Category Archives: Sayang

Pemuja iblis – 4

Awek Pantat Panas CantikDodi setuju bertaruh denganku, Anak tersebut kembali menelan kontolku, menarik-nariknya, aku mulai menggoyang-goyang pantatku, menyodomi mulutnya yang kecil. "Akhh.. Akhh.. Hemm.. Hemm", desahanku. Kontolku sengaja tidak kumasukkan semuanya, karena anak tersebut bisa tersedak dan terbatuk nantinya. batang totongku yang masuk setengahnya saja sudah memberikan keenakan dan kenikmatan kok. Batang kontolku masih berada di dalam mulut Dodi, beberapa lamanya, hingga berakhir juga permainanku dengan meninggalkan air maniku di dalam mulutnya dan uang 10.000 ribu menjadi miliknya. Syarat pertama, atau yang ke-berapalah telah lengkap, malam itu aku tidak bisa tidur, gelisah, saat mencoba untuk bangkit dari pembaringanku begitu susah, sepertinya aku terpaku di tikar ini, tubuhku lengket dengan lantai. Dengan tubuh yang berkeringat, padahal hari tidak begitu panas, tapi tubuhku mengeluarkan keringat sangat banyak. Akhh.. Entah kenapa badanku ini, pikirku dan dengan tiba-tiba telah muncul sesosok makhluk berbulu, yah makhluk yang aku puja ternyata datang. Yah aku yakin, bahwa kondisi hari ini yang membuatku begini adalah karena makhluk itu, yah tanda-tanda kedatangan makhluk tersebut yang mendekatiku dan tubuhnya yang besar dengan bulu-bulu yang menutupi seluruh tubuhnya tersebut menindihku, akhh.. Aku rasakan bulu-bulu seluruh tubuhnya begitu lembut dan dingin. Makhluk tersebut mencumbu bibirku, akhh.. Begitu menggairahkan, aku sangat bergairah sekali jadinya. Sambil memejamkan mata dan membalas cumbuan-cumbuan bibir makhluk tersebut yang aku rasakan hangat, dan lidahnya masuk ke dalam mulutku, menjilati lidahku, menjilati langit-langit mulutku, seluruh rongga mulutku, hingga ke ujung mulutku, menggelitik anak lidah mulutku yang menggantung di ujung mulut. Akkhh.. Gelinya.. Akh.. Enaknya.. Sementara bagian duburku yang telah dimasuki kontol makhluk tersebut, terus merambat masuk dengan sendirinya, lebih ke dalam. "Akhh.. Aku mendesah keenakan, nikmatt.. Teruskann.. Teruskann..", ucapku. Makhluk tersebut dengan gerakan pelan terus melakukan permainannya, setiap gerakan dan permainannya membuatku terhanyut dengan kenikmatan dan kegelian yang sangat luar biasa dan nafsuku semakin memuncak, birahiku tak dapat kukontrol lagi. Aku memeluk tubuhnya, mengelus-elus bulu-bulu tubuhnya yang begitu lembut dan sejuk. Akhh.. Aku menikmatinya.. Aku menikmatinya.. Akhh.. Oohh.. Kenikmatan yang luar biasa, hingga berakhir di saat detik-detik fajar akan muncul di ufuk timur. Aku terkulai lemas, tak berdaya, dengan cairan maniku yang tergenang di sampingku, akhh begitu banyak, kental, entah berapa kali aku mengeluarkan air mani sampai tergenang begini. Beberapa lama aku hanya berbaring, yah berbaring saja, Akhh.. Aduhh.. Aduhh.. Erangku, memegang perutku yang terasa seperti di remas-remas, sakit.. Sakitt.. Aduhh. Kurapatkan kedua tanganku memeluk perutku, menahan sakit yang luar biasa, aduhh.. Ucapku pelan, Bapak yang baru pulang mendengar eranganku dan segera masuk. "Joko, kenapa kau Le?", tanya Bapak. "Entahlah Pak, aduhh.. Sakitt.. Aduhh, Pak", erangku. Bapak kebingungan dan memegang perutku, menanyakan daerah mana yang sakit. Tangan Bapak menekan-nekan perutku, memukul-mukulnya dengan pelan. "Aneh", ucapnya pelan. Perutku memang tidak kembung, namun sakitnya luar biasa.. Luar biasa.. Aku mengejan, seperti ada sesuatu yang mau keluar dari dalam perutku, kupaksakan, kupaksakan agar sesuatu tersebut keluar, kudorong.. Ku dorong.. Hingga dari lobang pantatku keluar gumpalan sebesar genggaman anak bayi, satu persatu keluar. Bapak terus menyaksikan saat gumpalan ketiga dan terakhir keluar dari lobang pantatku.. Aakkhh.. Desahku panjang memaksa sesuatu tersebut keluar, hingga aku dapat bernafas dengan lega. Bapak mengambilnya dengan kain, benda tersebut berwarna hitam, Bapak melihat lebih dekat lagi. Aku melihat Bapak sedang menggosok-gosokan benda tersebut dengan kain dan, Ahh.. Ucapnya, terkejut melihat barang tersebut. "Emas.. Emas.. Le.. Emass..", teriak Bapak. Aku ikut mengamati dan tidak percaya, aku memberaki emas atau melahirkan emas?, akh.. Tak masuk akal, yah tak masuk akal. Teriakan Bapak mengundang tetangga-tetanggaku datang. "Ada apa Pak Nar", ucap mereka mengetuk pintu. "Oh, tidak.. Tidak..", jawab Bapak agak gugup. Setelah membersihkan benda yang ternyata emas tersebut, aku beserta Bapak mencoba menjualnya dan sedikit susah memang, tapi syukur ada yang menerimanya dengan harga yang agak tinggi dan uang hasil penjualan ketiga emas tersebut sungguh diluar dugaan dan bayangan kami, wah.. Uang sebanyak itu belum pernah kami dapatkan, akh.. Jangankan segitu, uang satu juta saja aku tidak pernah memegangnya. "Luar biasa Le, luar biasa", ucap Bapak berkali-kali. Kami menatap uang yang terletak di lantai begitu banyak, banyak, berserakan.. "Kita berhasil Le, kita berhasil" "Yah, Pak.. Kita berhasil", ucapku tersenyum. Akhirnya Aku dan Bapak membuka usaha rumah makan di lokasi yang strategis, dengan membeli sebuah ruko berlantai tiga di depan jalan Raya. Aku mengajak teman-temanku untuk membantuku, yah.. Mereka akan menjadi pegawaiku. Tentu saja banyak yang bertanya dari mana kami mendapatkan uang dan Bapak sangat mahir dalam menyembunyikan cerita yang sebenarnya dengan mengarang cerita bahwa saat aku menarik becak mendapat batu merah delima dan seorang pengusaha luar mau membelinya dengan harga tinggi, yah itulah cerita Bapak dan semua tetanggaku percaya dan mungkin ada juga yang tidak percaya yah? Tapi peduli setan dengan mereka, yang penting hidupku akan berubah, yah akan berubah. Selamat tiggal penderitaan dan siap-siaplah menuju kebahagian yang selama ini aku impikan. Usaha rumah makan yang kami jalankan, ternyata sukses, banyak pembeli bahkan ada beberapa perusahan yang mengontrak kami untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi karyawannya. Dengan waktu cepat aku dapat membuka cabang lagi di lokasi yang strategis juga. Bapak menikahi Mak Munah, aku mengajak Darman temanku untuk tinggal bersamaku. Nasib kami sama, sama-sama ditinggal istri karena tidak tahan dengan penderitaan, karena kami ini miskin, hanya seorang penarik becak dengan uang yang pas-pasan. Nafsuku tetap bergejolak dengan laki-laki, aku mengajak karyawanku untuk bercinta, mengentot. Aku meminta Darman menjadi teman baikku, teman sekaligus kekasih, atau istri sekalipun, melayaniku nafsuku di ranjang atau dimana saja saat nafsuku bergejolak. Aku tidak melarangnya untuk mengentot dengan lonte, namun yang utama dia harus melayani nafsu homoku. Saat aku ingin Bapak untuk melayaniku, Bapak dengan senang hati melayaniku. Dan Kang Maman yang belum aku sentuh lobang pantatnya mendapat jatah juga. Dengan rela laki-laki tersebut melayaniku, tanpa malu atau sungkan karena dia sudah pernah melakukannya dengan laki-laki lain, aku sudah menebaknya pada saat meraba buritnya yang sudah agak besar waktu akan dijadikan korban ketigaku oleh Bapak. Saat-saat bersama Darman, begitu indah kurasakan, laki-laki bertubuh besar, tinggi, tampan dengan postur tubuh kekar, berotot tersebut dan dadanya yang bidang berbulu. Tak habis-habisnya aku memintanya untuk melayaniku, sebagai bininya atau lakinya mungkin. Akhh.. Darman melayaniku, membalas cumbuanku, mengisap-isap kontolku, aku mengentoti mulutnya dengan menekan-nekan pantatku, menggerak-gerakan pantatku maju mundur, hingga batang kontolku tenggelam dalam mulutnya. Bergantian aku mengemut kontolnya, mengocok-ngocoknya di dalam mulutku, menikmati daging kenyalnya yang enak aku rasakan, Akhh.. Jilatan lidahku tak habis-habisnya membasahi kontolnya dari kepala kontolnya hingga pangkalnya, menjilati dengan enak dan menikmati biji totongnya yang besar. Sementara jembut Darman aku cukur, seperti bulu-bulu di tubuhku, aku cukur semua. Aku memberi Darman kenikmatan dengan menyodomi buritku dan aku menikmati lobang pantat Darman dengan menyodominya juga. Akhh.. Saling terima dan memberilah.. Hingga merengkuh sisa-sisa kenikmatan yang tak berakhir. Setiap bulan Purnama satu malam penuh, aku melayani Iblis yang aku puja, menikmati permainan seksnya yang luar bisa yang membuat aku tak mampu bergerak, menikmati setiap permainannya yang membuatku melayang, menikmati kegelian dan kenikmatan yang luar biasa yang tidak mampu diberikan oleh manusia. Syarat selanjutnya yang harus aku lakukan adalah menyetubuhi 100 laki-laki, mengentot, menyodomi dengan mereka, saling bercumbu hingga merasakan puncak kenikmatan bagi keduanya, dan 99 laki-laki telah aku setubuhi, aku entot burit mereka, kontol mereka tak habis-habis kuisap, kukocok-kocok dengan mulutku, kujilati dari kepala kontol sampai pangkalnya, akhh.. Membuat mereka seperti melayang, keenakan dan menikmati sekali permainan yang kulakukan pada mereka. Syarat ini tidak bisa aku lakukan untuk laki-laki yang pernah aku sodomi untuk memenuhi syarat pertama. Yah, bisa saja aku lakukan namun tidak ada hitungannya dan akan membuat pengunjung yang datang ke rumah makanku menjadi berkurang. ***** Pembaca yang setia di Rumah Seks, aku tidak mengharapkan nilai A dari kalian, tapi sudilah menjadi 'syarat'ku yang ke 100, aku yakin, kalian akan terpuaskan olehku.
Tamat


Nightmare on otista street

Awek Pantat Panas CantikNatalina adalah seorang gadis cantik yang sangat terkenal di kota Bandung, ia tercatat sebagai mahasiswi angkatan 95 di jurusan eonomi universitas parahyangan Bandung. Ia benar-benar cantik dan sexy, kulitnya yang putih mulus dan dandanannya yang selalu trendy dan gaul membuat semua lelaki terpana melihatnya. Belum lagi bajunya yang seringkali ketat menampakkan jelas bentuk tubuhnya yang semampai. Banyak sekali sebenarnya lelaki yang naksir kepadanya, hanya saja jarang yang berani maju mendekatinya. Maklum saja selain ia cantik, pintar ia tergolong mahasiswi jetset. Natalina juga anak pemilik sebuah toko departemen store yang cukup terkenal di bilangan otista Bandung, sehingga tak aneh ia juga kaya raya. Bayangkan, kurang apa lagi Natalina, cantik, pintar, kaya raya lagi.ck..ck..ck..ck..

Tapi Natalina dengan kehidupan makmurnya itu, tidak pernah menyangka akan mengalami sesuatu kejadian yang akan menimpa dirinya. Begini ceritanya:



Suatu hari, orang tua Natalina pergi ke luar negeri, memang sesuatu yang tidak aneh untuk keluarganya bepergian keluar negeri. Sehingga saat itu, ia hanya sendirian di rumahnya yang besar. Ia hanya ditemani oleh 2 orang pembantunya. Ketiga saudaranya kebetulan juga sedang pergi. Hari telah malam, Natalina pun bergegas mempersiapkan dirinya untuk pergi tidur, ia pun mencuci mukanya, dan mengenakan baju tidur terusan (daster) yang terbuat dari sutra berwarna merah muda. Natalina sungguh terlihat sexy dengan pakain tidurnya itu. Tubuhnya terlihat indah dibalik kain sutra tipis itu, kedua payudaranya nampak menonjol jelas, karena ia sudah tidak menggunakan BH. Rambutnya yang panjang sebahu itu diikat dengan jepitan rambut seperti orang akan mandi sehingga leher belakang Natalina yang putih terlihat jelas dan menggairahkan.

Ketika Natalina sudah masuk kamar dan bersiap akan tidur, ia mendengar bel berbunyi, tetapi ia tidak mempedulikannya
"Hmm, siapa ya malam-malam? Ah mungkin si Dede pulang, biar saja pembantu yang membukakan.." pikir Natalina dalam hati.
Tidak lama kemudian Natalina terkejut mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah seperti ada orang yang sedang berkelahi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah kagetnya Natalina saat ia membuka pintu kamarnya, ia melihat segerombolan lelaki tak dikenal sedang mengobrak-abrik ruangan tengah rumahnya sembari berteriak-teriak, mereka semua terlihat membawa samurai panjang yang terhunus.

Melihat itu Natalina mencoba masuk kembali kedalam kamarnya, tetapi terlambat seorang rampok segera menangkap Natalina dan membekapnya dari belakang
"Mau kemana Kamu!!Jangan macam-macam ya!!Nanti saya bunuh kamuu..!!"
Bentak rampok itu. Natalina mencoba meronta dan berteriak minta tolong
"Toloong..tooloong..garoong..garoo.."
PLAAKK!! Tiba-tiba belum selesai ia berteriak, sebuah tamparan keras mendarat dipipinya yang mulus.
"DIAM KAMU!! Atau saya gorok leher kamuu!!"
Mendengar itu Natalina terdiam ketakutan. Rampok itu segera mengikat tangan Natalina dengan seutas tali dan didudukannya Natalina dilantai dekat kamarnya. Para rampok itu segera sibuk menjarah segala yang berharga di rumah tersebut, mereka masuk kedalam kamar orang tuanya dan menjarah Handphone, jam tangan, perhiasan, dan sejumlah uang. Setelah beberapa saat, seorang rampok berteriak,
"Mana harta yang laen? koq Cuma segini, masak rumah sebesar ini duitnya Cuma secuil?? Hei Non, mana uang yang laen?"

Nampaknya mereka tidak puas dengan hasil jarahannya.
"..Tidak tahu pak..tidak ada uang lagi..Cuma segitu.." jawabnya.
"Yang benar saja kamu!!bohong ya!!jawab yang benar, mana uang kamu!!"
Bentak seorang rampok tidak puas akan jawaban natalina.
"Benar paak..tidak ada..orang tua saya lagi pergi..cuman ada segitu.."
Rampok itu menghampiri Natalina dan berjongkok didekatnya.
" Jadi ga ada uang lagi?cuman ada segini?" Tanya rampok itu.
Natalina hanya mengangguk pelan.
"Teman-teman, denger!katanya cuman ada segini uangnya..dikit banget..percuma nih kita cape-cape cuman dapat secuil.."
Temannya menyahutinya dengan jawaban-jawaban kasar, penuh makian.
"Tapi ngga' papa, supaya ga rugi, gimana kalo kita ganti dengan anak gadisnya ini? Kayaknya boleh juga nih.."kata rampok tersebut sembari memandangi Natalina yang ketakutan.

Semua teman-temannya yang berjumlah 7 orang berteriak setuju. Mendengar itu, rampok tadi tersenyum dan berkata kepada natalina,
" Ya udah kalo gitu non, terpaksa non ganti rugi ke kita pake tubuh Non.."
ujarnya sambil tersenyum dan membelai wajah Natalina yang cantik. Dipandanginya sebentar Natalina yang gemetaran ketakutan.
" Tapi kamu emang cantik..gua terangsang juga nih. Ngeliat body lu.."
Rampok itu mulai menggerayangi dada Natalina yang hanya dilapisi kain sutra halus tipis itu.

Natalina mencoba melawan dan meronta
"Jangan pak..jangan..ampunn..jangan..aduuh..jangaan paak..ampuunn..jangan perkosa saya..ampuun..!!" tangis Natalina.

Mereka hanya tertawa mendengar tangisan Natalina dan membuat mereka semakin bernafsu. Rampok yang tadi terus menggerayangi payudara Natalina yang montok dan empuk itu dengan kedua tangannya.Dengan penuh nafsu, ia meremas-remas susu Natalina selama 3 menit, lalu ia mencoba menyingkapkan bawahan daster Natalina yang memang mini itu, sehingga terlihat paha mulus Natalina

Rampok itu mengelus perlahan paha indah tersebut. kemudian ia membopong Natalina dan membawanya ke kamar Natalina , lalu direbahkannya gadis malang itu di ranjang Rampok yang lain pun turut serta masuk ke kamar, nampaknya mereka akan berpesta pora dengan tubuh seorang gadis cantik. Seorang rampok yang berdiri di pinggir ranjang mulai membuka bajunya, terlihat tubuhnya yang berkulit hitam legam penuh dengan tato. Nampaknya ia adalah ketua gerombolan perampok ini. Kemudian ia perlahan naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya diatas tubuh Natalina yang tergolek tidak berdaya.

Rampok itu mulai memeluk dan menciumi wajah Natalina Tercium olehnya wangi tubuh Natalina yang segar dan sungguh membuat nafsu bergejolak. Rampok tersebut semakin cepat mencumbu Natalina sembari tangannya terus menggerayangi dada dan selangkangan Natalina. Tidak lama kemudian, rampok itu tidak sabar lagi, dirobeknya daster sutra itu. BREEKK.. ia sungguh-sungguh terpesona dengan pemandangan di depan matanya, Natalina yang sudah tidak mengenakan BH, terlihat sepasang payudara indah milik seorang gadis keturunan yang cantik menjulang tinggi lengkap dengan pentilnya yang berwarna coklat muda.

Natalina hanya mengenakan CD G-string putih, sehingga sepertinya celana dalam itu hanya menutupi vaginanya dan pantatnya dibiarkan bebas terbuka, sungguh membuat semua rampok itu menelan air liur ingin mencoba tubuh Natalina.Kembali rampok itu beraksi, kali ini kedua payudara itu yang dikerjain habis-habisan. Diremas-remas, dipijat-pijat, bahkan ia sampai mencubit kedua puting mungil itu. Natalina hanya bisa pasrah menahan deritanya. Rampok itu melanjutkan aksinya dengan menciumi dan menjilat payudara Natalina mulai dari lembah sampai ke puncaknya.Sampai di puncak, ia menghisap dan mengulum pentil itu dengan penuh semangat sampai terkadang saking gemasnya ia gigit pentil Natalina. Natalina hanya bisa melenguh dan mendesah menahan sakit dan nikmat tersebut .

Puas dengan gunung kembar itu, rampok tersebut mulai berpindah sasaran kali ini ia segera melucuti celana dalam Natalina. Ia pun kembali terpana melihat vagina Natalina yang masih suci dan indah hanya ditutupi bulu-bulu halus, karena Natalina tergolong apik ia sering mencukur bulunya agar terlihat rapi. Tidak tahan lagi rampok tersebut segera 'menyerang' vagina itu dengan lidahnya Dibentangkannya kaki Natalina lebar-lebar, ia pun segera menukik menyerang selangkangan Natalina yang sudah 'wide open' itu. Lidah tersebut bergerak lincah ke segala arah menjelajahi vagina Natalina. Permainan itu berlangsung kira-kira 5 menit, lalu rampok itu maju ke babak berikutnya.

Kali ini giliran Natalina yang beraksi. Sang rampok menbuka celana dalamnya sendiri. Terlihat batang penisnya yang hitam sudah benar-benar berdiri menunggu giliran, dikocok-kocoknya sebentar batang itu. Lalu diarahkannya ke wajah Natalina. Digesek-gesekkannya batang penis itu di wajah cantik Natalina. Natalina tidak bisa menolak, ia hanya pasrah membiarkan batang itu bergesekan dengan wajahnya. Setelah itu sang rampok memaksa Natalina untuk membuka mulutnya.
" HEH! Buka mulutlu!ayo isap!!AYOO!!"
Natalina dengan perlahan membuka mulutnya, segera saja rudal rampok itu masuk kedalam mulutnya dan bergerak maju mundur di dalam mulut Natalina.
"Hei ayo goyangin lidah lu, jilat dan isap penis gua!"
Mendengar itu Natalina mematuhinya, ia mulai menjilat batang penis itu dengan perlahan. Rampok itu semakin cepat menggoyangkan pinggulnya di hadapan wajah Natalina, setelah puas, ia langsung mencoba menyerang bibir Natalina yang satu lagi yang berada di selangkangan.

Diarahkannya rudal itu ke lobang kenikmatan. Agak sedikit susah karena lubang tersebut masih virgin, Tetapi akhirnya berhasil diterobos juga, penis hitam dan besar itu akhirnya berhasil keluar masuk di vagina Natalina. Pertama-tama gerakannya perlahan tetapi lama kelamaan semakin cepat dan brutal, ia tidak mempunyai rasa kasihan kepada Natalina yang berteriak kesakitan karena dimasuki oleh penis yang begitu besar.
" Ah..Ah..ah..euh..eanaak..ayo neng..teruss..enaak..Wuuh..!" gumam sang rampok sembari memompa vagina Natalina.
Sementara kedua tangan rampok bersandar di payudara Natalina. Sembari sesekali dipilin-pilinnya pentil Natalina seperti sedang mencari gelombang radio saja. Sungguh pemandangan yang mengundang hawa nafsu, seorang gadis cantik berkulit putih bersih dan telanjang bulat berada di posisi bawah ditindih seorang preman yang bertato. Mendapat perlakuan itu Natalina hanya bisa menggeliat menahan geli dan rangsangan yang begitu hebat.Tetapi ia mencoba bertahan untuk tidak orgasme, walau dipompa sedemikian rupa oleh penis sang rampok.

20 menit kemudian, sang rampok tidak tahan lagi, akhirnya ia memuntahkan air maninya didalam vagina Natalina.
"Euuh..euuhh..sstt..aah..gua ngecrot .aah..enaak.."
Gumam sang rampok sembari penisnya memuntahkan lahar putihnya itu. Tubuh sang rampok terlihat berkelejotan saat berejakulasi.. Nampak benar-benar nikmat sekali orgasme sang rampok Rampok itu masih terdiam di atas tubuh Natalina dan membiarkan penisnya tetap berada di dalam vagina Natalina untuk beberapa saat, Ia membiarkan sisa-sisa spermanya untuk keluar sampai tetes sperma terakhir, lalu ia mulai menarik keluar penisnya dari vagina Natalina, tampak penisnya yang sudah mengecil itu masih basah karena semprotan air maninya sendiri dan cairan vagina Natalina.

Lalu ia memberikan kesempatan kepada teman-temannya yang lain. Rekan rampok yang lain bergerak maju, kali ini ia menyerang Natalina dari belakang. Diserangnya anus Natalina dengan gencar. Posisi Natalina sekarang seperti anjing yang sedang kawin..Rampok itu dengan kasar memasukkan penisnya ke lubang anus Natalina. Natalina hanya bisa mengerang kesakitan. Tubuhnya bergerak-gerak akibat hentakan sang rampok sampai-sampai payudaranya pun terbanting-banting akibat goyangan sang rampok.. Rampok tersebut memegangi kedua belah pantat Natalina agar tetap terarah sesekali ia tampar pantat Natalina seperti layaknya memecut pantat kuda. Goyangan sang rampok semakin cepat, lalu tangan kirinya menjambak rambut Natalina ke arah belakang.

Lalu ditariknya tubuh Natalina sampai punggung Natalina telah menempel di dada sang rampok. Sang rampok segera menggerayangi payudara Natalina dari belakang sambil ia menciumi leher Natalina yang sexy. Kumis sang rampok yang tebal mencucuki leher Natalina, sehingga ia merasa geli. Natalina hanya bisa memejamkan mata menahan derita itu sambil sesekali merintih, dan mendesah sehingga desahannya semakin merangsang semua rampok yang ada dikamar tersebut.
"Euuh..aahh..periih..aduuhh..ampuunn..paak.."rintih Natalina.
"AaaAhh..dikit lagi neengg..ayoo..sstt.aahh..Oohh.."
Teriak sang rampok sembari goyangannya dipercepat, rupanya ia akan segera klimaks, tak lama kemudian ia akhirnya menyemburkan air maninya didalam lubang anus Natalina. Air maninya sangat banyak sampai menetes keluar menyelusuri anus dan paha Natalina. Rampok itu tersenyum puas akhirnya ia bisa merasakan tubuh seorang gadis cantik yang sangat sexy bahkan anusnya lah yang pertama kali menembusnya.

Setelah itu kembali giliran rampok yang lain, kali ini ia memaksa Natalina untuk berlutut dan melayani penisnya dengan mulutnya. Penis rampok yang berikut ini sungguh besar dan sudah berdiri tegang. Natalina tak ada pilihan lain untuk melayani kemauan rampok itu. Dengan ganas rampok itu menggoyang-goyangkan penisnya dimulut Natalina.
"Ayoo.sedoott.. yang kencaang.. ayoo!!"
Bentaknya sembari memegangi kepala Natalina dan mengarahkannya maju mundur. Hentakannya sangat cepat sampai-sampai buah zakarnya memukul-mukul dagu Natalina. Tak sampai 10 menit ia pun tidak tahan lagi, sentuhan lidah dan bibir Natalina membuat penisnya mabuk berat. Ia pun segera memuntahkan air maninya yang banyak di dalam mulut Natalina,
"Aaahh..enaak..aahh..aahh..Ouhh..Oouhh..sstt.."
Erangnya sambil menahan kepala natalina agar tidak lepas saat ia berejakulasi dan seluruh air maninya tumpah ruah di dalam mulut Natalina.

Natalina terpaksa menelain air mani itu sampai habis. Setelah itu para rampok yang lain tidak sabar lagi, mereka maju bersamaan rupanya Natalina akan diperkosa rame-rame.Seorang mengambil posisi untuk menyerang dari belakang, tubuh natalina ditaruh diatasnya dengan posisi memunggungi rampok tersebut. Lalu yang lain menyerang vagina Natalina, sementara seorang mengambil posisi di dada Natalina, ia meletakkan penisnya dan bergerak maju mundur diantara payudara Natalina yang didempetkan sehingga menjepit penisnya, seorang lagi mengangkangi kepala Natalina dan memasukkan rudalnya ke mulut Natalina, sementara seorang rampok yang lain mengambil tangan kanan Natalina dan membuatnya mengocok penis nya.

Rasanya sungguh nikmat dikocok oleh tangan mungil Natalina. Mereka terus mengerjai Natalina dengan mantap di posisinya masing-masing mereka terus bergiliran berotasi mencicipi anus, vagina, payudara, mulut dan tangan Natalina. Beberapa saat kemudian Natalina tidak tahan lagi, ia pun akhirnya hancur juga pertahanannya, akhirnya Natalina ejakulasi dengan deras, cairan natalina keluar sangat banyak karena ia sedari tadi menahan rangsangan yang ia terima.

Peristiwa itu disambut para perampok dengan teriakan-teriakan tertawa membahana, bahkan tanpa rasa jijik seorang dari mereka menjilat cairan vagina Natalina.
"Sluurrpp..sluurrpp..hmm..nikmaat..rasanya air mani pertama gadis perawan..hahaha.."
Natalina dikeroyok selama 1/2 jam tidak lama kemudian satu persatu nyaris bersamaan para perampok itu orgasme di tempat proyeknya masing-masing. Tubuh Natalina yang sexy itu sudah penuh oleh sperma.

Para perampok tertawa puas, Natalina berpikir mimpi buruknya telah berakhir, ternyata ia salah, 3 orang rampok yang pertama rupanya belum puas, mereka merangsek maju lagi dan memperkosa Natalina untu kedua kalinya. Bahkan salah seorang dari mereka mengambil obeng yang mereka pakai untuk membuka pintu dan memasukkan gagang obeng besar itu ke vagina Natalina. Dikocok-kocoknya vagina Natalina dengan gagang obeng itu, Natalina menggeliat kesakitan dan kenikmatan. Ia memang merasakan perih di lubangnya tapi juga merasakan kenikmatan tiada tara.

Natalina menggeliat dan membanting tubuhnya ke kiri dan kekanan membuat rampok itu semakin cepat mengocok vagina Natalina dengan obeng. Akhirnya Natalina kembali ejakulasi untuk kedua kalinya. Sang rampok begitu senang melihat cairan mengalir deras dari vagina Natalina, lalu kembali ia menggarap tubuh Natalina sampai puas. Kedua rekan yang lain dengan sabar menanti giliran.

Akhirnya Natalina digilir oleh masing-masing rampok itu 2x. Setelah puas menggarap Natalina, para rampok itu segera beranjak pergi sambil membawa barang jarahannya meninggalkan Natalina yang masih bugil terkulai lemas di ranjangnya yang penuh dengan bercak sperma dan darahnya. Dia hanya bisa menangis sesegukan meratapi nasibnya.. Oh..mimpi buruk apa aku..isaknya..Kasihan sekali Natalina..What a nightmare on otista street..

Tamat


Nightmare on otista street

Awek Pantat Panas CantikNatalina adalah seorang gadis cantik yang sangat terkenal di kota Bandung, ia tercatat sebagai mahasiswi angkatan 95 di jurusan eonomi universitas parahyangan Bandung. Ia benar-benar cantik dan sexy, kulitnya yang putih mulus dan dandanannya yang selalu trendy dan gaul membuat semua lelaki terpana melihatnya. Belum lagi bajunya yang seringkali ketat menampakkan jelas bentuk tubuhnya yang semampai. Banyak sekali sebenarnya lelaki yang naksir kepadanya, hanya saja jarang yang berani maju mendekatinya. Maklum saja selain ia cantik, pintar ia tergolong mahasiswi jetset. Natalina juga anak pemilik sebuah toko departemen store yang cukup terkenal di bilangan otista Bandung, sehingga tak aneh ia juga kaya raya. Bayangkan, kurang apa lagi Natalina, cantik, pintar, kaya raya lagi.ck..ck..ck..ck..

Tapi Natalina dengan kehidupan makmurnya itu, tidak pernah menyangka akan mengalami sesuatu kejadian yang akan menimpa dirinya. Begini ceritanya:



Suatu hari, orang tua Natalina pergi ke luar negeri, memang sesuatu yang tidak aneh untuk keluarganya bepergian keluar negeri. Sehingga saat itu, ia hanya sendirian di rumahnya yang besar. Ia hanya ditemani oleh 2 orang pembantunya. Ketiga saudaranya kebetulan juga sedang pergi. Hari telah malam, Natalina pun bergegas mempersiapkan dirinya untuk pergi tidur, ia pun mencuci mukanya, dan mengenakan baju tidur terusan (daster) yang terbuat dari sutra berwarna merah muda. Natalina sungguh terlihat sexy dengan pakain tidurnya itu. Tubuhnya terlihat indah dibalik kain sutra tipis itu, kedua payudaranya nampak menonjol jelas, karena ia sudah tidak menggunakan BH. Rambutnya yang panjang sebahu itu diikat dengan jepitan rambut seperti orang akan mandi sehingga leher belakang Natalina yang putih terlihat jelas dan menggairahkan.

Ketika Natalina sudah masuk kamar dan bersiap akan tidur, ia mendengar bel berbunyi, tetapi ia tidak mempedulikannya
"Hmm, siapa ya malam-malam? Ah mungkin si Dede pulang, biar saja pembantu yang membukakan.." pikir Natalina dalam hati.
Tidak lama kemudian Natalina terkejut mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah seperti ada orang yang sedang berkelahi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah kagetnya Natalina saat ia membuka pintu kamarnya, ia melihat segerombolan lelaki tak dikenal sedang mengobrak-abrik ruangan tengah rumahnya sembari berteriak-teriak, mereka semua terlihat membawa samurai panjang yang terhunus.

Melihat itu Natalina mencoba masuk kembali kedalam kamarnya, tetapi terlambat seorang rampok segera menangkap Natalina dan membekapnya dari belakang
"Mau kemana Kamu!!Jangan macam-macam ya!!Nanti saya bunuh kamuu..!!"
Bentak rampok itu. Natalina mencoba meronta dan berteriak minta tolong
"Toloong..tooloong..garoong..garoo.."
PLAAKK!! Tiba-tiba belum selesai ia berteriak, sebuah tamparan keras mendarat dipipinya yang mulus.
"DIAM KAMU!! Atau saya gorok leher kamuu!!"
Mendengar itu Natalina terdiam ketakutan. Rampok itu segera mengikat tangan Natalina dengan seutas tali dan didudukannya Natalina dilantai dekat kamarnya. Para rampok itu segera sibuk menjarah segala yang berharga di rumah tersebut, mereka masuk kedalam kamar orang tuanya dan menjarah Handphone, jam tangan, perhiasan, dan sejumlah uang. Setelah beberapa saat, seorang rampok berteriak,
"Mana harta yang laen? koq Cuma segini, masak rumah sebesar ini duitnya Cuma secuil?? Hei Non, mana uang yang laen?"

Nampaknya mereka tidak puas dengan hasil jarahannya.
"..Tidak tahu pak..tidak ada uang lagi..Cuma segitu.." jawabnya.
"Yang benar saja kamu!!bohong ya!!jawab yang benar, mana uang kamu!!"
Bentak seorang rampok tidak puas akan jawaban natalina.
"Benar paak..tidak ada..orang tua saya lagi pergi..cuman ada segitu.."
Rampok itu menghampiri Natalina dan berjongkok didekatnya.
" Jadi ga ada uang lagi?cuman ada segini?" Tanya rampok itu.
Natalina hanya mengangguk pelan.
"Teman-teman, denger!katanya cuman ada segini uangnya..dikit banget..percuma nih kita cape-cape cuman dapat secuil.."
Temannya menyahutinya dengan jawaban-jawaban kasar, penuh makian.
"Tapi ngga' papa, supaya ga rugi, gimana kalo kita ganti dengan anak gadisnya ini? Kayaknya boleh juga nih.."kata rampok tersebut sembari memandangi Natalina yang ketakutan.

Semua teman-temannya yang berjumlah 7 orang berteriak setuju. Mendengar itu, rampok tadi tersenyum dan berkata kepada natalina,
" Ya udah kalo gitu non, terpaksa non ganti rugi ke kita pake tubuh Non.."
ujarnya sambil tersenyum dan membelai wajah Natalina yang cantik. Dipandanginya sebentar Natalina yang gemetaran ketakutan.
" Tapi kamu emang cantik..gua terangsang juga nih. Ngeliat body lu.."
Rampok itu mulai menggerayangi dada Natalina yang hanya dilapisi kain sutra halus tipis itu.

Natalina mencoba melawan dan meronta
"Jangan pak..jangan..ampunn..jangan..aduuh..jangaan paak..ampuunn..jangan perkosa saya..ampuun..!!" tangis Natalina.

Mereka hanya tertawa mendengar tangisan Natalina dan membuat mereka semakin bernafsu. Rampok yang tadi terus menggerayangi payudara Natalina yang montok dan empuk itu dengan kedua tangannya.Dengan penuh nafsu, ia meremas-remas susu Natalina selama 3 menit, lalu ia mencoba menyingkapkan bawahan daster Natalina yang memang mini itu, sehingga terlihat paha mulus Natalina

Rampok itu mengelus perlahan paha indah tersebut. kemudian ia membopong Natalina dan membawanya ke kamar Natalina , lalu direbahkannya gadis malang itu di ranjang Rampok yang lain pun turut serta masuk ke kamar, nampaknya mereka akan berpesta pora dengan tubuh seorang gadis cantik. Seorang rampok yang berdiri di pinggir ranjang mulai membuka bajunya, terlihat tubuhnya yang berkulit hitam legam penuh dengan tato. Nampaknya ia adalah ketua gerombolan perampok ini. Kemudian ia perlahan naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya diatas tubuh Natalina yang tergolek tidak berdaya.

Rampok itu mulai memeluk dan menciumi wajah Natalina Tercium olehnya wangi tubuh Natalina yang segar dan sungguh membuat nafsu bergejolak. Rampok tersebut semakin cepat mencumbu Natalina sembari tangannya terus menggerayangi dada dan selangkangan Natalina. Tidak lama kemudian, rampok itu tidak sabar lagi, dirobeknya daster sutra itu. BREEKK.. ia sungguh-sungguh terpesona dengan pemandangan di depan matanya, Natalina yang sudah tidak mengenakan BH, terlihat sepasang payudara indah milik seorang gadis keturunan yang cantik menjulang tinggi lengkap dengan pentilnya yang berwarna coklat muda.

Natalina hanya mengenakan CD G-string putih, sehingga sepertinya celana dalam itu hanya menutupi vaginanya dan pantatnya dibiarkan bebas terbuka, sungguh membuat semua rampok itu menelan air liur ingin mencoba tubuh Natalina.Kembali rampok itu beraksi, kali ini kedua payudara itu yang dikerjain habis-habisan. Diremas-remas, dipijat-pijat, bahkan ia sampai mencubit kedua puting mungil itu. Natalina hanya bisa pasrah menahan deritanya. Rampok itu melanjutkan aksinya dengan menciumi dan menjilat payudara Natalina mulai dari lembah sampai ke puncaknya.Sampai di puncak, ia menghisap dan mengulum pentil itu dengan penuh semangat sampai terkadang saking gemasnya ia gigit pentil Natalina. Natalina hanya bisa melenguh dan mendesah menahan sakit dan nikmat tersebut .

Puas dengan gunung kembar itu, rampok tersebut mulai berpindah sasaran kali ini ia segera melucuti celana dalam Natalina. Ia pun kembali terpana melihat vagina Natalina yang masih suci dan indah hanya ditutupi bulu-bulu halus, karena Natalina tergolong apik ia sering mencukur bulunya agar terlihat rapi. Tidak tahan lagi rampok tersebut segera 'menyerang' vagina itu dengan lidahnya Dibentangkannya kaki Natalina lebar-lebar, ia pun segera menukik menyerang selangkangan Natalina yang sudah 'wide open' itu. Lidah tersebut bergerak lincah ke segala arah menjelajahi vagina Natalina. Permainan itu berlangsung kira-kira 5 menit, lalu rampok itu maju ke babak berikutnya.

Kali ini giliran Natalina yang beraksi. Sang rampok menbuka celana dalamnya sendiri. Terlihat batang penisnya yang hitam sudah benar-benar berdiri menunggu giliran, dikocok-kocoknya sebentar batang itu. Lalu diarahkannya ke wajah Natalina. Digesek-gesekkannya batang penis itu di wajah cantik Natalina. Natalina tidak bisa menolak, ia hanya pasrah membiarkan batang itu bergesekan dengan wajahnya. Setelah itu sang rampok memaksa Natalina untuk membuka mulutnya.
" HEH! Buka mulutlu!ayo isap!!AYOO!!"
Natalina dengan perlahan membuka mulutnya, segera saja rudal rampok itu masuk kedalam mulutnya dan bergerak maju mundur di dalam mulut Natalina.
"Hei ayo goyangin lidah lu, jilat dan isap penis gua!"
Mendengar itu Natalina mematuhinya, ia mulai menjilat batang penis itu dengan perlahan. Rampok itu semakin cepat menggoyangkan pinggulnya di hadapan wajah Natalina, setelah puas, ia langsung mencoba menyerang bibir Natalina yang satu lagi yang berada di selangkangan.

Diarahkannya rudal itu ke lobang kenikmatan. Agak sedikit susah karena lubang tersebut masih virgin, Tetapi akhirnya berhasil diterobos juga, penis hitam dan besar itu akhirnya berhasil keluar masuk di vagina Natalina. Pertama-tama gerakannya perlahan tetapi lama kelamaan semakin cepat dan brutal, ia tidak mempunyai rasa kasihan kepada Natalina yang berteriak kesakitan karena dimasuki oleh penis yang begitu besar.
" Ah..Ah..ah..euh..eanaak..ayo neng..teruss..enaak..Wuuh..!" gumam sang rampok sembari memompa vagina Natalina.
Sementara kedua tangan rampok bersandar di payudara Natalina. Sembari sesekali dipilin-pilinnya pentil Natalina seperti sedang mencari gelombang radio saja. Sungguh pemandangan yang mengundang hawa nafsu, seorang gadis cantik berkulit putih bersih dan telanjang bulat berada di posisi bawah ditindih seorang preman yang bertato. Mendapat perlakuan itu Natalina hanya bisa menggeliat menahan geli dan rangsangan yang begitu hebat.Tetapi ia mencoba bertahan untuk tidak orgasme, walau dipompa sedemikian rupa oleh penis sang rampok.

20 menit kemudian, sang rampok tidak tahan lagi, akhirnya ia memuntahkan air maninya didalam vagina Natalina.
"Euuh..euuhh..sstt..aah..gua ngecrot .aah..enaak.."
Gumam sang rampok sembari penisnya memuntahkan lahar putihnya itu. Tubuh sang rampok terlihat berkelejotan saat berejakulasi.. Nampak benar-benar nikmat sekali orgasme sang rampok Rampok itu masih terdiam di atas tubuh Natalina dan membiarkan penisnya tetap berada di dalam vagina Natalina untuk beberapa saat, Ia membiarkan sisa-sisa spermanya untuk keluar sampai tetes sperma terakhir, lalu ia mulai menarik keluar penisnya dari vagina Natalina, tampak penisnya yang sudah mengecil itu masih basah karena semprotan air maninya sendiri dan cairan vagina Natalina.

Lalu ia memberikan kesempatan kepada teman-temannya yang lain. Rekan rampok yang lain bergerak maju, kali ini ia menyerang Natalina dari belakang. Diserangnya anus Natalina dengan gencar. Posisi Natalina sekarang seperti anjing yang sedang kawin..Rampok itu dengan kasar memasukkan penisnya ke lubang anus Natalina. Natalina hanya bisa mengerang kesakitan. Tubuhnya bergerak-gerak akibat hentakan sang rampok sampai-sampai payudaranya pun terbanting-banting akibat goyangan sang rampok.. Rampok tersebut memegangi kedua belah pantat Natalina agar tetap terarah sesekali ia tampar pantat Natalina seperti layaknya memecut pantat kuda. Goyangan sang rampok semakin cepat, lalu tangan kirinya menjambak rambut Natalina ke arah belakang.

Lalu ditariknya tubuh Natalina sampai punggung Natalina telah menempel di dada sang rampok. Sang rampok segera menggerayangi payudara Natalina dari belakang sambil ia menciumi leher Natalina yang sexy. Kumis sang rampok yang tebal mencucuki leher Natalina, sehingga ia merasa geli. Natalina hanya bisa memejamkan mata menahan derita itu sambil sesekali merintih, dan mendesah sehingga desahannya semakin merangsang semua rampok yang ada dikamar tersebut.
"Euuh..aahh..periih..aduuhh..ampuunn..paak.."rintih Natalina.
"AaaAhh..dikit lagi neengg..ayoo..sstt.aahh..Oohh.."
Teriak sang rampok sembari goyangannya dipercepat, rupanya ia akan segera klimaks, tak lama kemudian ia akhirnya menyemburkan air maninya didalam lubang anus Natalina. Air maninya sangat banyak sampai menetes keluar menyelusuri anus dan paha Natalina. Rampok itu tersenyum puas akhirnya ia bisa merasakan tubuh seorang gadis cantik yang sangat sexy bahkan anusnya lah yang pertama kali menembusnya.

Setelah itu kembali giliran rampok yang lain, kali ini ia memaksa Natalina untuk berlutut dan melayani penisnya dengan mulutnya. Penis rampok yang berikut ini sungguh besar dan sudah berdiri tegang. Natalina tak ada pilihan lain untuk melayani kemauan rampok itu. Dengan ganas rampok itu menggoyang-goyangkan penisnya dimulut Natalina.
"Ayoo.sedoott.. yang kencaang.. ayoo!!"
Bentaknya sembari memegangi kepala Natalina dan mengarahkannya maju mundur. Hentakannya sangat cepat sampai-sampai buah zakarnya memukul-mukul dagu Natalina. Tak sampai 10 menit ia pun tidak tahan lagi, sentuhan lidah dan bibir Natalina membuat penisnya mabuk berat. Ia pun segera memuntahkan air maninya yang banyak di dalam mulut Natalina,
"Aaahh..enaak..aahh..aahh..Ouhh..Oouhh..sstt.."
Erangnya sambil menahan kepala natalina agar tidak lepas saat ia berejakulasi dan seluruh air maninya tumpah ruah di dalam mulut Natalina.

Natalina terpaksa menelain air mani itu sampai habis. Setelah itu para rampok yang lain tidak sabar lagi, mereka maju bersamaan rupanya Natalina akan diperkosa rame-rame.Seorang mengambil posisi untuk menyerang dari belakang, tubuh natalina ditaruh diatasnya dengan posisi memunggungi rampok tersebut. Lalu yang lain menyerang vagina Natalina, sementara seorang mengambil posisi di dada Natalina, ia meletakkan penisnya dan bergerak maju mundur diantara payudara Natalina yang didempetkan sehingga menjepit penisnya, seorang lagi mengangkangi kepala Natalina dan memasukkan rudalnya ke mulut Natalina, sementara seorang rampok yang lain mengambil tangan kanan Natalina dan membuatnya mengocok penis nya.

Rasanya sungguh nikmat dikocok oleh tangan mungil Natalina. Mereka terus mengerjai Natalina dengan mantap di posisinya masing-masing mereka terus bergiliran berotasi mencicipi anus, vagina, payudara, mulut dan tangan Natalina. Beberapa saat kemudian Natalina tidak tahan lagi, ia pun akhirnya hancur juga pertahanannya, akhirnya Natalina ejakulasi dengan deras, cairan natalina keluar sangat banyak karena ia sedari tadi menahan rangsangan yang ia terima.

Peristiwa itu disambut para perampok dengan teriakan-teriakan tertawa membahana, bahkan tanpa rasa jijik seorang dari mereka menjilat cairan vagina Natalina.
"Sluurrpp..sluurrpp..hmm..nikmaat..rasanya air mani pertama gadis perawan..hahaha.."
Natalina dikeroyok selama 1/2 jam tidak lama kemudian satu persatu nyaris bersamaan para perampok itu orgasme di tempat proyeknya masing-masing. Tubuh Natalina yang sexy itu sudah penuh oleh sperma.

Para perampok tertawa puas, Natalina berpikir mimpi buruknya telah berakhir, ternyata ia salah, 3 orang rampok yang pertama rupanya belum puas, mereka merangsek maju lagi dan memperkosa Natalina untu kedua kalinya. Bahkan salah seorang dari mereka mengambil obeng yang mereka pakai untuk membuka pintu dan memasukkan gagang obeng besar itu ke vagina Natalina. Dikocok-kocoknya vagina Natalina dengan gagang obeng itu, Natalina menggeliat kesakitan dan kenikmatan. Ia memang merasakan perih di lubangnya tapi juga merasakan kenikmatan tiada tara.

Natalina menggeliat dan membanting tubuhnya ke kiri dan kekanan membuat rampok itu semakin cepat mengocok vagina Natalina dengan obeng. Akhirnya Natalina kembali ejakulasi untuk kedua kalinya. Sang rampok begitu senang melihat cairan mengalir deras dari vagina Natalina, lalu kembali ia menggarap tubuh Natalina sampai puas. Kedua rekan yang lain dengan sabar menanti giliran.

Akhirnya Natalina digilir oleh masing-masing rampok itu 2x. Setelah puas menggarap Natalina, para rampok itu segera beranjak pergi sambil membawa barang jarahannya meninggalkan Natalina yang masih bugil terkulai lemas di ranjangnya yang penuh dengan bercak sperma dan darahnya. Dia hanya bisa menangis sesegukan meratapi nasibnya.. Oh..mimpi buruk apa aku..isaknya..Kasihan sekali Natalina..What a nightmare on otista street..

Tamat


Pengalaman bercinta dengan ayah sahabatku

Awek Pantat Panas CantikIni adalah cerita pengakuan Sinta, pacar gelapku, ketika ia membuat skandal dengan Oom Icar, ayah Asmi sahabatnya. Waktu itu Sinta belum menikah denganku dan baru membuat hubungan intim dengan dr.Budi yang pernah membantu menggugurkan kandungan hasil hubungan gelapnya dengan kakak iparnya sendiri.

Oom Icar, 47 tahun juga cukup dikenal akrab oleh Sinta karena dia sering bertandang di rumah sahabatnya ini. Pada penampilan luarnya Oom Icar bertampang simpatik dan malah kelihatan sebagai orang alim, tapi kenapa sampai bisa berhubungan dengan Sinta ini awalnya cukup konyol. Secara kebetulan keduanya saling kepergok di sebuah hotel ketika masing-masing akan melakukan perbuatan iseng. Oom Icar saat itu sedang menggandeng seorang pelacur langganan tetapnya dan Sinta saat itu sedang digandeng dr.Budi. Keduanya jelas-jelas bertemu di gang hotel sama-sama tidak bisa mengelak. Tentu saja sama-sama kaget tapi masing-masing cepat bisa bersandiwara pura-pura saling tidak kenal.



Kelanjutan dari itu masing-masing sepakat bertemu dikesempatan tersendiri untuk saling menjelaskan dan membela diri. Bahwa kalau Sinta mengaku hubungannya dengan dr.Budi karena kena bujuk diajak beriseng dan cuma dengan laki-laki itu saja, sedang Oom Icar mengaku bahwa dia terpaksa mencari pelarian karena Tante Vera, istrinya, katanya sudah kurang bergairah menjalankan kewajibannya sebagai istri di tempat tidur. Masuk akal bagi Sinta karena dilihatnya Tante Vera yang gemuk itu memang lebih sibuk di luar rumah mengurus bisnis berliannya ketimbang mengurus suami dan keluarganya. Itu sebabnya Asmi, salah satu anaknya juga jadi bebas dan liar di luaran.

Dari pertemuan itu masing-masing nampak sama ketakutan kalau rahasianya terbongkar di luaran. Sinta takut hubungannya dengan dr.Budi didengar orang tuanya sedang Oom Icar juga lebih takut lagi nama baiknya jadi rusak. Berikutnya karena kadung sudah saling terbuka kartu masing-masing, keduanya yang berusaha agar saling menutup mulut jangan membuka rahasia ini justru menemukan cara tersendiri yaitu dengan membuat hubungan gelap satu sama lain. Ide ini terlontar oleh Oom Icar yang coba merayu Sinta ternyata diterima baik oleh Sinta.

Singkat cerita kesepakatan pun tercapai, cuma ketika menjelang janji bertemu di suatu tempat di mana Oom Icar akan menjemput dan membawa Sinta ke hotel, Sinta meskipun melihat tidak ada salahnya mencoba iseng dengan Oom Icar tidak urung berdebar juga jantungnya. Tegang karena partner kali ini hubungannya terkait dekat. Sekali meleset dan terbongkar bisa fatal urusan malunya. Begitu juga waktu sudah semobil di sebelah Oom Icar, sempat kikuk malu dia dengan laki-laki yang ayah sahabatnya ini. Pasalnya Oom Icar yang sebenarnya juga sama tegang karena kali ini yang dibawa adalah teman dekat anak gadisnya, dia hampir tidak ada suaranya dan pura-pura sibuk menyetir mobilnya sehingga Sinta didiamkan begini jadi salah tingkah menghadapinya. Tapi waktu sudah masuk kamar hotel dan mengawali dengan duduk ngobrol dulu merapat di sofa, di situ mulai ke luar keluwesan Oom Icar dalam bercumbu. Sinta pun mulai lincah seperti biasa pembawaannya kalau sedang menghadapi dr.Budi. Genit manja jinak-jinak merpati membuat si Oom tambah penasaran terangsang kepadanya. Waktu itu dengan mesra Oom Icar menawarkan makan pada Sinta tapi ditolak karena masih merasa kenyang.

Aku minta rokoknya Oom.. Sinta pengen ngerokok. pinta Sinta sebagai alternatif tawaran Oom Icar.
Oh ngerokok juga? Iya ada, mari Oom yang pasangin. Oom nggak tau kalo Sinta juga ngerokok.
Cuma sekali-sekali aja, abis deg-degan pergi sama Oom ke sini. jelas Sinta menunjukan kepolosannya.
Kok sama, Oom juga sempat tegang waktu bawa Sinta di mobil tadi, takut kalo ada yang ngeliat.
Masing-masing sama mengakui apa yang dirasakan selama dalam perjalanan. Sinta mulai menggoda Oom Icar.
Masa udah tegang duluan, kan belum apa-apa Oom? godanya dengan genit.
Oo yang itu memang belum, tapi jantungnya yang tegang. jawab Oom Icar setelah membakar sebatang rokok buat Sinta yang sudah langsung menjulurkan tangannya, tapi masih belum diberikan oleh Oom Icar.

Mana, katanya mau pasangin buat Sinta?
Sebentar, sebelum ngerokok bibirnya Oom musti cium dulu..
Menutup kalimatnya Oom Icar langsung menyerobot bibir Sinta memberinya satu ciuman bernafsu, dibiarkan saja oleh Sinta hanya setelah itu dia menggigit bibir malu-malu manja menyandarkan kepalanya di dada Oom Icar sambil menyelingi dengan merokok yang sudah diterimanya dari Oom Icar. Melihat ini Oom Icar semakin berlanjut.
Bajunya basah keringetan nih, Oom bukain ya biar nggak kusut? katanya menawarkan tapi sambil tangannya yang memeluk dari belakang mulai mencoba melepas kancing baju Sinta.

Lagi-lagi Sinta tidak menolak. Dengan gaya acuh tak acuh sibuk mengisap rokoknya, dia membiarkan Oom Icar bekerja sendiri malah dibantu menegakkan duduknya agar kemejanya dapat diloloskan dari lengannya membuat dia tinggal mengenakan kutang saja. Sinta memang sudah terbiasa bertelanjang di depan lelaki, jadi santai saja sikapnya. Tetapi ketika tangan Oom Icar menyambung membuka reitsleting belakang rok jeans-nya dan dari situ akan meloloskan rok berikut celana dalamnya, baru sampai di pinggul Sinta menggelinjang manja.
Ngg.. masak aku ditelanjangin sendiri, Oom juga buka dulu bajunya?
Iya, iya, Oom juga buka baju Oom..

Segera Oom Icar melucuti bajunya satu persatu sementara Sinta bergeser duduknya ke sebelah. Berhenti dengan hanya menyisakan celana dalamnya, dia pun beralih untuk meneruskan usahanya melepas rok Sinta. Sekarang baru dituruti tapi juga sama menyisakan celana dalamnya. Tentu saja Oom Icar mengerti bahwa Sinta masih malu-malu, dia tidak memaksa dan kembali menarik Sinta bersandar dalam pelukan di dadanya. Di situ dia mulai dengan mengecup pipi Sinta sambil mengusap-usap pinggang bergerak meremas lembut masing-masing pangkal bawah susu si gadis yang masih tertutup kutangnya.

Sinta kurus ya Oom? tanya Sinta sekedar menghilangkan salah tingkah karena susunya mulai digerayangi Oom Icar.
Ah nggak, kamu malah bodimu bagus sekali Sin. jawab Oom Icar memuji Sinta apa adanya karena memang tubuh gadis ini betul-betul berlekuk indah menggiurkan.
Tapi Oom kan senengnya sama yang mantep, yang hari itu Sinta liat ceweknya montok banget..
Iya tapi orangnya jelek, udah tua. Abisnya nggak ada lagi sih? Maunya nyari yang cakep kayak Sinta gini. Kalo ini baru asyik.. rayu Oom Icar sambil kali ini mencoba untuk membuka pengait bra Sinta yang kebetulan terletak di bagian depan.
Oom sih ngerayu. Buktinya belon apa-apa udah bilang asyik duluan?
Justru karena yakin maka Oom berani bilang gitu. Coba aja pikir, ngapain Oom sampe berani ngajak Sinta padahal jelas-jelas udah tau temen baiknya Asmi, ya nggak? Kalo bukan lantaran tau kapan lagi dapet asyik ditemenin cewek secakep Sinta, tentu Oom nggak akan nekat gini. Udah lama Oom seneng ngeliat kamu Sin.
Sinta kena dipuji rayuan yang memang masuk akal ini kontan bersinar-sinar bangga di wajahnya. Perempuan kalau terbidik kelemahannya langsung jadi murah hati, segera mandah saja dia membiarkan kutangnya dilepas sekaligus memberikan kedua susu telanjangnya yang berukuran sedang membulat kenyal mulai diremas tangan Oom Icar.

Emangnya, Oom seneng sama Sinta sejak kapan? Kayaknya sih Sinta liat biasa-biasa aja?
Dari Sinta mulai dateng-dateng ke rumah Oom udah ketarik sama cantiknya, cuma masak musti pamer terang-terangan? Tiap kali ngeliat rasanya gemeess sama kamu.. bicaranya menyebut begitu sambil secara tidak sengaja memilin puting susu di tangannya membuat si gadis lagi-lagi menggelinjang manja.
Aaa.. gemes mau diapain Oom?!
Gemes mau dipeluk-pelukin gini, dicium-ciumin gini, atau juga diremes-remesin gini.. sshmm.. jawab Oom Icar dengan memperlihatkan contoh cara dia mendekap erat, mengecup pipi dan meremas susu Sinta.
Terusnya apalagi?
Terusnya yang terakhir ininya.. Apa sih namaya ini? tanya canda Oom Icar yang sebelah tangannya sudah diturunkan ke selangkangan Sinta, langsung meremas bukit vagina yang menggembung dan merangsang itu.

Itu bilangnya.. memek. jawab Sinta dengan menoleh ke belakang sambil menggigit kecil bibir Oom Icar. Bahasanya vulgar tapi Oom Icar malah senang mendengarnya.
Iya, kalau memek Sinta ini dimasukin Oom punya, boleh kan?
Dimasukin apa Oom..?
Ini, apa ya bilangnya? tanya lagi Oom Icar dengan mengambil sebelah tangan Sinta meletakkan di jendulan penisnya.
Aaa.. ini kan bilangnya kontol.. Dimasukin ini bahaya, kalo hamil malah ketauan orang-orang Oom? Sinta bergaya pura-pura takut tapi tangannya malah meremas-remas jendulan penis itu.
Jangan ambil bahayanya, ambil enaknya aja. Nanti Oom beliin pil pencegah hamilnya.
Tapinya sakit nggak? tanya Sinta sambil mematikan rokoknya ke asbak.
Kalo udah dicoba malah enak. Yuk kita pindah ke tempat tidur? Oom Icar mengajak tapi sambil membopong Sinta pindah ke tempat tidur untuk masuk di babak permainan cinta. Di sini Sinta mulai memasrahkan diri ketika tubuhnya mulai digeluti kecup cium dan raba gemas yang menaikan birahi nafsunya. Sinta sudah pernah begini dengan dr.Budi, caranya hampir sama dan dia senang digeluti laki-laki yang sudah berumur seperti ini. Karena mereka bukan hanya lebih pengalaman tapi juga lebih teliti jika mengecapi tubuh perempuan, apalagi gadis remaja seperti dia. Asyik rasanya menggeliat-geliat, merengek-rengek manja diserbu rangsangan bernafsu yang bertubi-tubi di sekujur tubuhnya.

Ahahhgg.. gellii Oomm.. Sshh.. iihh.. Oom sakit gitu.. ssh.. hngg..
Mengerang antara geli dan perih tapi dengan tertawa-tawa senang, yang begini justru memancing si Oom makin menjadi-jadi. Oom Icar yang nampaknya baru kali ini bergelut dengan seorang gadis remaja cantik tentu saja terangsang hebat, hanya saja dia sayang untuk terburu-buru dan masih senang untuk mengecapi sepuas-puasnya tubuh mulus indah yang dagingnya masih padat kencang ini. Dari semula saja dia sudah nekat melupakan bagaimana status hubungannya dengan Sinta apalagi setelah dilanda nafsu tinggi seperti ini. Anak gadis teman baiknya dan sekaligus sahabat anaknya ini begitu merangsang gairahnya membuat dia jadi terlupa segala-galanya. Sinta yang sudah memberi celana dalamnya diloloskan jadi telanjang bulat sudah rata seputar tubuhnya dijilati dengan rakus. Diberi bagian susunya dihisap saja sudah membuat Oom Icar buntu dalam asyik. Sibuk mulutnya menyedot berpindah-pindah diantara kedua puncak bukit yang membulat kenyal lagi pas besarnya itu, lebih-lebih waktu Sinta di bagian terakhir memberikan vaginanya dikecapi mulutnya. Jangan bilang lagi, seperti anjing kelaparan dia menyosor menjilat dan menyedot celah merangsang itu sampai tidak peduli tingkatan kesopanan lagi. Sahabat anak gadisnya yang biasanya hormat sopan kalau datang ke rumahnya, sekarang santai saja menjambak rambutnya atau mendekap kepalanya mempermainkan seperti bola kalau sosoran mulut rakusnya membuat geli yang terlalu menyengat.

Ssshh.. aahngg.. gelii.. Oomm.. Oom Icar seru memuasi rasa mulutnya yang tentu saja membuat Sinta terangsang tinggi dalam tuntutan birahinya, tapi begitu pun jalan pelepasan yang diberikan si Oom betul-betul memuaskan sekali. Pada gilirannya Oom Icar merasa cukup dan menyambung untuk mengecap nikmatnya jepitan ketat vagina muda si gadis, di sinilah baru terasa asyiknya penis ayah sahabatnya.

Sewaktu partama dimasuki, Sinta masih memejamkan mata, dia baru tersadar ketika batang itu sudah setengah terendam di vaginanya. Agak ketat sedikit rasanya. Membuka mata melirik ke bawah, dia langsung bisa mengira-ngira seberapa besar batang itu. Aahshh.. dia mengerang dengan gemetar kerinduan nafsunya hanya saja tangannya mengerem pinggul Oom Icar agar tidak sekaligus tancap masuk. Meskipun tidak diutarakan Sinta lewat kata-kata tapi Oom Icar mengerti maksudnya. Dia meredam sedikit emosinya dan menusuk sambil membor penisnya lebih kalem. Di situ batang penis ditahan terendam sebentar untuk membawa dulu tubuhnya turun menghimpit Sinta lalu dari situ dia berlanjut membor sambil mulai memompa pelan naik turun pantatnya. Untuk beberapa saat masuknya batang diterima Sinta masih agak tegang, tapi ketika terasa mulai licin dan sudah mulai bisa menyesuaikan dengan ukuran Oom Icar. Dia pun mulai meresapi nikmatnya batang Oom Icar.

Wihh.. ennaak sekalii! begitu ketat dan begitu mantap gesekannya membuat Sinta langsung terbuai dengan nikmat sanggama yang baru dibukanya dengan batang kenikmatan Oom Icar. Saking asyiknya kedua tangan dan kakinya naik mencapit tubuh Oom Icar seolah-olah menjaga agar kenikmatan ini tidak dicabut lepas sementara dia sendiri mulai ikut aktif mengimbangi kocokan penis dengan putaran vaginanya yang mengocok. Disambut kehangatan begini Oom Icar tambah bersemangat memompa, semakin lebih terangsang dia karena Sinta meskipun tidak bersuara tapi gayanya hangat meliuk-liuk setengah histeris. Bergerak terus dengan tangan menggaruk kepala Oom Icar, kakinya yang membelit tidak ubahnya bagai akan memanjat tubuh si Oom. Kelihatan repot sekali gerak sanggamanya yang seperti tidak bisa diam itu, apalagi ketika menjelang sampai ke puncak permainan, tambah tidak beraturan Sinta menggeliat-geliat. Sementara itu si Oom yang sudah serius tegang juga hampir mencapai ejakulasinya.

Beberapa saat kemudian keduanya tiba dalam orgasme secara bersamaan. Sinta yang mulai duluan dengan memperketat belitannya. Aduuhh.. ayyuhh.. Oomm.. shh.. ahgh.. iyya.. duhh.. aahh.. hgh.. aahh.. aeh.. ahduhh.. sshh Oom.. hheehh.. mmhg.. ayoh.. Sin.. saling bertimpa kedua suara masing-masing mengajak untuk melepas seluruh kepuasan dengan sentakan-sentakan erotis. Sama-sama mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dalam jumpa pertama ini, sehingga ketika mereda keduanya pun menutup dengan saling mengecup mesra, gemas-gemas sayang tanda senangnya. Begitu nafas mulai tenang, Sinta memberi isyarat menolak tubuh Oom Icar meminta lepas, tapi sementara si Oom berguling terlentang di sebelah, dia sudah mengejar, memeluk dengan memegang batangnya dan merebahkan kepalanya di dada Oom Icar. Meremas-remas gemas sambil memandangi batang yang masih mengkilap lengket itu.

Bandel nihh.. maen nyodok aja? komentar Sinta sambil menarik penis Oom Icar.
Abis kamunya juga bikin penasaran aja sih? balas Oom Icar dengan tangannya merangkul leher bermain lagi di susu Sinta.
Oom seneng ya sama aku?
Oo.. jelas suka sekali Sayaang.. Abis, kamu memang cantik, memeknya juga enak sekali.. kali ini dagu Sinta diangkat, bibirnya digigit gemas oleh Oom Icar.
Sinta langsung bersinar bangga dengan pujian itu. Itu pembukaan hubungan gelap mereka yang sejak itu berlangsung secara sembunyi-sembunyi dengan jadwal rutin karena masing-masing seperti merasa ketagihan satu sama lain. Oom Icar jelas senang dengan teman kencan yang cantik menggiurkan ini. Permainan selalu memilih tempat di hotel di luar kota tapi sekali pernah Sinta mendapat pengalaman yang unik serta konyol di rumah Oom Icar sendiri.

Suatu hari Tante Vera sedang berbisnis ke luar kota ketika Sinta datang bertandang siang itu untuk menemui Asmi. Kedua gadis itu memang membuat janji akan jalan-jalan ke mall sore nanti tapi karena waktunya masih jauh, Asmi mempergunakannya untuk keluar rumah sebentar. Oom Icar yang membuka pintu dan dia sendiri ketika melihat ada peluang yang baik langsung memanfaatkannya, karena begitu Sinta masuk sudah disambut dengan telunjuk di bibir memaksudkan agar Sinta tidak bersuara. Sinta sempat heran tapi ketika digandeng ke kamar Oom Icar dia kaget juga, segera mengerti tujuannya.

Iddihh Oom nekat.. nanti ketauan Oom.. Asmi memangnya ke mana? katanya tapi dengan nada berbisik panik.
Sst tenang aja.. Kita aman, Asmi lagi pergi sebentar, Tante lagi keluar kota sedang Hari lagi tidur.. jelas Oom Icar. Hari adalah adik laki-laki Asmi yang duduk di kelas II SMP. Masih ada seorang lagi adik Asmi bernama Hendi yang duduk di kelas I SMA tapi dia tinggal dengan neneknya di Malang.

Iya tapi gimana kalo Asmi dateng Oom?
Kan nggak ada yang tau kalau Sinta udah di sini. Mereka nggak bakalan berani masuk kamar Oom. Acaramu kan Oom denger masih nanti malem, kita bikin sebentar di sini yaa?
Tapi Oom.?
Udahlah di sini aja dulu, Oom mau ke luar sebentar. Tuch denger, kayaknya Hari udah bangun. Nih, Oom tebus waktumu untuk jajan-jajan sama Asmi nanti, kata Oom Icar langsung memotong protes Sinta dengan mengulurkan sejumlah uang yang cepat diambilnya dari dompetnya untuk membujuk Sinta. Setelah itu segera dia keluar kamar meninggalkan Sinta yang karena merasa sudah terjebak terpaksa tidak berani keluar takut kepergok Hari. Melirik uang yang digenggamnya sepeninggal Oom Icar, hati Sinta menjadi lunak lagi karena si Oom memang pintar mengambil hati dan selalu royal memberi jumlah yang cukup menghibur. Meskipun begitu dia menguping dari balik pintu mendengarkan situasi di luar dengan hati berdebar tegang.

Pak, barusan kayaknya ada yang dateng kedengeran pintu kebuka? terdengar suara Hari menanyai ayahnya.
Ah nggak ada siapa-siapa kok, barusan memang Bapak yang buka pintu.
Baru saja sampai percakapan ini, tiba-tiba terdengar suara motor Asmi memasuki pekarangan. Tidak lama kemudian dia masuk ke rumah dan terdengar menanyai adiknya.
Har, barusan Mbak Sinta singgah ke sini nggak?
Nggak tau, aku juga baru bangun..
Oh ya? Padahal Mbak Asmi singgah barusan ke rumahnya, Mamahnya bilangnya ke sini?
Ya mungkin aja Sinta tadi ke sini tapi ngira kamu nggak ada, jadi pergi ke tempat lain dulu. kali ini Oom Icar ikut menimbrung pembicaraan.
Iya tapi aku ada janji sama dia nanti sore-sorean.
Oo.. kalo gitu paling-paling sebentar juga ke sini. putus Oom Icar menghibur anaknya.

Hening sebentar dan tidak lama kemudian terdengar suara Oom Icar memesan kedua anaknya agar jangan ada tamu atau telepon yang mengganggunya karena dia beralasan agak tidak enak badan dan akan tidur siang. Sesaat setelah itu dia pun masuk disambut Sinta yang bersembunyi di balik pintu langsung mencubit gemas lengannya tapi tidak bersuara, geli dengan sandiwara yang barusan didengarnya. Oom Icar tersenyum dan menggayut pinggang Sinta, menggandengnya ke tempat tidur. Sinta menurut karena tahu kalau menolak maka Oom Icar akan membujuknya terus, daripada berlama-lama lebih baik memberi saja agar waktunya lebih cepat selesai. Langsung diikutinya ajakan Oom Icar untuk membuka bajunya, hanya saja masih bingung jika permainan telah usai.

Tapi nanti aku ke luar dari sininya gimana Oom..? tanyanya sambil menyampirkan celana dalamnya sebagai kain penutup terakhirnya yang dilepas.
Gampang, Oom pura-pura aja nyuruh mereka berdua keluar beli makanan, di situ Sinta bisa aman keluar dari sini.
Ngg.. Oom bisa aja akalnya.. Sinta sedikit lega.
Oom kalo mikirin yang itu sih gampang. Sekarang yang Oom pikirin justru ngeluarin isinya barang ini yang enak gimana caranya. timpal Oom Icar seraya mendekatkan tubuhnya yang sudah sama bertelanjang bulat dan mengambil tangan Sinta untuk diletakkan di batang penisnya yang masih menggantung lemas.
Sinta malu-malu manja tapi tangannya langsung menangkap batang itu, menarik-narik, melocoknya dengan genggaman kedua tangannya sambil memandangi benda itu.

Yang enak tuh kayak apa sih? godanya mulai bersikap manja-manja genit.
Yang enaknya.. ya jelas pake ini Sin. jawab Oom Icar balas menjulurkan tangannya meremas selangkangan Sinta.
Iddihh si Ooom.. pengennya yang itu aja? Sinta pura-pura jual mahal.
Abisnya barang enak, jelas kepengen Sin.. kata Oom Icar sambil mulai mengajak Sinta berciuman.
Sinta memang memberi bibirnya tapi dia masih kelihatan setengah hati untuk balas melumat hangat, terlebih ketika akan diajak naik tempat tidur dia seperti merasa berat.
Nggak enak ah Oom, sungkan aku itu tempat tidurnya Tante.. katanya mengutarakan perasaannya yang tidak enak untuk bermain cinta di tempat tidur keluarga itu. Oom Icar rupanya bisa mengerti perasaan Sinta, dia tidak memaksa tapi menoleh sekeliling sebentar dan cepat saja menemukan cara yang lain.
Ya udah kalo gitu kita bikin sambil berdiri aja. Sini Oom yang atur, ya? katanya sambil membawa Sinta ke arah kaki tempat tidur dan menyandarkan tubuh Sinta di palang-palang besi tempat tidur itu.

Oom Icar memakai tempat tidur mahal tapi model kuno yang terbuat dari besi lengkap dengan tiang-tiang penyangga kelambunya. Di situ pantat Sinta disandarkan di pagar bawah tempat tidur yang tingginya pas menyangga pantatnya, sedang kedua tangannya diatur Oom Icar melingkar di sepanjang besi melintang di antara dua tiang kelambu bagian kaki tempat tidur yang tingginya setinggi punggung, sedemikian rupa sehingga tubuhnya tersandar menggelantung di besi melintang itu hampir pada masing-masing ketiak Sinta. Suatu posisi yang unik untuk bersanggama dalam gaya berdiri karena setelah itu Oom Icar mengambil dua ikat pinggang terbuat dari kain, lalu mengikat masing-masing lengan Sinta pada besi melintang itu. Sinta menurut saja memandangi geli sambil menunggu apa yang selanjutnya akan dilakukan Oom Icar. Berikutnya barulah Oom Icar mulai merangsang dengan menciumi dan menggerayangi sekujur tubuh Sinta dari mulai atas hingga ke bawah. Berawal mengerjai kedua susu Sinta dengan remasan dan kecap mulutnya dan kemudian berakhir mengkonsentrasikan permainan mulut itu di selangkangannya, membuat Sinta yang semula setengah hati mulai naik terangsang. Malah terasa cepat karena posisi kedua tangannya tidak bisa ikut membalas ini menimbulkan daya rangsang yang luar biasa. Apalagi ketika mulut Oom Icar mulai memberi rasa geli-geli enak di vagina yang tidak bisa ditolak kepalanya kalau geli terlalu menyengat.

Begitu tengah sedang asyik-asyiknya permainan pembukaan ini, di teras depan Asmi terdengar mengalunkan suaranya berduet mengiringi Hari dalam permainan gitarnya. Konyol memang buat Asmi, sahabat yang sedang ditunggu-tunggu untuk janji pergi bersama, ternyata sudah sejak tadi ada di dalam kamar rumahnya sendiri, sedang meliuk-liuk keenakan saat vaginanya dikerjai mulut ayahnya, malah sudah tidak tahan rangsangan gelinya yang menuntut untuk lebih terpuaskan lewat garukan mantap penis ayah Asmi sendiri.

Ayyohh Oom.. janggan lama-lama.. masukkin dulu Oom punnyaa.. bahkan rintih Sinta sudah meminta Oom Icar segera mulai bersenggama. Oom Icar tidak menunggu lebih lama. Dia segera bangun dan membawa penisnya yang setengah menegang menempel di celah vagina Sinta. Membasahi dulu dengan ludahnya, menggosok-gosokan ujung kepala bulatnya di klitoris Sinta agar menjadi lebih kencang lagi, baru setelah itu mulai diusahakan masuk ke dalam lubang vagina di depannya. Sinta menyambut seolah tidak sabaran, menjinjitkan kakinya untuk mengangkangkan pahanya selebar yang bisa dilakukannya tanpa bisa membantu dengan tangannya. Dia terpaksa menunggu Oom Icar bekerja sendiri menguakkan bibir vagina dengan jari-jarinya agar bisa menyesapkan kepala penisnya terjepit lebih dahulu, baru kemudian ditekan membor masuk. Meningkat kemudian lagu-lagu cinta Asmi yang berduet dengan Hari mengalun romantis, ini senada dengan Sinta yang saat itu juga sedang merintih lirih, mengalunkan tembang nikmat ketika vaginanya mulai disodok dan digesek ke luar masuk penis tegang Oom Icar.

Ngghh.. Ooomm.. Sssh.. hhshh.. ngghdduuh.. sshsmm.. hdduhh Oomm.. ennakk.. sshh.. mmh.. heehhs.. adduhh.. mengaduh-aduh rintih suaranya tapi bukan kesakitan melainkan sedang larut dalam nikmat.

Kalau tadi Sinta masih setengah hati untuk melayani nafsu Oom Icar, sekarang dia juga ikut merasa keenakan, karena bermain dalam variasi posisi berdiri ini terasa santai dan mengasyikan sekali baginya. Tidak repot menahan tubuhnya tetap berdiri karena bisa menggelantung dengan kedua lengannya, sambil menerima tambahan enak tangan Oom Icar yang meremas-remas kedua susunya, memilin-milin geli putingnya, dia juga bisa ikut mengimbangi sodokan penis ini dengan kocokan vaginanya. Malah tidak berlama-lama lagi, ketika Oom Icar sudah serius tegang akan tiba dipuncaknya Sinta pun mengisyaratkan tiba secara bersamaan. Aduuhh.. Oomm.. ayoo.. sshh.. duh Sinta mau keluarr.. ssh.. hhgh.. Ooomm.. desah Sinta tertahan. Aduhhssh.. Iya ayoo Sin.. Oom juga sama-samaa.. aahghh.. segera mengejang Sinta menyentak-nyentak ketika orgasme diikuti Oom Icar tiba di ejakulasinya. Permainan pun usai dengan kepuasan sebagaimana biasa yang didapati keduanya setiap mengakhiri jumpa cinta mereka.

Tamat