Proposal Permohonan Bantuan Biaya Studi Akhir

 




Perihal :  Permohonan Bantuan Biaya Studi Akhir
Kepada Yth :
Bapak Bupati KabupatenMimika
Cq. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika
            Di -
            Timika
Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
            Nama                           :  Ambbrosius L kowiyop
            NIM                             :  100317030
            Tempat/Tgl Lahir        :  Merauke02 November 1990
            Perguruan Tinggi         :  Universitas  DR Soetomo Surabaya
            Fakultas                       :  PERTANIAN
            Program Studi             :  S1-BUDIDAYA PERAIRAN (BP)
            Alamat                         : JL SOMOLOWARU 84 SURABAYA
            Sesuai dengan perihal diatas, saya datang memohon kepada Bapak agar dapat memberikan bantuan biaya studi guna menyelesaikan proses studi saya. Sebagai bahan pertimbangannya, saya melampirkan beberapa hal sebagai berikut :
1)     Foto copy Kartu Mahasiswa
2)     Surat Aktif Kuliah dari Fakultas
3)     Foto Copy KTP/Kartu  Keluarga, Keterangan Domisili
4)     Foto Copy Nilai KHS
5)     Foto Copy Transkip Nilai Sementara
6)     Perincian Biaya
7)     Pas Foto Warna 2x3 Dan 4x6 Masing-Masing 2 Lembar
8)     Foto Copy Slip Pembayaran SPP perbulan  Semester Berjalan
Demikian surat permohonan ini, secara pribadi saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebijakan dan bantuannya.
                                                                                             surabaya,   18  agustus 2015

                                                           Pemohon

                                                                                           AMBROSIUS L KOWIYOP




      I.          LATAR BELAKANG

Di dorong oleh perkembangan pembangunan di Papua pada umumnya dan Sorong Selatan khususnya yang begitu terasa dewasa ini, maka diperlukan lebih banyak tenaga ahli atau dalam hal ini sumber daya manusia yang lebih banyak dan berkualitas. Dengan sendirinya ini berkaitan dengan persiapan dari setiap individu yang sedang dalam proses pendidikan, terutama bagi mereka yang berada di perguruna tinggi.
Dalam rangka mempersiapkan diri agar nantinya siap dipakai dalam pembangunan masyarakat maka mahasiswa membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk didalamnya keluarga, dunia kampus, pemerintah, legislatif, swasta dan lainnya. Dukungan yang dibutuhkan ini dapat diberi dalam berbagai bentuk seperti kerja sama dalam penelitian atau research, fasilitas belajar, sampai pada beasiswa berprestasi maupun bantuan dana bagi mahasiswa yang sedang dalam tahap penyelesaian studi di perguruan tinggi, dan saya sebagai mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Dr.Soetomo Surabaya Di dalam proses penyelesaian studi tersebut saya sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak seperti yang disebut diatas, dimana pada kesempatan ini saya memohon dukungan dana.



    II.          PERMASALAHAN
Dalam proses penyelesaian studi saya ini mengalami suatu permasalahan yaitu biaya penyusunan yang begitu besar sehingga jika hal ini tidak secepat mungkin diatasi akan berdampak pada waktu penyelesaian studi yang tertunda-tunda.

  III.          DASAR PELAKSANAAN
1.     Undang Undang Dasar1945
2.     Garis Garis Besar Haluan Negara
3.     UU Otonomi Khusus Daerah No. 21 Tahun 2001
4.     UU No.2 Tahun 1989, Tentang Sistem Pendidikan Di Indonesia

  IV.          MAKSUD DAN TUJUAN
A.    MAKSUD
Adapun maksud dari pengajuan proposal ini adalah memperoleh dukungan dana dari Bapak Bupati yang berbentuk bantuan dana studi.

B.    TUJUAN

Tujuan dari pengajuan proposal ini adalah bahwa bantuan dana yang diberikan akan dipergunakan untuk pembiayaan studi.

    V.          RENCANA BIAYA YANG DIBUTUHKAN

Biaya yang dibutuhkan untuk studi  sebagaimana terlampir sebesar Rp.13.500.000,- (Tiga Belas  Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
   
VI.          PENUTUP
Demikian pengajuan proposal Permohonan Bantuan Biaya Studi ini saya buat, dengan besar harapan saya agar kiranya Bapak dapat memberi bantuan tersebut sehingga saya dengan segera dapat menyelesaikan studi. Akhirnya saya mengucapkan banyak terima kasih.



“TUHAN MEMBERKATI”

                                                                      Surabaya, 13agus     2015   

                                                                                  Pemohon

                                AMBROSIUS  L  KOWIYOP



 Lampiran
PERINCIAN BIAYA STUDI
1.   Biaya KKN
F Biaya Penadaftaran KKN                                                           Rp.   1.000.000,-
F Biaya pendaftaran  ujian Hasil                                                   Rp.   2.500.000,-
F Biaya konsumsi                                                                          Rp.      500.000,-
F Biaya intensif supervisi dosen penguji proposal hasil               Rp.   1.000.000,-
F Biaya revisi proposal hasil                                                        Rp.      500.000,-
F Biaya transportasi pengantaran undangan ujian                          Rp.      200.000-,

2.   Biaya Ujian Proposal
F Biaya pengumpulan data                                                             Rp.   2.000.000,-
F Biaya pendaftaran ujian proposal                                               Rp.   1.500.000,-
F Biaya Konsumsi                                                                         Rp.      500.000,-
F Biaya intensif supervisi dosen ujian proposal                            Rp.   2.500.000,-
F Biaya revisi dan penjilitan proposal                                          Rp.   1.000.000,-
F Biaya transportasi pengantaran undangan ujian                          Rp.      300.000,-
                         T O T A L                                                     Rp. 13.500.000,- 
 



Taruna angkatan laut

Awek Pantat Panas CantikAku kembali mengunjungi warnet Ampera7 untuk memuaskan nafsu homoseksualku. Siang hari, banyak pria gagah berkumpul di warnet itu. Mereka adalah para taruna angkatan laut. Ada yang badannya sangat tegap bak seorang binaragawan, tapi ada pula yang badannya agak tambun. Belakangan ini, aku demam menonton tinju dan fighting. Terutama kalau yang bertanding itu para bule yang berbadan keras. Aku tidak suka kekerasan, namun aku suka melihat tubuh atletis para pria yang sedang bertarung. Ah, sangat jantan dan maskulin.

Siang itu, saat aku asyik melihat foto-foto seksi Mirko Cro Cop (petarung Kroasia K-1) yang sedang bertarung telanjang dada, aku dikejutkan oleh seorang taruna yang kebetulan sedang menemani temannya di warnet itu. Mereka duduk tepat di sebelahku. Pria itu berkata, "Anda suka fighting, yach?"



Aku hanya tersenyum malu, diam-diam mencuri pandang. Pria itu mengenakan seragam angkatan laut, tanpa topi. Kulitnya sawo kecoklatan. Wajahnya menunjukkan usia 30an itu nampak ramah. Badannya memang tidak kekar, sedikit berlemak, namun tidak gemuk. Dia memang tidak tampan, tapi juga tidak jelek. Biarpun begitu, tiba-tiba aku menjadi bergairah sekali.

Temannya jauh berbeda dengannya, lebih muda (20an). Tubuhnya lebih langsing namun terlihat padat. Wajahnya sangat tegas dan juga tampan. Melihatnya saja sudah melambungkan imajinasiku ke langit ketujuh. Apalagi kalau diajak bercinta. Perkenalan lebih lanjut membuatku mengetahui bahwa nama pria yang menyapaku tadi adalah Iwan. Sedangkan temannya itu Bram.

"Mau enggak mampir ke tempatku?" tawar Iwan, tersenyum ramah.
"Aku punya banyak foto petarung di komputerku. Kamu pasti suka."

Tangannya diletakkan di atas punggungku, membuat jantungku berdebar tak karuan.

"Mau banget," jawabku. Diam-diam, penisku mulai tegang, setegang baja.

Singkat cerita, aku pun diajak Iwan dan Bram ke kamar asrama mereka. Banyak taruna ganteng dan gagah yang berlalu lalang. Kemaluanku menjadi semakin tegang dan mulai mengucurkan precum. Di dalam kamarnya, Bram menghempaskan dirinya ke atas ranjang bertingkat bagian bawah. Dengan cueknya, Bram melepaskan pakaiannya dan tidur dengan hanya mengenakan celana dalam putih. Keringat mengucur deras dari sekujur tubuhnya. Nampaknya Bram benar-benar kepanasan. Sekilas, aku mengintip tubuhnya yang mengkilat dengan keringat. Ah, seksi sekali.. Penuh dengan otot..

"Endy? Lagi ngapain kamu?" tanya Iwan, membuyarkan lamunanku.
"Kok dari tadi asyik mandangin badan Bram? Suka yach?" godanya, sambil mencolek pinggangku.

Aku terkejut sekali saat Iwan mencolek pinggangku. Untuk sesaat aku mengira kalau dia juga gay, sama sepertiku. Namun, aku segera menghapus pikiran itu, sebab mereka nampak sangat 'straight'. Tanpa menunggu jawabanku, Iwan menyalakan komputernya dan memintaku untuk duduk di depannya. Sesaat kemudian, dia sibuk memperlihatkam foto-foto para petarung lain yang tak kalah ganteng dan kekar dari Mirko Cro Cop. Aku semakin terangsang dan mulai duduk dengan gelisah. Tanpa kusadari Iwan bergeser ke belakangku sambil memencet-mencet keyboardnya. Tangan kirinya diletakkan di atas bahuku, meremas-remasnya dengan lembut. Aku menjadi mabuk kepayang dibuatnya.

"Aku punya gambar-gambar yang lebih bagus dari ini. Mau lihat?" tanyanya.

Aku mengangguk saja. Lalu Iwan membuka sebuah folder yang berjudul Cowok. Apa yang kulihat berikutnya membuatku terkejut sekali. Di depan layar komputer, berbaris foto-foto cowok bule bugil. Ada yang berpose telanjang bulat, ada yang berciuman dengan sesama pria, bahkan ada yang saling menyetubuhi pria lain. Jantungku berdebar kencang sekali. Iwan segera menjawab,

"Ya, aku gay. Aku ingin berhubungan seks denganmu, manis."

Iwan mencium-cium leherku dari belakang. Kedua lengannya yang besar dan kuat menglingkari pundakku. Tangannya menjalari dadaku, meremas-remasnya. Tanpa dapat ditahan, aku mengerang kenikmatan. Aku hanya dapat pasrah, menyadari bahwa sebentar lagi Iwan akan mengambil keperjakaanku. Namun aku tak dapat menyangkal kalau aku amat mengharapkannya.

Tangan Iwan pun mulai menjalar dengan liarnya. Sambil membimbingku berdiri, Iwan mulai memasukkan tangannya ke dalam celana pendekku. Alangkah terkejutnya Iwan mengetahui kalau aku tak memakai celana dalam. Sambil tetap memelukku dari belakang, dia memberikan sebuah senyuman mesum padaku. Mudah baginya untuk menemukan alat kelaminku. Begitu dia menyentuhnya, aku mengerang makin liar. Senjataku sudah mengeras dan membasahi celanaku. Satu-persatu, pakaianku jatuh ke lantai. Dengan lembut, dia memutar tubuhku agar aku menghadap mukanya. Aku kini sudah berdiri telanjang bulat di depannya. Iwan tersenyum sensual sambil menjilat bibirnya.

Katanya, "Aku paling suka cowok Chinese yang putih mulus sepertimu. Cocok sekali untuk dingentotin."

Iwan nampaknya tak mau berbasa-basi lagi sebab dia segera menanggalkan pakaiannya. Dengan bernafsu, Iwan memelukku. Pelukannya membuatku liar sehingga aku dengan leluasa meraba-raba punggungnya.

"Mau tidak 'dipakai'?" tanyanya sambil memelintir kedua putingku. Aku mengangguk.

Kemudian, terbuai dalam suasana erotis, aku menciumi sekujur tubuhnya, mulai dari leher, turun ke dadanya. Ah.. Aku amat memujanya.. Dada milik Iwan memang tidak terlalu keras dan berotot, namun lumayan seksi. Kedua putingnya yang tadi tertidur, kini mulai mengeras seiring dengan permainan lidahku. Sesaat kemudian terdengarlah erangan merdu dari bibir Iwan. Usai menjilati dadanya, aku bergerak menuruni perutnya dan tiba di kemaluannya.

Sungguh merupakan kontol terseksi yang pernah kulihat. Panjangnya hampir mencapai 20 cm dengan ketebalan yang nyaris melampaui 5cm. Terbakar oleh nafsu birahi, kontol itu berdenyut keras sekali, seolah menuntut servis dariku. Cairan pra-ejakulasinya mulai mengalir dan menetes ke atas lantai. Dengan sigap, aku menangkapnya dengan lidahku. Hmm.. Sungguh lezat sekali. Iwan hanya tersenyum meyaksikan ulahku. Kontol Iwan memang nampak lezat sekali. Dengan saus pra-ejakulasi yang terus mengalir turun.

"Ayo, sayang, hisap kontolku," ujarnya seraya mengelus-ngelus dadaku. Kemaluanku sendiri tegang sekali, minta dipuaskan.

Sambil berlutut, aku menjilati batang kejantanannya dengan antusias. Erangan nikmat Iwan terdengar kencang sekali. Namun dalam suasana erotis seperti itu, hal itu tidak dipedulikan sama sekali. Yang penting, hasrat semua pihak terpuaskan. Kubuka mulutku lebar-leabr dan membiarkan kontol Iwan menerjang keluar masuk. Sesekali aku tersedak namun dengan sigap, aku dapat kembali mengikuti irama sodokan kontolnya itu.

".. Aarrgghh.." erang Iwan, matanya terpejam rapat.

Cairan pra-ejakulasi Iwan terasa bagaikan cairan ternikmat di dunia. Rasanya agak asin dan terasa licin di lidah. Iwan memang sungguh merupakan seorang pejantan, sebab cairan itu mengalir tanpa henti. Seperti bayi yang menyusu, aku terus menghisap kepala kontolnya demi mendapatkan cairan itu lebih banyak. Aku memperkuat sedotanku dan Iwan pun mengerang keenakkan.

Asyik memeras kontol Iwan dengan bibir dan lidahku, aku tak menyadari bahwa seseorang sedang berdiri di belakangku. Aku baru tersadar saat orang itu membelai-belai punggungku. Ternyata orang itu adalah Bram. Dari sudut mataku, aku mengintip dan mendapatkan Bram telah telanjang bulat. Kontolnya tegang, basah, dan meninggalkan noda di lantai.

Sejujurnya, Bram jauh lebih ganteng dan berotot dibanding Iwan, namun Iwan sendiri memiliki aura kelaki-lakian yang tak dapat kutolak. Bram menggosok-gosokkan kontolnya ke punggungku, sambil berciuman dengan Iwan. Sesaat kemudian, Bram bergeser, mendekat pada Iwan sehingga kontolnya berada tepat di depan mulutku yang penuh dengan kontol Iwan. Bram memukul-mukulkan kontolnya yang berliur itu ke pipiku. Mau-tak mau, aku melepaskan kontol Iwan dan menggantikannya dengan kontol Bram.

Pada dasarnya, kontol mereka kelihatan hampir sama. Namun, kontol milik Bram nampak lebih besar. Mungkin Karena pemiliknya adalah pria yang berotot. Begitu kontol Bram mendarat dalam mulutku, aku langsung dihadiahi dengan berliter-liter cairan kelaki-lakiannya. Aahh.. Enak sekali.. Aku menyedot, menghisap, menjilati, dan menggigit kontolnya. Aku mengkhayalkan kontol mereka berada di dalam liang duburku secara bersamaan.. Pasti akan terasa asyik sekali.. Seolah-olah dapat membaca pikiranku.

Iwan berkata, "Sabar saja, sayang. Nanti kamu akan mendapatkan kedua kontol kami di dalam pantatmu."

Iwan mengocok-ngocok kontolnya sambil menikmati caraku menghisap kontol temannya itu.

"Kami akan mengisi perutmu dengan sperma kami, sampai kamu kebanjiran. Kamu mau kan?"

Saya hanya mengangguk sambil terus menikmati kontol terlezat yang pernah kuhisap. Menghisap kontol memang hobiku. Daripada menghisap rokok, lebih baik menghisap kontol. Lebih enak, segar, dan sehat.

Bram nampaknya larut dalam hisapan mautku. Sambil mengerang tertahan, dia memejamkam matanya rapat-rapat dan terus memaju-mundurkan kepalaku.

".. Aarrgghh.. Yeah.. Hisap terus kontolku.. Yeah.. Seperti itu.. Lebih kuat lagi, sayang.. Aarrgghh.." erangnya.

Aku terus menghisap batang itu dengan bersemangat. Sesekali, aku meraba-raba pelernya dan juga dada bidangnya yang perkasa. Aahh.. Iwan yang tak mau ketinggalan, menggosok-gosokan cairan pra-ejakulasinya ke mukaku. Aku tahu keinginannya. Maka dengan adil, aku menghisap kontol mereka berdua secara bergilir. Sementara aku menghisap kontol Iwan, tanganku mengocok-ngocok penis Bram. Dan begitu sebaliknya.

"AArrgghh.."

Tiba-tiba, Bram menjauhkan kontolnya dariku.

Dia berkata, "Saatnya untuk dingentotin."

Tangannya menepuk pantatku keras-keras. Jantungku berdebar-debar. Dari dulu memang saya sering membayangkan nikmatnya disodomi, namun aku belum pernah mencobanya. Bagai domba yang digiring, saya digiring ke tempat tidur. Kedua pria perkasa itu akan segera merenggut keperjakaanku. Iwan membaringkan tubuhku ke atas ranjang dengan mesra sambil tetap menciumi bibirku.

Tubuhku terbaring telentang dengan kedua kaki terkangkang lebar-lebar sementara Iwan berdiri tepat di pertengahan selangkanganku. Bram berdiri di samping ranjang dan segera mendorong kepala penisnya masuk ke dalam mulutku. Dengan lahap aku menghisap batang itu kembali. Aahh, nikmatnya. Cairan pra-ejakulasi tak henti-hentinya mengalir keluar dari lubang kencing milik Bram.

Dengan penuh nafsu, Bram meremas-remas dadaku sambil mengeluarkan kata-kata kotor.

".. Yeah.. Hisap kontolku.. Loe suka kontolku, 'kan? Yeah.. Hisaplah seperti seorang penghisap kontol yang baik.. Buat gue ngecret di mulutmu.. Hisap kontolku.."

Kontolnya didorong lebih dalam lagi, sampai-sampai kepala kontolnya mengenai dinding kerongkonganku. Kontan saya tersedak, namun Bram tak sudi melepaskanku. Sebaliknya, dia makin bernafsu, seakan-akan senang melihatku tersiksa seperti itu.

Aku hampir kehabisan napas namun tetap berusaha sekuatnya untuk mengikuti ritme sodokan kontol Bram. Sementara itu, Iwan meraba-raba perut dan kemaluanku. Dengan lembut, dia berkata,

"Jangan takut, takkan sakit, kok. Yang penting, jangan dilawan. Biarkan saja kontolku masuk. Santai saja."

Tiba-tiba, aku merasakan sesuatu yang besar dan basah sedang berusaha membuka paksa lubang pantatku. Pelan namun pasti, benda itu mulai bergerak masuk ke dalam anusku. Sakitnya tak terlukiskan. Untuk pertama kalinya, bibir anusku terbuka lebar dengan paksa, perih sekali. Aku merasa seakan-akan bibir anusku akan sobek seperti plastik yang terkoyak.

"AARRGGHH..!" tangisku.

Namun tangisan and eranganku tak dapat keluar dengan bebas sebab mulutku tersumpal kontol Bram yang besar dan lezat itu. Hanya suara-suara eranan tertahan yang tak jelas yang terdengar.

Akhirnya kepala kontol Iwan telah masuk seluruhnya ke dalam tubuhku. Anusku mencengkeram batang kejantanannya kuat-kuat, tak ingin melepaskannya. Meskipun anusku berdenyut-denyut tak karuan, namun aku sangat menikmatinya. Rasa sakit itu bercampur dengan kenikmatan. Kenikmatan yang kuperoleh dari kontol seorang lelaki. Iwan hanya tersenyum mesum melihat kenikamtan yang jelas tergambar di wajahku. Dia tahu benar seperti apa sifatku. Sifat itulah yang sering dia temukan pada diri semua pelacur. Dia tahu benar betapa aku menikmati keberadaan kontolnya di dalam tubuhku. Setetes cairan pra-ejakulasi menetes di dalam duburku dan mengalir masuk ke dalam ususku. Aku hanya dapat mendesah kenikmatan sambil tetap menghisap kontol Bram.

Tanpa memberi aba-aba, Iwan mulai menggenjot pantatku. Dipompakannya penisnya yang besar itu masuk-keluar, masuk-keluar, masuk-keluar, terus menerus. Semakin lama, pompaannya semakin kuat, seakan ingin menanamkan seluruh batangnya ke dalam tubuhku dan 'menghamiliku' dengan benih-benihnya. Tubuhku berguncang-guncang dengan hebat, seiring dengan sodokan kontol Iwan yang makin bertenaga.

Bram nampak mulai bernafsu. Wajahnya mulai berubah kemerahan, menahan sesuatu. Rupanya Bram sudah berada di ambang orgasme. Sebentar lagi dia akan segera ngecret.

".. Oh sial.. Gue mau keluar.. Aarrgghh.. Yeah.. Telan semuanya.. Telan air mani gue.. TTEELLAANN..!!" Begitu kata TELAN habis diucapkan, kontolnya menggembung besar di dalam mulutku dan mulai menembakan spermanya. CROT! CROT!

"AARRGGHH..!!", teriaknya.
".. AARRGGHH..!! UUGHH..!! OOHH..!! YEAH!! AARRGHH..!! OOHH..!!"

Tubuh Bram terguncang-guncnag dan bergetar hebat. Setiap tembakan pejuhnya mengirim listrik bertegangan seribu volt ke seluruh tubuhnya.

CROT! CROT!
Iwan yang sedari tadi asyik menggenjot pantatku, rupanya terangsang habis oleh orgasm kawannya itu. Seperti reaksi berantai, Iwan mulai menunjukkan gejala-gejala akan kelaur sebentar lagi.

".. Aakkhh.. Aku.. Kkellu.. AARGHH..!! UUGGHH..!! OOHH..!! AARRGGHH..!! UUGGHH..!! AARRGHH..!!"

Iwan terus-menerus mengerang sambil menembakan cairan kejantanannya, membanjiri ususku. CROT! CROT! CROT! CRET!
Aku sendiri terasa penuh, mengerang penuh kenikmatan.

Bram yang masih merem-melek oleh karena orgasmnya yang luar biasa itu langsung memegangkan kontolku dan mengocok-ngocoknya. Tak ayal lagi, aku pun keluar, dalam beberapa detik saja.

".. Oohh.. AARRGHH..!! OOGGHH..!! AARRGHH..!!"

CROT! CROT! CROT!
Spermaku bermuncratan ke mana-mana, mengenai tubuhku, tubuh Iwan, ranjang, dan tentunya tangan Bram. Badanku menggelepar-gelepar, lubang anusku mencekik kepala kontol milik Iwan yang masih berada di dalam. Kontol Iwan pun melemas begitu tetes terakhir dari pejuhnya menetes keluar.

"AAhh.."

Iwan jatuh menimpa tubuhku dengan lembut, sambil menyisirkan jari-jarinya pada rambutku. Aku sendiri hanya dapat bernapas terengah-engah, letih tapi puas sekali. Bram tak mau ketinggalan. Setelah mengeringkan kontolnya dengan cara menggosok-gosokkannya pada mukaku, Bram berbaring di ranjang dan memelukku. Kami bertiga saling berangkulan, bermain lidah dan bibir. Air liur kami saling bercampur, namun rasanya nikmat sekali. Tangan Bram and Iwan menjamah tubuhku dan mengusap-usap cairan sperma yang menempel pada badanku. Kurasa, aku mulai jatuh cinta pada mereka berdua..

Tamat


Tante, kakak dan sepupu

Awek Pantat Panas CantikCerita ini dimulai waktu ada acara keluarga di Villa Tretes minggu lalu. Sekarang ini aku duduk di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Namaku Hady, umurku 20 tahun.
Begini kisahnya.., Hari minggu keluargaku mengadakan acara temu kangen di Malang. Seluruh anggota keluarga hadir dalam acara itu, kira-kira ada 3 keluarga. Ada hal yang paling kugemari dalam acara itu, yaitu acara perkenalan tiap keluarga.

Pada kesempatan itu adik ibuku bernama Henny memperkenalkan keluarganya satu persatu. Aku lihat gaya bicara Tante Henny yang sangat mempesona, terus terang Tante Henny bila aku gambarkan bak bidadari turun dari langit, wajahnya yang cantik, kulitnya yang mulus dan bodinya yang aduhai membuat tiap laki-laki pasti jatuh hati padanya.



Perkenalan demi perkenalan telah terlewati malam itu, sekitar pukul 9 malam kami beristirahat. Badanku terasa penat dan aku pergi untuk mandi, sekalian persiapan untuk acara besok. Waktu aku akan mandi, tanpa sengaja aku melihat tanteku baru keluar dari kamarnya memakai kimono putih yang agak transparan dan terlihat samar-samar lekuk tubuhnya yang indah, dengan sedikit basa-basi aku bertanya padanya.
"Mau kemana Tante?", tanyaku.
Tanteku dengan kagetnya menjawab "Ouu Hadi, bikin tante kaget nich, Tante mau mandi pake bathtub", jawabnya.
"Sama nich", kataku.
"Rasanya memang malam ini penat sekali yach".
Akhirnya kami melangkah bersama menuju bathroom di belakang Villa kami. Malam itu agak dingin rasanya, sampai-sampai.., sambil agak mendesah Tanteku menahan dingin.

Sesampainya di depan kamar mandi aku berhenti sambil memperhatikan tingkah Tante yang agak aneh (maklum aku masih anak kecil, belum pernah lihat yang seperti gituan).
"Had.., kamu duluan yach..!", kata tanteku sambil mendesah.
"Nggak ach Tante, Tante dulu dech", kataku sambil rasa dingin (duch rasanya seperti dalam freezer tuch).
"Ok, Had.., Tante duluan yach".
Tanteku masuk ke dalam kamar mandi, terdengar suara pakaiannya yang ditanggalkan, gemericik air juga mulai mengisi bathtub. Aku menunggu di luar dengan rasa dingin yang sangat mengigit sambil melamun.
"Had, mana nich sabunnya". teriak tanteku mengagetkanku.
Seketika itu juga aku menjawab, "Disitu Tante".
"Dimana sich?", kata tanteku.
"Kamu masuk aja Had, ambilin dech sabunnya.., Tante nggak tau nich".

Dengan hati yang berdetak keras aku masuk ke kamar mandi sambil mencari-cari sabunnya. Ternyata sabunnya di bawah wastafel. Segera aku mengambilnya dan memberikannya pada tanteku. Tanpa sengaja aku melihat bodi tanteku yang aduhai yang tak sehelai benangpun melekat di tubuhnya. Dengan wajah merah padam aku memberikan sabunnya.
Tanteku bertanya "Mengapa Had.., belum pernah liat yach!", kata tanteku dengan mengerlingkan matanya yang indah itu.
Dengan malu-malu kujawab "Belum pernah tuh, tante", kulihat tanteku hanya tersenyum kecil sambil menggandeng tanganku, ia menyuruhku masuk, sengaja atau tidak penisku berdiri.
"Had, punya kamu berdiri tuh", dengan malu aku berusaha menutupi penisku yang telah berdiri.
"Ngapain malu Had..", tanya tanteku.
Aku hanya tersenyum kecut, lalu tanteku melepaskan handukku sambil berkata "Tante boleh lihat punyamu.
"Jangan tante nanti Om tau".
"Ah, nggak apa-apa Om orangnya sangat fair".
Akhirnya aku hanya bisa pasrah, kemudian dengan lembutnya tanteku mempermainkan penisku sambil berkata", Gila benar punyamu Had, barang sebesar ini kok di diemin aja..". aku hanya bisa meringis keenakan, karena memang aku tidak pernah merasakan hal itu.

Dengan lembutnya tanteku mengulum penisku, dengan refleks aku meraba payudara tanteku yang montok itu, "Ohh.., nikmat sekali". Dituntunnya aku untuk mengulum bibir kemaluannya.
Aku bertanya "Ini apa tante?".
"oo itu clitoris sayang", jawabnya. Aku terus mengulum bibir kemaluannya. Lama juga aku mengulum bibir kemaluannya, dengan gaya 69 kami saling menikmati hal itu. Tanpa sepengetahuan kami berdua ternyata kakakku mengintip apa yang kami lakukan. Terus kakakku masuk dan berkata "Ah.., tante kok tega main sama adikku.., kok tidak bilang-bilang kepadaku", sambil tersenyum kecil.

Mungkin karena terangsang dengan apa yang kami lakukan akhirnya kakakku ikut melepaskan pakaiannya. Tanteku berkata "Ayo sini punya adikmu nikmat lho". Aku tidak habis pikir, ternyata kakakku suka begituan juga. Baru pertama kali ini aku melihat polos tubuh kakakku ternyata kakakku tidak kalah dengan tanteku malah payudaranya lebih besar dari punya tante.

Tanpa pikir panjang aku tarik tangan kakakku, langsung aku kulum payudaranya yang besar itu. Terus tanteku bilang "Had masukin dong punyamu". Akhirnya kumasukkan punyaku ke liang kewanitaan tanteku "Ooh nikmat sekalii..", tanteku hanya bisa mendesah kenikmatan. Dengan goyangan yang seperti di film aku berusaha sekuat tenaga menghabisi liang kenikmatan tanteku. Selang berapa lama air mani tanteku keluar. "akhh", desahan itu keluar dari mulut tanteku, tapi aku belum apa-apa. Akhirnya tanpa rasa dosa kutarik kakakku untuk juga merasakan hebatnya penisku. Kakakku ternyata sudah tidak perawan lagi itu kuketahui waktu kumasukan penis ke liang senggamanya. Kakakku menggelinjang keenakan sambil berkata mengapa tidak dari dulu minta di "tusuk" oleh penisku. Aku terus menggenjotnya. Pada waktu lagi asyiknya aku menusuk liang kewanitaan kakakku sepupuku masuk "eehh.., lagi ngapain kalian" tanyanya. Aku cuek saja sambil berkata", kalo mau sini aja".

Tanpa aku sadari ternyata sepupuku telah menanggalkan pakaiannya. Ternyata sepupuku biar masih SMU, bodinya hebat juga. Tanpa pikir panjang kutarik tangannya lalu kukulum susunya, sambil terus menggenjot liang kenikmatan kakakku. Aku lihat kakakku asyik mengulum bibir kemaluan sepupuku. Ternyata kakakku telah di puncak kenikmatan. Dia menggeliat seperti cacing kepanasan, kurasakan semburan air hangat keluar dari liang kewanitaan kakakku. "oohhkk", teriak kakakku. Aku tersenyum puas karena aku masih bisa bertahan. Dengan perkasa ganti sepupuku "Mira" kugenjot ia hanya bisa pasrah dalam dekapan kejantananku. Aku coba memasukkan penisku dengan pelan-pelan ternyata sepupuku itu masih perawan, sangat sulit pertama kali kumasukan penisku, ia merintih kesakitan aku tidak kurang akal, kuludahi liang surganya dan kumasukkan jari tanganku. Lalu kucoba memasukkan penisku. Kali ini bisa walau dengan susah payah. "Akhh nikmat sekali memek perawan", kataku. Kulihat Mira hanya merintih dan mendesah diantara sakit dan nikmat. Akhirnya aku merasakan juga puncak kenikmatan itu kami sama-sama klimaks, "akkhh", terak kami berdua. Akhirnya kami keluar bersamaan. Setelah itu, kami berempat mandi bersama sambil tersenyum puas.

Tamat