan ye.. Tak sangka usia kau masih muda lagi," kata Makcik Anum, sambil mencubit pipiku.
"Nak buat camne makcik, sudah rangka saya jauh lebih besar dari usia," jawabku.
"Agaknya ikut belah Atuk saya Makcik Anum oi."

Aku sengih dan mataku tetap terpaku kepada puting teteknya. Makcik Anum bertubuh gebu bulat. Masih muda dalam 25 tahun dan pejal Bodynya.

"Makcik sunyi ye takde anak?" aku beranya sambil meletakkan akhbar yang ada di tanganku.
"Sunyi dan bosan juga N.., Makcik lom ada rezeki nak beranak," jawab Makcik Anum lesu.

Dia menyandarkan tubuhnya ke tiang pondok tu. Angin masih bertiup segar. Dia melunjurkan kakinya di depanku. Aku tahu fikiran nakalku mula menular. Aku berhajat sangat mahu mengongkek Makkcik Anum tetapi dia masih cool bercakap denganku. Hatiku berdebar-debar juga. Penisku mula mencanak tapi aku cuba menyoroknya disebalik seluarku.

Makcik Anum melirik senyum sambil memerhatikan keadaan aku. Hujan renyai-renyai kini menjadi sedikit lebat.

"Kuat hujan kuat angin Makcik..," kataku sambil memandang keluar dari balik tirai pondok.
"Apa yang bonjol dalam seluar kau tu N," tegur Makcik Anum memandang ke seluarku yang terbonjol.
Aku senyum, tersipu dan malu sambil mengalihkan pandanganku.
"Kau ni sudah baligh ke N.." kata makcik Anum sambil memegang bonjolan di seluarku.
"Ooo, besar penis kau ni N.. Cam orang dewasa nyer," tambah Makcik Anum terus memegang batang zakarku yang mencanak dari dalam seluar. Aku segan dan menginsut ke belakang.
"Jangan malu lah dengan Makcik Anum, makcik suka kat N.." kata Makcik Anum membujuk aku dan dia sudah mula menanggalkan celana pendek ku melepasi kakiku.

Aku macam tak percaya yang bahagian bawah pinggangku sudah bogel dan jelas Makcik Anum memegang penisku dan meembelainya. Matanya terbelalak melihat kote ku yang besar dan panjang tu. Makcik
Anum sudah mula menjilat kepala zakarku.

"Makcik Anum suka kau N.. Besar kote kau niee, kalah suami makcik punya, hmm," desah makcik Anum sambil membelai dan mula mengulum batang kote aku. Aku menjingkat punggungku mengikut rentak kulomannya. Aku tak berdiam lalu meminta Makcik Anum menanggalkan kemeja t nya. Aku nak menghisap puting teteknya. Pantas makcik Anum menanggalkan kemeja T nya. Aku melihat gunung kembarnya yang besar. Bulat dengan puting Teteknya berwarna merah muda.

Sebaik payudara itu berbuai aku terus memegang dan meramas sambil makcik Anum meneruskan kocokan dan mengulum batang zakar ku yang mengembang. Makcik Anum mula membongkok menjilat dan menghisap baang Zakarku. Aku mengentel puting susu dan meramas susunya.

"Huu.." desahku, "Makcik sedapp.." aku menhinggut-hinggutkan punggungku bila kote ku terus dihisap makcik Anum.
"Mak Cik akan sedapkan kau N.. Kote kau besar.. Makcik suka." kata Makcik Anum lagi.

Aku sendiri sudah tak tahan. Aku selak kain makcik Anum. Kini makcik Anum mengangkangkan pehanya sambil bersandar ke tiang pondok. Aku menariknya perlahan untuk berbaring. Aku melihat pepetnya yang tembam. Ku raba dan mendapati ia sudah basah. Lalu aku membuat posisi 69 dengan aku di atas. Kini aroma pukinya menikam hidungku.. Uuu sedapp merangsangkan koteku menjadi keras..

Aku mula menjilat kelentit, kemudian mengulom kelentit Makcik Anum sambil memainkan lidahku. Dia mengerang halus sambil menginjalkan pungungnya mengikut rentak jilatan aku. Kemudian ku jilat lurah puki dan bibir pukinya kukulom.. Air membecak sambil menjilat aku menghirup jus madu di puki makcik Anumm yang sudah mengerang dan mendesah keras..

"N.. Makkcik tak tahan dahh.." desah makcik Anum,
"Masukkan kote kau N.. Masukkan kat sini," arah makcik Anum.

Aku pun mengikut maunya. Aku meletakkan kepala kote ku yang merah menyala besar tu ke muka lubang jusnya. Kemudian aku menolak kepala zakarku sedikit kuat..

"Aduhh.. Perlahan tolak N.." kata makcik Anum. Dia memegang pinggang aku. Aku menghenjut zakarku ke dalam sedikit.. Dan ke dalam lagi..
"UU N.. Sedapp.. Henjut N.. Henjut kat puki Makcik," arah Makcik Anum geram dan mahu.

Aku terus menghunjamkan kote ku ke lubang puki Makcik Anum. Bibir pukinya mula mengemut dan mengigit batang zakarku. Aku menyorong dan menarik keluar dalam dan lama.

"Huhh kuat-kuat henjut N.. Lajukan.." arah makcik Anum mengangkat kakinya kemudian memeluk pinggangku dengan kedua belah kakinya dan mengikut henjutan aku. Sambil itu mengoyangkan punggungnya menerima tujahan penisku dalam liang pukinya. Aku merasa puki makcik Anum besah dengan air yang banyak.

"Arghh.. Sedapp N makcik nak kuarr," kata makcik Ann menahan sedap dan mengigit bibirnya sedang aku melumat mulutnya selepas itu. Henjutan aku aku kuatkan dan melakukannya dengan laju sekali sehinga aku sendiri meraskan kegelian.

Makcik Anum orgasme sambil mencakar-cakar belakangbadanku. Aku juga tak tahan dan menyemprutkan maniku ke dalam lubang puki Makcik Anum. Aku rebah atas tubuhnya dan masih merasakan kemutan pada zakarku oleh puki Makcik Anum. Makcik Anum kepuasan.

"Pandai kau mengongkek N," puji Makcik Anum sambil mengenakan kemeja T nya. Dia menyapu bekas-bekas air mani di zakarku dengan kain batiknya.
Aku mencium Makcik Anum." Makcik pun sedap. Saya suka. Makci suka ke?"
"Mestilahh," jawabnya mencubit pipi dan zakarku.
Aku memakai celana ku semula.
"Jangan citer kat sapa-sapa N. Ini rahsia kita berdua. Nanti bila Makcik senang kita kongkek lagi ok." kata makcik Anum memeluk aku.

Aku angguk. Aku bahagia aku dapat bersetubuh dengan makcik jiran-jiranku.

*****

Hasrat untuk mengongkek Makcik Anum berjaya juga dalam hujan di pondok Pakcik Rahman. Aku bahagia keraana dapat menikmati puki milik Makcik Timah, Kak Etun dan makcik Anum.

Dan tidak ketinggalan ketiga-tiga wanita ini suka bersetubuh dengan aku. Jadi aku kenalah bergilir-gilir mengongkek dan memuaskan kehausan dan kedahagaan mereka.

E N D


Makcik Anum

Awek Pantat Panas CantikMenemukan pembaca situs Rumah Seks. Salam sejahtera. Aku dari Malaysia. Sangat ingin berkongsi cerita dengan pembaca budiman. Aku N, budak nakal usia dua belas tahun sekitar tahun 60an dan masih sekolah dalam darjah Enam waktu itu. Muga kisah-kisah yang aku alami dahulu boleh dijadikan perbandingan dengan cerita-cerita yang berlaku di Milenium ini.

Aku anak polis. Hidup di berek polis. Populasi polis di sekitar berek kami terdiri dari empat buah flat dua tingkat sekitar 100 keluarga. Banyak kisah-kisah menarik yang berlaku di dalam masyarakat kami. Aku memfokuskan kisah-kisah yang aku alami sahaja.



Aku masih berpeluang dan bahagia dapat mengintai/mengintip Pakcik Hassan dan makcik Anum memadu kasihsayang dan bersetubuh dalam pondok di kebun Pakcik Hassan. Mereka tidak sedar dan tahu yang aku mengetahui rahasia mereka berdua.

Secara peribadi aku memang geram terhadap Makcik Anum. Puting teteknya berwarna merah dan besar ibu jari. Tundunnya tembam dihiasi rumput yang dipotong bagus. Perutnya kempis dan dia cerah orangnya. Akju juga tahu yang dia tidak puas bersetubuh dengan suaminya maka dia membenarkan tubuhnya diratah oleh Pakcik Hassan.

Aku sengih dan senyum sendirian. Sebabnya, bila Pakcik Hassan mengodam cipap Makcik Anum, kedua-dua mereka adalah jiran aku-aku pula dipelawa dan di ajak oleh Makcik Timah, isteri Pakcik Hassan mengodam dan mempompa pepetnya. Aneh sungguh.

Tidak lupa Kak Etun, isteri Pakcik Agus, yang tidak melepaskan peluang bila suaminya tiada, dia akan terus meminta aku menemaninya dan suka sangat mengulum batang zakarku. Dia suka memainkan lidahnya ke batang zakarku membuatkan aku sendiri kegelian dan tak ketentuan. Namun aku adalah kekasih yang setia buat Makcik Timah dan Kak Etun, dua orang isteri yang curang terhadap suami masing-masing.

*****

Petang itu redup sebab awan kelabu menghiasi langit. Angin berhembus sedikit kuat. Daun-daun lalang liang lintuk dipukul angin. Bunyi ayam berkokok dan berketuk. Kawasan kebun menjadi sunyi. Hujan jatuh satu-satu. Angin tetap bertiup..

Aku baru selesai memberi ayam-ayam ku makan. Hanya nasi semalam untuk ayam-ayam dan dedak untuk itik-itik. Bila hujan turun satu-satu, aku mula bergegas menutup pintu reban ayam. Guruh dan kilat tiada. Hanya hujan mula turun renyai-renyai.

"N.. Sini," jerit sebuah suara antara dengar dan tidak. Hujan turun renyai sambil aku berlari anak menutup mukaku dengan suratkabar lama keluar dari reban.

"O Nnn.." pekik suara itu lagi dan ketika itu aku melalui tepi kebun Pakcik Rahman.

Aku terhenti dan menoleh ke arah suara yang memanggil aku tu. Hati ku berdebar dan dub dab juga. Suara hanu ke? Aku amati suara itu sambil menghalakan pandangan ke arah datangnya suara.

"Makcik Anum lah.. Ke sini N.." panggilnya melambai dari pondok Pakcik Rahman.

Aku melihat dan mengenal-pasti yang memanggil itu makcik Anum yang sudah menunggu di pondok Pakcik Rahman sedang hujan sudah mula turun sedikit deras.

"Ya makcik.." sahut aku sambil berlari anak menuju ke pondok di mana Makcik Anum sedang berteduh duduk dalam pondok. Dia tersengih ketika aku mengah-mengah sampai ke pondok itu. Hatiku
berdebar dan kulihat dia seorang diri sedangkan pakcik Rahman tiada. Aku tidak berani bertanyakan di mana pakcik Rahman, takut nanti makcik Anum tahu yang aku mengetahui rahsia mereka berdua.

"Buat apa sini Makcik?" tanya ku dalam mengah sambil naik ke pondok dan menutup daun pintu dari plastik itu.
"Hujan mak cik teduh sekejap kat pondok pakcik Rahman ni," katanya sambil memeluk tubuh memandang kepada aku yang bersila di depannya.

Aku memakai kemeja T sekolah dan bercelana pendek. Makcik Anum mengenakan Kemeja T biru tua dan berkain batik. Nyata dia tak memakai coli dan mungkin juga dia tidak berseluar dalam. Fikirku. Nasib baik pondok Pakcik Rahman ada. Nasib baik Pakcik Rahman membuat bidai untuk menangkis angin dan hujan pada pondoknya. Angin bertiup sederhana dan hujan renyai menjadi garang sedikit. Aku dan Makcik Anum berdua sahaja di dalam pondok itu.

"Pakcik Abas mana kak?"aku bertanya sengih memandang tepat ke payudara kembar Makcik Anum.
"Dia keje jauh dua minggu. Jadi Makcik bosan. Jalan-jalan tengok kebun kat sini," katanya tersenyum melirik.

Dia tidak bermake-up namun dia tetap lawa di mataku cukup mengairahkan melihat puting teteknya menonjol kemeja T yang dipakainya.

"Makcik Anum aku tahu yang kebun-kebun kat sini bagus."
"Ya kak, Pakcik Rahman rajin berkebun dan membuat pondok ni. Saya bagi makan ayam dan itik. Kami berkebun juga sebelah sana tu," jawab aku Sengih.
"Kau ni N.. Besar badan ye.. Tak sangka usia kau masih muda lagi," kata Makcik Anum, sambil mencubit pipiku.
"Nak buat camne makcik, sudah rangka saya jauh lebih besar dari usia," jawabku.
"Agaknya ikut belah Atuk saya Makcik Anum oi."

Aku sengih dan mataku tetap terpaku kepada puting teteknya. Makcik Anum bertubuh gebu bulat. Masih muda dalam 25 tahun dan pejal Bodynya.

"Makcik sunyi ye takde anak?" aku beranya sambil meletakkan akhbar yang ada di tanganku.
"Sunyi dan bosan juga N.., Makcik lom ada rezeki nak beranak," jawab Makcik Anum lesu.

Dia menyandarkan tubuhnya ke tiang pondok tu. Angin masih bertiup segar. Dia melunjurkan kakinya di depanku. Aku tahu fikiran nakalku mula menular. Aku berhajat sangat mahu mengongkek Makkcik Anum tetapi dia masih cool bercakap denganku. Hatiku berdebar-debar juga. Penisku mula mencanak tapi aku cuba menyoroknya disebalik seluarku.

Makcik Anum melirik senyum sambil memerhatikan keadaan aku. Hujan renyai-renyai kini menjadi sedikit lebat.

"Kuat hujan kuat angin Makcik..," kataku sambil memandang keluar dari balik tirai pondok.
"Apa yang bonjol dalam seluar kau tu N," tegur Makcik Anum memandang ke seluarku yang terbonjol.
Aku senyum, tersipu dan malu sambil mengalihkan pandanganku.
"Kau ni sudah baligh ke N.." kata makcik Anum sambil memegang bonjolan di seluarku.
"Ooo, besar penis kau ni N.. Cam orang dewasa nyer," tambah Makcik Anum terus memegang batang zakarku yang mencanak dari dalam seluar. Aku segan dan menginsut ke belakang.
"Jangan malu lah dengan Makcik Anum, makcik suka kat N.." kata Makcik Anum membujuk aku dan dia sudah mula menanggalkan celana pendek ku melepasi kakiku.

Aku macam tak percaya yang bahagian bawah pinggangku sudah bogel dan jelas Makcik Anum memegang penisku dan meembelainya. Matanya terbelalak melihat kote ku yang besar dan panjang tu. Makcik
Anum sudah mula menjilat kepala zakarku.

"Makcik Anum suka kau N.. Besar kote kau niee, kalah suami makcik punya, hmm," desah makcik Anum sambil membelai dan mula mengulum batang kote aku. Aku menjingkat punggungku mengikut rentak kulomannya. Aku tak berdiam lalu meminta Makcik Anum menanggalkan kemeja t nya. Aku nak menghisap puting teteknya. Pantas makcik Anum menanggalkan kemeja T nya. Aku melihat gunung kembarnya yang besar. Bulat dengan puting Teteknya berwarna merah muda.

Sebaik payudara itu berbuai aku terus memegang dan meramas sambil makcik Anum meneruskan kocokan dan mengulum batang zakar ku yang mengembang. Makcik Anum mula membongkok menjilat dan menghisap baang Zakarku. Aku mengentel puting susu dan meramas susunya.

"Huu.." desahku, "Makcik sedapp.." aku menhinggut-hinggutkan punggungku bila kote ku terus dihisap makcik Anum.
"Mak Cik akan sedapkan kau N.. Kote kau besar.. Makcik suka." kata Makcik Anum lagi.

Aku sendiri sudah tak tahan. Aku selak kain makcik Anum. Kini makcik Anum mengangkangkan pehanya sambil bersandar ke tiang pondok. Aku menariknya perlahan untuk berbaring. Aku melihat pepetnya yang tembam. Ku raba dan mendapati ia sudah basah. Lalu aku membuat posisi 69 dengan aku di atas. Kini aroma pukinya menikam hidungku.. Uuu sedapp merangsangkan koteku menjadi keras..

Aku mula menjilat kelentit, kemudian mengulom kelentit Makcik Anum sambil memainkan lidahku. Dia mengerang halus sambil menginjalkan pungungnya mengikut rentak jilatan aku. Kemudian ku jilat lurah puki dan bibir pukinya kukulom.. Air membecak sambil menjilat aku menghirup jus madu di puki makcik Anumm yang sudah mengerang dan mendesah keras..

"N.. Makkcik tak tahan dahh.." desah makcik Anum,
"Masukkan kote kau N.. Masukkan kat sini," arah makcik Anum.

Aku pun mengikut maunya. Aku meletakkan kepala kote ku yang merah menyala besar tu ke muka lubang jusnya. Kemudian aku menolak kepala zakarku sedikit kuat..

"Aduhh.. Perlahan tolak N.." kata makcik Anum. Dia memegang pinggang aku. Aku menghenjut zakarku ke dalam sedikit.. Dan ke dalam lagi..
"UU N.. Sedapp.. Henjut N.. Henjut kat puki Makcik," arah Makcik Anum geram dan mahu.

Aku terus menghunjamkan kote ku ke lubang puki Makcik Anum. Bibir pukinya mula mengemut dan mengigit batang zakarku. Aku menyorong dan menarik keluar dalam dan lama.

"Huhh kuat-kuat henjut N.. Lajukan.." arah makcik Anum mengangkat kakinya kemudian memeluk pinggangku dengan kedua belah kakinya dan mengikut henjutan aku. Sambil itu mengoyangkan punggungnya menerima tujahan penisku dalam liang pukinya. Aku merasa puki makcik Anum besah dengan air yang banyak.

"Arghh.. Sedapp N makcik nak kuarr," kata makcik Ann menahan sedap dan mengigit bibirnya sedang aku melumat mulutnya selepas itu. Henjutan aku aku kuatkan dan melakukannya dengan laju sekali sehinga aku sendiri meraskan kegelian.

Makcik Anum orgasme sambil mencakar-cakar belakangbadanku. Aku juga tak tahan dan menyemprutkan maniku ke dalam lubang puki Makcik Anum. Aku rebah atas tubuhnya dan masih merasakan kemutan pada zakarku oleh puki Makcik Anum. Makcik Anum kepuasan.

"Pandai kau mengongkek N," puji Makcik Anum sambil mengenakan kemeja T nya. Dia menyapu bekas-bekas air mani di zakarku dengan kain batiknya.
Aku mencium Makcik Anum." Makcik pun sedap. Saya suka. Makci suka ke?"
"Mestilahh," jawabnya mencubit pipi dan zakarku.
Aku memakai celana ku semula.
"Jangan citer kat sapa-sapa N. Ini rahsia kita berdua. Nanti bila Makcik senang kita kongkek lagi ok." kata makcik Anum memeluk aku.

Aku angguk. Aku bahagia aku dapat bersetubuh dengan makcik jiran-jiranku.

*****

Hasrat untuk mengongkek Makcik Anum berjaya juga dalam hujan di pondok Pakcik Rahman. Aku bahagia keraana dapat menikmati puki milik Makcik Timah, Kak Etun dan makcik Anum.

Dan tidak ketinggalan ketiga-tiga wanita ini suka bersetubuh dengan aku. Jadi aku kenalah bergilir-gilir mengongkek dan memuaskan kehausan dan kedahagaan mereka.

E N D